
Banyak perusahaan yang setelah melakukan proses penyusunan dokumen HACCP lupa untuk melakukan proses audit terhadap sistem HACCP yang dibentuk itu sendiri. Padahal manual HACCP yang dimiliki oleh perusahaan bukanlah harga mati yang menjadi suatu ketentuan tetap yang tidak akan mungkin berubah.
Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan perubahan terhadap manual HACCP itu sendiri:
(1) Perubahan atau penambahan jenis produk
Perubahan dalam komposisi dapat mengubah potensi bahaya yang ada dalam produk, perubahan terhadap perumusan spesifikasi produk maupun kaitan dengan regulasi produk yang menjadi referensi. Beberapa konsep pengembangan produk sebaiknya dilakukan proses pengaitan antara komposisi produk dengan manual HACCP itu sendiri.
(2) Perubahan dari bentuk dan lay out bangunan
Perubahan bentuk akan mempengaruhi alir proses, dan yang pasti dapat mengubah potensi resiko keamanan pangan yang muncul dalam proses yang ada di dalam analisis keamanan pangan yang dijalankan.
Belum lagi, pengubahan bentuk dan lay out bangunan juga dapat memberikan perubahan atau modifikasi yang ada dalam sistem GMP (Good Manufacturing Practice) dan SSOP (Standard Sanitation Operational Procedure).
(3) Perubahan proses
Perubahan terhadap proses, misalnya dalam bentuk pengubahan terhadap desain proses, mesin ataupun pengolahan maka dapat menimbulkan adanya penamahan atau faktor desain ulang terhadap sistem HACCP yang ditetapkan. Secara pasti resiko dan bahaya yang ada dapat berubah atau berpindah tempat. Tentu saja penempatan titik CCP juga dapat berubah.
Melihat dari bagaimana HACCP dapat mengalami perubahan selama proses operasional, sangatlah perlu kiranya suatu organisasi untuk melakukan proses audit HACCP sebagai bentuk proses pengkajian yang dijalankan di lapangan.
Adapun proses review yang dijalankan sebaiknya meliputi tahapan sebagai berikut:
(1) Paramater spesifikasi bahan baku
Sebagai auditor, hal yang terpenting untuk diidentifikasi adalah perumusan semua aspek resiko yang berpotensi muncul dalam bahan baku itu sendiri. Lakukan pendataan terhadap referensi legal yang terkait dengan bahan baku dimaksud, lakukan proses pengecekan silang dengan hasil analisis laboratorium terhadap bahan baku itu sendiri.
Bahan baku dengan tingkat resiko yang tinggi dan dominan dapat dilakukan proses penetapan di dalam spesifikasi barang jadi.
(2) Proses operasional GMP dan SSOP
Lakukan proses pemeriksaan terhadap kesesuaian dari implementasi sistem GMP (Good Manufacturing Practice) dan SSOP (Standard Sanitation Operational Procedure) yang ada di lapangan. Lakukan proses verifikasi terhadap hasil uji sanitasi, periksa kesesuaiannya.
Auditor HACCP dapat melakukan proses pemeriksaan terhadap kesesuaian antara prosedur yang tercatat dengan aplikasi.
(3) Proses produksi
Periksa kesesuaian dari tabel HACCP dengan proses produksi yang dijalankan, amati setiap tahapan proses untuk melakukan proses pemeriksaan terhadap potensi kontaminasi yang dapat muncul selama proses.
(4) Proses penyimpanan produk jadi dan bahan baku
Auditor harus memastikan bahwa standarisasi penyimpanan telah dijalankan sesuai dengan persyaratan, termasuk di dalamnya proses penanganan terhadap status kadaluarsa produk, proses penetapan sampel, serta proses label dan identifikasi produk.
(5) Proses analisis produk
Auditor HACCP harus memastikan personel yang melakukan proses pemeriksaan, seperti tim QC dan analis menjalankan proses analisis produk sesuai dengan SOP dan referensi standar yang telah ditetapkan. Melakukan proses pemeriksaan terhadap kesesuaian analisis dengan spesifikasi produk yang ditetapkan. Selain itu, auditor juga melakukan proses pemeriksaan terhadap status kalibrasi dari alat ukur.
(6) Proses recall dan penanganan customer complaint
Hal yang terpenting bagi auditor adalah melihat kelengkapan dari laporan kegiatan recall, serta catatan yang terkait dengan proses recall tersebut. Laporan dan tindak lanjut yang menyertainya harus diverifikasi untuk memastikan apakah proses yang dimaksud telah dijalankan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. Sedangkan untuk proses penanganan complaint, hal yang terpanting untuk dicatat adalah proses tindak lanjut internal yang telah dijalankan termasuk di dalamnya adalah proses modifikasi terhadap manual HACCP.
Melihat dari proses dan tujuan pengembangan audit HACCP, dapat terlihat bahwa perumusan audit adalah hal yang sangat penting untuk dipertimbangkan dalam konsep operasional dari implementasi sistem manajemen keamanan pangan dalam suatu industri. (
amarylliap@yahoo.com, 08129369926)