Kamis, 17 Agustus 2017

Pengelolaan Keamanan Pangan di Industri Kemasan

Industri kemasan adalah salah satu industri yang masuk ke dalam ruang lingkup penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.  Dalam proses pengelolaan keamanan pangan terkait dengan industri kemasan.  Dalam proses pengelolaan keamanan pangan yang dilakukan dimana untuk memastikan industri kemasan adalah sebagai berikut:

(1) Melakukan Proses Identifikasi terkait dengan status regulasi atas keamanan produk
Perusahaan harus memastikan seluruh komponen atau bahan material yang dipergunakan untuk melakukan prosses produksi kemasan. Adalah penting bagi manufacturing untuk memahami tingkat resiko yang dimiliki oleh produk terkait dengan status keamanan produk tersebut.  Penetapan atas status resiko menjadi bagian penting untuk memastikan tingkatan status keamanan produk yang akan dijalankan.

(2) Penetapan PRP
Dibandingkan dengan industri lainnya, industri kemasan memiliki standar keamanan khusus yang tidak dapat disamakan dengan  sistem standar keamanan pangan lainnya. Bagaimana pengelolaan GMP dan SSOP harus dipastikan relevan dengan tingkat resikonya. Satu hal yang menjadi kepastian adalah bagaimana industri dapat merelokalisasi standar yang efektif sehingga dapat meminimalkan kontaminasi silang.

(3) Pengelolaan Pengendalian Bahaya
Titik kendali bahaya adalah bagaimana memastikan seluruh aplikasi proses produksi yang dijalankan tidak menghasilkan output yang memberikan resiko tinggi atas produk kepada produk pangan yang akan dikemas.  Apabila kemasan tersebut memuat informasi labeling dalam kemasannya, adalah penting untuk melakukan pengendalian terkait informasi yang detail sesuai dengan regulasi. Penyimpangan atas informasi yang termuat menjadi bagian penting untuk dikendalikan oleh perusahaan.

Memastikan standar keamanan pangan dijalankan dalam industri Anda adalah bagian penting untuk dapat memastikan sistem terkelola secara tepat dan efektif. Lakukan proses pemastian bahwa perusahaan menggunakan referensi eksternal yang tepat dalam pengelolaan keamanan pangan di dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Minggu, 13 Agustus 2017

Menyusun Spesifikasi Keamanan Pangan yang Tepat

Dalam proses pengelolaan keamanan pangan, adalah sangat penting untuk memastikan perusahaan melakukan proses penyusunan spesifikasi yang sesuai dengan standar keamanan pangan.  Untuk diingat bahwa spesifikasi adalah dasar utama yang dipergunakan oleh pengolah produk makanan untuk mendesain proses produksi serta sistem yang tepat  untuk dapat memenuhi persyaratan spesifikasi.

Lalu bagaimana cara yang tepat bagi industri pangan untuk dapat menyusun spesifikasi yang tepat?  Berikut adalah langkah yang harus diperhatikan oleh industri pangan ketika menyusun spesifikasi.

(1) Deskripsi Produk
Menyusun deskripsi produk dengan jelas dan akurat. Memastikan bahwa detail produk diinformasikan, termasuk di dalamnya adalah informasi terkait dengan tata cara penggunaan produk serta waktu simpan produk.

(2) Penetapan Spesifikasi Kualitas dan Keamanan Pangan
Menginformasikan secara jelas atas persyaratan kualitas dan keamanan pangan yang tepat dan efektif.  Perusahaan dapat melakukan validasi penyusunan dengan menggunakan referensi eksternal yang terkait dengan produk atau dengan melakukan riset terlebih dahulu. Penting bagi perusahaan untuk dapat memiliki spesifikasi atas persyaratan kualitas dan keamanan pangan yang kompetitif dengan produk lainnya.

(3) Label dan Informasi Produk
Memastikan bahwa label dan informasi produk tersampaikan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam regulasi. Penetapan standar dan detail informasi yang termuat dalam label sebaiknya ditetapkan dalam spesifikasi produk.

Memastikan bahwa spesifikasi yang disusun adalah tepat dan sesuai dengan persyaratan keamanan pangan adalah langkah penting yang wajib dijalankan untuk memastikan terpenuhinya persyaratan keamanan pangan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk memastikan status kesesuaian dari standar keamanan pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Kamis, 27 Juli 2017

5 Aspek Penting dalam Pengelolaan Keamanan Pangan pada Industri Walet

Dalam pengelolaan proses pengolahan serta pengemasan produk sarang burung walet, perusahaan diminta untuk memastikan bagaimana tahapan proses dalam proses produksi dan pengemasan sarang burung walet dijalankan secara optimal dan efektif.  Berbeda dibandingkan dengan produk pangan lain, terdapat beberapa hal yang dapat menjadi bagian penting terkait dengan penerapan HACCP dalam industri sarang burung walet.

Berikut adalah 5 (lima) aspek penting yang perlu menjadi bagian dalam implementasi HACCP terkait dengan industri pengemasan saran burung walet.

(1) Persyaratan Kedatangan Bahan Baku
Adalah menjadi bagian penting bagi perusahaan untuk dapat melakukan proses penetapan kualifikasi dari bahan baku walet.  Selain kualifikasi kualitas, adalah penting bagi perusahaan untuk memperhatikan parameter mikrobiologi, nitrit serta Hama Penyakit Hewan Karantina Golongan I. Dimana proses pengendalian atas bahan baku menjadi bagian yang tidak boleh terlepas untuk memastikan pengendalian bahan baku sesuai dengan regulasi yang dipersyaratkan dalam PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 41/Permentan/OT.140/3/2013. Dalam beberapa kasus, perusahaan harus mengembangkan program

(2) Program Sanitasi
Penerapan GMP adalah menjadi bagian penting untuk dijalankan dalam unit pengolahan sarang burung walet. Bagaimana perusahaan harus memastikan bahwa kegiatan sanitasi dijalankan untuk meminimalkan resiko kontaminasi silang ke dalam produk.  Program sanitasi tersebut dipastikan juga termasuk di dalamnya memastikan bahwa air yang dipergunakan masuk ke dalam kualifikasi air minum.

(3) Personel Hygiene
Mengelola aspek personel hygiene haruslah dijalankan dengan tepat dan efektif.  Bagaimana memastikan bahwa proses kebersihan dan kesehatan karyawan terjaga. Mengelola kesehatan karyawan serta bagaimana prilaku kebersihan dan sanitasi dijalankan oleh personel adalah bagian yang tepat dan efektif untuk dapat dijalankan dalam perusahaan.

(4) Pengendalian dan Supervisi
Mengingat tingkat resiko serta kebutuhan ketelitian.  Pengelolaan SDM haruslah dapat dijalankan dengan tepat dan efektif untuk memastikan bahwa program pengendalian yang dimaksudkan termuat dalam program pelatihan SDM yang optimal. Bagaimana proses koordinasi dan pengendalian SDM tersebut dijalankan untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan dengan tepat.

(5) Pengelolaan Supply Chain
Perusahaan harus memastikan bagaimana pemasok melakukan proses penanganan dengan tepat dan mencegah adanya kontaminasi hama yang beresiko terkait dengan produk. Proses pengemasan dan transfer untuk memasok sarang burung walet tersebut adalah menjadi bagian penting yang perlu untuk dikelola oleh perusahaan dengan tepat dan efektif.

Bagaimana perusahaan Anda menjalankan penerapan HACCP untuk bisnis sarang burung walet? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan penerapan implementasi HACCP yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Rabu, 17 Mei 2017

Desain Sanitasi pada Industri Kemasan

Industri kemasan pangan adalah salah satu penunjang terpenting dalam rantai keamanan pangan total.  Sebagai dari bagian mata rantai keamanan pangan, adalah penting untuk memastikan bagaimana desain sanitasi dijalankan tepat dalam pengelolaan manufacturing dari produk kemasan.

Dalam standar proses pengemasan yang tepat, desain dari program sanitasi dapat dijalankan dengan mekanisme yang mengikuti program kebersihan sebagai berikut.

(1) Penggunaan Bahan Kimia Sanitasi
Dalam mendesain program sanitasi dan kebersihan untuk manufacturing kemasan, hal yang sangat penting untuk ditetapkan adalah jenis bahan kimia yang tepat untuk program sanitasi yang dimaksud.  Jenis bahan kimia yang dipergunakan adalah jenis bahan kimia yang mampu untuk menjalankan proses pembersihan yang tepat. Umumnya, dalam bisnis kemasan, proses penggunaan bahan kimia sanitasi harus dipastikan efektif dan mampu meminimalkan resiko kontaminasi silang terhadap produk.  Ada baiknya bahan kimia yang dipergunakan tidak memiliki bau menyengat dan terbentuk dari material anorganik (berbasis mineral oil).

(2) Pengelolaan Limbah
Salah satu faktor tersulit setelah program sanitasi adalah bagaimana melakukan proses pengelolaan limbah hasil dari proses pembersihan. Memastikan bahwa penangan limbah dikelola dengan tepat dan secepatnya dilakukan proses pemisahan ataupun pembuangan.  Beberapa limbah masuk ke dalam kategori B3.  Sehingga sebaiknya proses penanganan dapat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan.

(3) Verifikasi atas Program Kebersihan
Melakukan proses pemeriksaan ulang untuk memastikan bahwa program kebersihan telah dijalankan secara efektif. Pastikan verifikasi dilakukan dengan memastikan tidak adanya potensi kontaminasi yang tidak dapat terkendali secara optimal.

Bagaimana konsep penanganan proses sanitasi dijalankan dalam industri Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk menjalankan program sanitasi di dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Selasa, 25 April 2017

Pembaharuan FSSC Versi 4:2017

Dalam mengaplikasikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, khususnya berbasiskan GFSI (Global Food Safety Inisiative), perusahaan dapat menjalankan program sertifikasi FSSC sebagai salah satu alternatif di luar BRC (British Retail Consortium) dan IFS (International Featured Standard).  Di tahun 2017 ini, FSSC melakukan proses pembaharuan atas standar yang dipergunakan.

Berikut ini adalah beberapa perubahan yang menjadi bagian penting dalam pemabaharuan Standar dalam FSSC versi terbaru.

(1) Unannounced Audit
Audit yang tidak diinformasikan menjadi bagian penting bagaimana sistem sertifikasi.  Unannounced audit dapat dijalankan dalam bentuk program audit yang dijalankan pada kegiatan sertifikasi awal (pada stage-1 dan stage-2), ataupun pada program resertifikasi. Menjadi tugas yang penting bagi perusahaan untuk dapat

(2) Food Defense
Penambahan untuk memasukkan analisis Food Defense ke dalam pengendalian sistem. Bagaimana perhitungan dijalankan untuk melakukan evaluasi antara resiko dan kerentanan yang muncul. Proses pengkajian terkait dengan Food Defense harus dijalankan minimal dalam 1 (satu) tahun sekali.

(3) Manajemen Allergen
Pengelolaan dijalankan untuk memastikan bagaimana pengendalian dijalankan untuk mencegah adanya kontaminasi silang allergen.  Perusahaan harus dapat memastikan pengendalian yang dilakukan tersebut adalah efektif.

(4) Impelementasi ISO 9001:2015
Bagi perusahaan yang mengambil alternatif sertifikasi dalam bentuk FSSC 22000-Q, maka penambahan implementasi ISO 9001:2015 dijalankan selain dengan ISO 22000 dan ISO 22002-1 dan technical standard lain yang menyertai business process yang dijalankan.

Bagaimana perusahaan menjalankan program pembaharuan standar ini? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memastikan sistem atas standar tersebut dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Sabtu, 25 Maret 2017

Pelatihan TACCP (PAS 96: 2014) Pada Industri Pangan

Dalam implementasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan,  TACCP (Threat Analysis Critical Control Point) adalah bagian penting dalam melakukan proses pengendalian keamanan pangan yang terkait dengan rencana pengendalian dari ancaman dan kerentanan produk pangan.  Prinsip dalam TACCP dapat dijalankan oleh perusahaan dengan melakukan penerapan sistem yang tepat.

Untuk mendapatkan hasil penerapan yang optimal, tidak ada salahnya bagi perusahaan untuk menjalankan program pelatihan TACCP (berdasarkan PAS 96:2014). Berikut adalah  program pelatihan 1 (satu) hari yang dapat dijalankan oleh perusahaan.

(1) Pemahaman terkait Ancaman dan Kerentanan
(2) Proses penilaian ancamanan dan kerentanan
(3) Analisis dan penilaian terkait dengan ancaman dan kerentanan
(4) Program pengendalian atas Ancaman dan Kerentanan

Pastikan perusahaan Anda telah menjalankan seluruh program keamanan pangan tersebut. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memastikan bahwa Sistem Manajemen Kamanan dijalankan secara tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)