Proses penetapan spesifikasi produk bahan baku adalah salah satu persyaratan dokumentasi yang menjadi bagian yang penting dalam persyaratan keamanan pangan. Lalu bagaimana tata cara penyusunan spesifikasi bahan baku yang tepat sesuai dengan standar persyaratan keamanan yang dipersyaratkan? Berikut adalah tahapan yang dilakukan untuk menyusun spesifikasi dari bahan baku yang dimaksudkan tersebut.
(1) Membuat informasi dan detail dari bahan baku
Memberikan penjelasan yang detail terkait dengan karakteristik bahan baku yang ada dalam produk itu sendiri. Untuk jenis bahan baku yang merupakan bahan baku tunggal maka proses pendefinisian ditetapkan hanya berdasarkan karakteristik bahan baku tunggal tersebut, namun apabila bahan baku yang ditetapkan merupakan komposisi lengkap maka bahan baku yang dimaksud adalah bahan baku yang terdiri dari beberapa komposisi material bahan baku. Komposisi tersebut harus dijelaskan dalam bahan baku yang dimaksud.
(2) Menetapkan parameter kualitas
Penetapan kualitas bahan baku harus memperhatikan aspek fisik, kimia dan biologi. Penjelasan terhadap karakteristik material kualitas yang ada harus ditetapkan sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan dalam referensi eksternal. Referensi eksternal yang ditetapkan juga terkait dengan parameter yang telah ditetapkan untuk karakteristik kualitas yang dipersyaratkan dalam standar persyaratan tersebut.
(3) Penetapan aspek allergent dalam produk
Melakukan proses penetapan pengendalian yang terkait dengan aspek allergent alam produk merupakan salah satu sistem proses pengendalian komposisi alergi dalam produk.
(4) Tata cara proses pelabelan produk
Menetapkan teknik dan mekanisme yang terkait dengan proses pelabelan yang telah ditetapkan dalam produk. Memastikan dan mengembangkan konsep serta mekanisme pelabelan menjadi salah satu faktor kritis yang ditetapkan dalam standar penelusuran dan identifikasi produk yang ada.
Lakukan pross penetapan penyusunan spesifikasi bahan baku sebagai nilai penting untuk pengendalian keamanan pangan yang kemudian ditetapkan berdasarkan standar persyaratan keamanan pangan yang ditetapkan dalam perusahaan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memastikan bahwa penjaminan keamanan pangan dalam industri pangan/perikanan Anda dapat berjalan dengan tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Jumat, 22 Juni 2012
Penyusunan Spesifikasi Bahan Baku yang Sesuai dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan
Selasa, 19 Juni 2012
Pengembangan Produk Baru dalam Konsep Manajemen Keamanan Pangan
Dalam industri pangan, proses pengembangan terhadap produk baru adalah inovasi penting yang tidak boleh dianggap remeh. Proses pengembangan produk adalah langkah strategis yang harus dilakukan oleh industri pangan untuk mengoptimalkan posisi industri tersebut dalam persaingan di antara industri pangan lainnya. Lalu bagaimana konsep pengembangan produk ini diaplikasikan ke dalam konsep manajeman keamanan pangan yang berhubungan dengan program HACCP dan Sistem ISO 22000.
(1) Pentingnya pengkajian keamanan pangan sebelum menjalankan proses pengembangan produk baru
Dalam setiap kegiatan pengembangan produk baru, ada baiknya dilakukan proses pengkajian untuk melakukan proses pengamatan terhadap komposisi produk baru yang dimaksudkan tersebut, resiko dari bahan baku maupun proses yang beresiko terhadap pelanggan.
(2) Pengkajian regulasi dari pengembangan produk baru tersebut
Otomatis dalam regulasi pemerintahan, proses pengembangan produk baru harus mematuhi prosedur dan persyaratan kepatuhan yang terkait dengan produk baru yang dimaksudkan tersebut. Termasuk di dalamnya adalah pemastian jaminan keamanan pangan dari komposisi produk dan sistem pelabelan sesuai dengan standar persyaratan.
(3) Penyusunan dan implementasi dokumen keamanan pangan
Melakukan proses perumusan dan penetapan konsep dari sistem dokumentasi, prosedur, Standard Operating Procedure dan form kerja serta catatan kerja terkait lainnya yang berhubungan dengan sistem manajemen keamanan pangan dalam perusahaan. Dimana dalam pembuatan produk baru, skema sistematis dokumentasi juga perlu dikembangkan untuk mengoptimalkan aplikasi dan pengembangan sistem manajemen yang ada dalam perusahaan.
Lakukan proses pengembangan dan aplikasi yang tepat dalam penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dalam perusahaan Anda. Konsep pengembangan dan implementasi dari pemahaman keamanan pangan ini menjadi suatu bentuk persyaratan mutlak dan penting untuk dipastikan dijalankan terkait dengan komitemn ISO 22000. Dengan komitmen ini, peningkatan bisnis dan kepercayaan konsumen terhadap bisnis Anda akan dapat secara lebih optimal meningkat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
(1) Pentingnya pengkajian keamanan pangan sebelum menjalankan proses pengembangan produk baru
Dalam setiap kegiatan pengembangan produk baru, ada baiknya dilakukan proses pengkajian untuk melakukan proses pengamatan terhadap komposisi produk baru yang dimaksudkan tersebut, resiko dari bahan baku maupun proses yang beresiko terhadap pelanggan.
(2) Pengkajian regulasi dari pengembangan produk baru tersebut
Otomatis dalam regulasi pemerintahan, proses pengembangan produk baru harus mematuhi prosedur dan persyaratan kepatuhan yang terkait dengan produk baru yang dimaksudkan tersebut. Termasuk di dalamnya adalah pemastian jaminan keamanan pangan dari komposisi produk dan sistem pelabelan sesuai dengan standar persyaratan.
(3) Penyusunan dan implementasi dokumen keamanan pangan
Melakukan proses perumusan dan penetapan konsep dari sistem dokumentasi, prosedur, Standard Operating Procedure dan form kerja serta catatan kerja terkait lainnya yang berhubungan dengan sistem manajemen keamanan pangan dalam perusahaan. Dimana dalam pembuatan produk baru, skema sistematis dokumentasi juga perlu dikembangkan untuk mengoptimalkan aplikasi dan pengembangan sistem manajemen yang ada dalam perusahaan.
Lakukan proses pengembangan dan aplikasi yang tepat dalam penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dalam perusahaan Anda. Konsep pengembangan dan implementasi dari pemahaman keamanan pangan ini menjadi suatu bentuk persyaratan mutlak dan penting untuk dipastikan dijalankan terkait dengan komitemn ISO 22000. Dengan komitmen ini, peningkatan bisnis dan kepercayaan konsumen terhadap bisnis Anda akan dapat secara lebih optimal meningkat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Jumat, 15 Juni 2012
Penyusunan SOP Recall pada Industri Pangan/ Perikanan
Dalam proses penerapan ISO 22000, adalah suatu bentuk hal yang sangat penting dan hukumnya wajib untuk memastikan tersedianya Standard Operating Procedure mengenai program recall. Apa yang dimaksud dengan program recall? Kegiatan program recall adalah suatu bentuk proses penerapan porgram verifikasi keamanan pangan, kegiatan ini dilakukan untuk memastikan adanya suatu bentuk aspek sistematis yang tepat dalam melakukan proses penarikan produk pangan/ perikanan ketika ditemukan ketidaksesuaian terkait dengan proses ataupun produk itu sendiri yang mana kemudian memberikan resiko tinggi kepada konsumen.
Lalu bagaimana proses yang tepat dalam melakukan proses penyusunan SOP Recall yang dimaksud dalam industri pangan/ perikanan.
(1) Merumuskan tata cara penarikan produk
Bagaimana proses penarikan harus dijalankan, apakah akan melalui jalur yang sama dengan proses distribusinya ataukah menggunakan skema khusus yang tepat. Proses pemberian informasi terhadap proses penarikan itu sendiri harus dapat dipastikan terinformasikan secara tepat untuk memastikan bahwa proses penarikan dijalankan sesuai dengan jalur yang tepat dan proses yang efektif.
(2) Menetapkan personel penanggung jawab proses recall
Tetapkan dan kembangkan struktur organisasi dari kegiatan recall itu sendiri. Informasikan mengenai siapa personel yang bertanggung jawab, jabatannya, cara menghubunginya serta sebatas apa ruang lingkup tanggung jawabnya.
(3) Tetapkan catatan dari proses recall
Susun dan kembangkan form yang terkait dengan proses recall yang dijalankan tersebut, proses pendokumentasian yang sangat penting adalah penetapan traceablity (mampu penelusuran) yang tepat dan dapat memastikan bahwa evaluasi recall yang dimaksud dapat berjalan secara optimal.
(4) Lakukan skenario recall test
Prosedur recall harus dipastikan teruji, sehingga proses dan penanganan yang terkait dengan proses recall itu sendiri harus dipastikan terevaluasi dalam status dan kondisi operasional yang tepat dalam pengembangan aspek recall yang ada.

(5) Proses sosialisasi
Sosialisasikan dan komunikasi program recall ini kepada seluruh personel dan karyawan yang memiliki tanggung jawab ke dalam proses dan program recall yang telah ditetapkan tersebut. Kembangkan dan evaluasi secara tepat apakah personel yang dimaksud benar-benar telah memahami tahapan dan proses recall tersebut.
Kembangkan sistem manajemen keamanan pangan dalam perusahaan Anda secara tepat dan akurat. Lakukan penggunaan referensi eksternal yang tepat untuk memastikan bahwa SOP yang dimiliki dalam perusahaan benar-benar telah dijalankan secara tepat sesuai dengan bentuk dan sistematika yang ada dalam standar ISO 22000 maupun program HACCP. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Lalu bagaimana proses yang tepat dalam melakukan proses penyusunan SOP Recall yang dimaksud dalam industri pangan/ perikanan.
(1) Merumuskan tata cara penarikan produk
Bagaimana proses penarikan harus dijalankan, apakah akan melalui jalur yang sama dengan proses distribusinya ataukah menggunakan skema khusus yang tepat. Proses pemberian informasi terhadap proses penarikan itu sendiri harus dapat dipastikan terinformasikan secara tepat untuk memastikan bahwa proses penarikan dijalankan sesuai dengan jalur yang tepat dan proses yang efektif.
(2) Menetapkan personel penanggung jawab proses recall
Tetapkan dan kembangkan struktur organisasi dari kegiatan recall itu sendiri. Informasikan mengenai siapa personel yang bertanggung jawab, jabatannya, cara menghubunginya serta sebatas apa ruang lingkup tanggung jawabnya.
(3) Tetapkan catatan dari proses recall
Susun dan kembangkan form yang terkait dengan proses recall yang dijalankan tersebut, proses pendokumentasian yang sangat penting adalah penetapan traceablity (mampu penelusuran) yang tepat dan dapat memastikan bahwa evaluasi recall yang dimaksud dapat berjalan secara optimal.
(4) Lakukan skenario recall test
Prosedur recall harus dipastikan teruji, sehingga proses dan penanganan yang terkait dengan proses recall itu sendiri harus dipastikan terevaluasi dalam status dan kondisi operasional yang tepat dalam pengembangan aspek recall yang ada.

(5) Proses sosialisasi
Sosialisasikan dan komunikasi program recall ini kepada seluruh personel dan karyawan yang memiliki tanggung jawab ke dalam proses dan program recall yang telah ditetapkan tersebut. Kembangkan dan evaluasi secara tepat apakah personel yang dimaksud benar-benar telah memahami tahapan dan proses recall tersebut.
Kembangkan sistem manajemen keamanan pangan dalam perusahaan Anda secara tepat dan akurat. Lakukan penggunaan referensi eksternal yang tepat untuk memastikan bahwa SOP yang dimiliki dalam perusahaan benar-benar telah dijalankan secara tepat sesuai dengan bentuk dan sistematika yang ada dalam standar ISO 22000 maupun program HACCP. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Sabtu, 09 Juni 2012
Penentuan Shelf Life Produk Perikanan Beku
Produk perikanan beku merupakan jenis komoditi produk dengan tingkat pengembangan yang beragam, selain dalam bentuk fish loin yang dibekukan juga tidak menutup kemungkinan untuk pengembangan produk lanjutannya ke dalam bentuk value added produk. Proses pembekuan dalam produk perikanan itu sendiri adalah hal umum yang dalam aspek praktisnya telah ditetapkan.
Salah satu hal terpenting dalam proses penyusunan sistem manajemen keamanan pangan adalah program penetapan nilai shelf life produk. Dimana hal ini adalah suatu tahapan penting dan kritis yang harus ditetapkan dalam sistem manajemen keamanan pangan. Lalu bagaimana melakukan proses penetapan shelf life dalam produk perikanan itu sendiri. Berikut adalah beberapa alternatif yang dapat digunakan oleh pelaku industri perikanan dalam menentukan shelf life produk
(1) Proses analisis referensi
Dalam proses ini, lakukan proses analisis yang terkait dengan referensi dan aspek study yang terkait dengan kesamaan jenis produk. Apabila referensi terhadap produk itu tidak ada, lakukan proses pengambilan informasi status referensi dengan menggunakan produk yang menyerupai namun dalam klasifikasi yang paling rentan dan beresiko tinggi.
(2) Proses inkubasi
Lakukan proses analisis terhadap kandungan mikrobiologi pada produk akhir pada saat output produk, kemudian lakukan penyimpanan dan dalam selang waktu tertentu untuk kemudian dilakukan analisis. Lakukan proses perhitungan dengan menggunakan tabulasi khusus yang digunakan dalam proses pengukuran shelf life.
Mengingat pentingnya aspek shelf life dalam produk ini, menjadi sangat penting untuk jenis produk perikanan beku memastikan bahwa fungsi penetapan shelf life dijalankan sesuai dengan standar persyaratan produk yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 081293269926)
Salah satu hal terpenting dalam proses penyusunan sistem manajemen keamanan pangan adalah program penetapan nilai shelf life produk. Dimana hal ini adalah suatu tahapan penting dan kritis yang harus ditetapkan dalam sistem manajemen keamanan pangan. Lalu bagaimana melakukan proses penetapan shelf life dalam produk perikanan itu sendiri. Berikut adalah beberapa alternatif yang dapat digunakan oleh pelaku industri perikanan dalam menentukan shelf life produk
(1) Proses analisis referensi
Dalam proses ini, lakukan proses analisis yang terkait dengan referensi dan aspek study yang terkait dengan kesamaan jenis produk. Apabila referensi terhadap produk itu tidak ada, lakukan proses pengambilan informasi status referensi dengan menggunakan produk yang menyerupai namun dalam klasifikasi yang paling rentan dan beresiko tinggi.
(2) Proses inkubasi
Lakukan proses analisis terhadap kandungan mikrobiologi pada produk akhir pada saat output produk, kemudian lakukan penyimpanan dan dalam selang waktu tertentu untuk kemudian dilakukan analisis. Lakukan proses perhitungan dengan menggunakan tabulasi khusus yang digunakan dalam proses pengukuran shelf life.
Mengingat pentingnya aspek shelf life dalam produk ini, menjadi sangat penting untuk jenis produk perikanan beku memastikan bahwa fungsi penetapan shelf life dijalankan sesuai dengan standar persyaratan produk yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 081293269926)
Jumat, 01 Juni 2012
Program Pelatihan BRC dalam Perusahaan
Konsep dan pemahaman terkait dengan program BRC atau British Retail Consortium adalah menggabungka konsep kesesuaian akan standar keamanan pangan HACCP dengan Sistem Manajemen Mutu. Sedikit berbeda dengan ISO 22000 yang berangkat dari konsep adaptasi penggabungan ISO 9001:2008 dan HACCP, konsep dari BRC itu sendiri sangat terkait dengan mekanisme perkembangan dari regulasi keamanan pangan itu sendiri.
Sehingga meskipun terdapat konsep manajemen namun aspek fundamental menjadi bagian yang penting dalam penyusunan program BRC dalam perusahaan. Aspek fundamental itu sendiri meliputi salah satunya kesesuaian dan ketepatan dari kondisi konstruksi bangunan yang ada dalam bagian program pengembangan BRC yang dimaksudkan tersebut.
Silabus pelatihan BRC (British Retail Consortium) versi 6 akan menginformasikan beberapa bagian.
(1) Sejarah dari perkembangan BRC
(2) Kesesuaian dan checklist persamaan BRC dengan klausul ISO 22000
(3) Pembahasan bab dari setiap ketetapan BRC, seperti:
- HACCP System
- Quality Management System
- Factory environment standard
- Product control
- Personnel Hygiene
Diharapkan dengan program pelatihan yang tepat. Implementasi Sistem BRC dalam perusahaan dapat berjalan secara optimal dan tepat sasaran. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Sehingga meskipun terdapat konsep manajemen namun aspek fundamental menjadi bagian yang penting dalam penyusunan program BRC dalam perusahaan. Aspek fundamental itu sendiri meliputi salah satunya kesesuaian dan ketepatan dari kondisi konstruksi bangunan yang ada dalam bagian program pengembangan BRC yang dimaksudkan tersebut.

Silabus pelatihan BRC (British Retail Consortium) versi 6 akan menginformasikan beberapa bagian.
(1) Sejarah dari perkembangan BRC
(2) Kesesuaian dan checklist persamaan BRC dengan klausul ISO 22000
(3) Pembahasan bab dari setiap ketetapan BRC, seperti:
- HACCP System
- Quality Management System
- Factory environment standard
- Product control
- Personnel Hygiene
Diharapkan dengan program pelatihan yang tepat. Implementasi Sistem BRC dalam perusahaan dapat berjalan secara optimal dan tepat sasaran. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Langganan:
Postingan (Atom)