Minggu, 27 Januari 2013

Perlukah Adanya Ahli Keamanan Pangan dalam Industri Perikanan

Masalah pro kontra yang terkait dengan kebutuhan akan adanya ahli khusus keamanan pangan khusus perikanan menimbulkan banyak pro dan kontra. Kebutuhan akan spesialistik ahli keamanan pangan pada bidang ini, tidak dinyana dipertanyakan oleh ahli keamanan pangan yang bersifat general. Terdapat banyak alasan yang mendasari tujuan mengapa dibutuhkan adanya ahli keamanan pangan khusus untuk di bidang ini, lalu apa yang terjadi apabila perusahaan perikanan tidak memiliki individu yang ahli dalam secara kompetensi untuk menjamin bahwa keamanan pangan sesuai dengan persyaratan yang ada?

Hal yang banyak dilupakan oleh pelaku industri perikanan, bahwa konsep bisnis dalam bidang perikanan harus mengikuti persyaratan yang sudah ditetapkan dalam aturan pemerintah. Salah satu hal yang terpenting adalah adanya kewajiban untuk memiliki sertifikasi HACCP. Akibatnya, dalam proses penyusunan manual HACCP, hal yang terpenting adalah bukan hanya bagaimana dokumen terbentuk tapi bagaimana suatu Sistem Manajemen Keamanan Pangan diaplikasikan dalam manajemen operasionalnya.

Hal yang paling penting dalam proses aplikasi adalah selain kompetensi pelatihan, juga pengalaman untuk dapat mengaplikasikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan secara tepat dan efektif. Kemampuan untuk menginterpretasikan kebutuhan persyaratan khusus, seperti BRC (British Retail Consortium) ataupun IFS (Integrated Featured Standards) adalah hal penting dimana pengalaman yang menentukan implementasi yang tepat dan ideal. Menjadi penting bagi perusahaan untuk dapat mengembangkan seluruh karyawan memiliki aspek kompetensi keamanan pangan, agar sinergi keamanan pangan dapat menjadi budaya positif dalam perusahaan. Tertarik untuk mengembangkan kompetensi karyawan Anda, lakukan pengembangan program pelatihan keamanan pangan untuk internal perusahaan agar dapat menghasilkan nilai optimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pelatihan HACCP untuk Jasa Katering dan Food Service

Banyak perusahaan penyedia makanan, khususnya untuk penyedia jasa pelayanan terhadap layanan pengolahan makanan siap saji seperti katering, restauran dan hotel belum menyadari betapa pentingnya penerapan sistem HACCP dalam aplikasi dan operasional pengelolaan manajemen jasa penyedia jasa pengelola produk makanan.

Bagaimana bentuk pelatihan yang sebaiknya dilakukan agar pelaku jasa penyedia katering dan food service ini dapat memahami secara detail mengenai konsep HACCP.

Pelatihan itu sendiri harus dapat menjelaskan:

(1) Pengertian mengenai HACCP
Keunikan dari HACCP yang merupakan modifikasi antara suatu bentuk konsep pengembangan saintis (keilmuan) yang dipandu dengan manajemen adalah suatu konsep menarik untuk melihat bagaimana suatu teori diimplementasi dan dikelola dalam manajemen operasional industri pangan.

(2) Pemahaman Teknik dan Prinsip HACCP
Bagaimana peserta pelatihan harus dapat memahami teknik penyusunan dan aplikasi penerapan HACCP ke dalam manajemen operasional yang ditetapkan dalam perusahaan.  Sisi menarik dari suatu konsep pengelolaan manajemen inilah yang menjadi nilai penting karena prinsip dan teknik ini akan berbeda dalam proses aplikasinya pada tiap industri yang ada.

(3) Kesadaran Keamanan Pangan
Hal yang paling penting yang harusnya disadari oleh suatu industri jasa katering adalah melihat kepentingan keamanan pangan sebagai bentuk pengembangan manajemen operasional yang harus diaplikasikan di dalam perusahaan.

Walaupun tidak melanjutkan ke dalam bentuk mekanisme sertifikasi, namun ada baiknya suatu perusahaan industri jasa penyedia makanan menggunakan sistem HACCP sebagai nilai lebih dalam konsep kompetitif dalam bisnis dan kepuasan pelanggan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Implementasi ISO: Bukan Hanya Sekedar Sertifikasi

Banyak perusahaan yang salah dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan proses pengambilan sertifikat ISO, dimana perusahaan-perusahaan tersebut melakukan proses pengambilan sertifikat hanya untuk kebutuhan tertentu saja yang nota bene untuk mengembangkan pemasaran usaha mereka bukan kepada peningkatan terhadap internal perusahaan.  Lalu apa manfaat dari suatu program sertifikasi itu sendiri?

(1) Proses penyusunan sistem dalam perusahaan

Standar dari ISO itu sendiri merupakan suatu bentuk pengembangan dari suatu sistem operasional dalam perusahaan.  Dimana sistem yang sudah dibentuk dipastikan teraudit untuk dapat terevaluasi sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan berdasarkan kriteria yang dipersyaratkan dalam Standar ISO itu sendiri.

(2) Proses pengukuran proses kerja

Dalam penerapan ISO, evaluasi dengan metode terukur menjadi suatu bentuk persyaratan untuk dapat melihat bahwa budaya untuk memastikan perbaikan secara terus menerus dilakukan.  Proses evaluasi dilakukan secara rutin sebagai bentuk untuk memastikan bahwa proses tindak lanjut dijalankan untuk memastikan pencapaian target berikutnya dapat secara terus menerus dijalankan.

(3) Perbaikan pengembangan budaya perusahaan
Penerapan ISO, dapat memberikan dampak positif dalam arti pengembangan profesionalisme dan memastikan adanya budaya pembelajaran yang tidak pernah berhenti dalam perusahaan.  Budaya pembelajaran ini dijalankan untuk dapat memastikan bagaimana suatu perusahaan dapat menyusun suatu mekanisme perbaikan agar perbaikan dari unit usaha dapat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan.

Bagamana dengan perusahaan Anda sendiri, apabila perusahaan Anda sudah menjalankan implementasi sistem ada baiknya dilakukan refreshment implementasi agar target dari aplikasi penerapan sistem tidak hanya sekedar sertifikasi saja.  (Amarylliap@gmail.com, 08129369926)