Rabu, 26 September 2018

5 Kesulitan dalam Implementasi ISO 22000

Ketika suatu perusahaan akan menjalankan sistem ISO 22000, akan menjadi komitmen yang kuat bagi perusahaan tersebut untuk mengimplementasikan dan menjalankan sistem manajemen yang dimaksudkan tersebut.  Bagaimana suatu proses menjadi penting menuntut adanya perubahan budaya dalam perusahaan.  Untuk dapat menjalankan Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000, maka sangat diperlukan pengembangan dan strategi implementasi sistem yang optimal.

Namun tidak sedikit perusahaan mengalami kesulitan dalam menjalankanBerikut adalah 5 kesulitan terbesar yang muncul terkait dengan penerapan implementasi ISO 22000.

(1)Nilai Investasi yang Tinggi
Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang tidak terkelola secara cermat, akan meningkatkan nilai biaya/ investasi yang ada dalam perusahaan. Bagaimana konsep atas sistem serta pengadaan atas perbaikan infrastruktur bisa dijalankan dengan tepat dan efektif.

(2) Keterlibatan Manajemen
Penerapan ISO 22000 bukan hanya terpaku pada kemampuan SDM yang ada di dalam perusahaan saja, kebutuhan atas keterlibatan manajemen menjadi aspek yang penting. Tidak sedikit, penyebab kesulitan  dari penerapan disebabkan oleh mindset yang dimiliki oleh manajemen. Pola prilaku pemecahan masalah serta orientasi yang seringkali bertentangan dengan kebutuhan sistem akan menyebabkan pemecahan masalah atas sistem tidak dapat dieksekusi dengan tepat.

(3) Sistem yang Tidak Lengkap
Penerapan yang seringkali sulit untuk dijalankan adalah penerapan sistem terbatas secara ruang lingkup. Keterbatasan ini menyebabkan sistem tidak saling mendukung satu dengan lainnya. Banyak perusahaan yang terlalu terfokus kepada aspek produksi dan tidak melihat kepada aspek pendukung terhadap sistem penerapan pada divisi supporting.

(4) Membangun Kesadaran
Kunci utama yang menyebabkan sistem sulit terimplementasi adalah membangun kesadaran. Bagaimana kesadaran bisa terbentuk dengan tepat dan meningkatkan optimalisasi atas sistem.  Fungsi supervisor bisa dijalankan untuk memastikan kesadaran terbentuk.

(5) Terlalu Terfokus dengan Dokumentasi
Banyak perusahaan yang mengalami kegagalan dalam menjalankan sistem, lebih dikarenakan lebih melihat kepada dokumentasi.  Orientasi yang kuat terhadap dokumen ini kadang kala melupakan aspek implementasi yang dijalankan dalam sistem.

Bagaimana perusahaan Anda mengembangkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan? Pastikan proses dijalankan dengan tepat dan efektif untuk membangun sistem yang ada. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Jumat, 07 September 2018

Training ISO 22000:2018 : Bagaimana Menjawab Tantangan Efisensi Bisnis Dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Banyak perusahaan melihat penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah menjadi bagian dari proses yang menyebabkan penambahan biaya dalam perusahaan.  Untuk menjawab tantangan tersebut, versi terbaru dari ISO 22000 dapat memberikan gambaran bagaimana perusahaan bisa lebih mengoptimalkan dan mengefisienkan bisnis serta industri pangan.  

Para pelaku bisnis terkadang dihadapkan pada kondisi yang meragukan apakah keamanan pangan bisa menjadi bagian dari proses strategis untuk menjawab keamanan pangan.  Untuk menjawab tantangan tersebut tidak ada salahnya perusahaan mengikuti program pelatihan peningkatan ISO 22000:2018. Pelatihan ini bisa diikuti oleh perusahaan baik yang sudah memiliki sistem manajemen keamanan pangan maupun yang belum memiliki sistem manajemen keamanan pangan. 

Berikut adalah silabus pelatihan ISO 22000:2018 tersebut

Pelatihan hari ke-1
Mendesain Konsep Efisiensi yang Mengintegrasikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dan Bisnis Strategis
(a) Menyusun konteks organisasi (mendesain SWOT Analysis  dari Sistem Manajemen Keamamanan Pangan)
(b) Mendesain target dan sasaran perusahaan (Menetapkan rasio value keamanan pangan dan efisiensi)
(c)Menyusun Program Pencapaian
(d) Mendesain Evaluasi Pencapaian Program
(e) Menyusun Sistem Keamanan Pangan yang Mengintegrasikan Program
(f) Menyusun pengukuran aspek efiensi terkait dengan penerapan Sistem Keamanan Pangan (Prevention Cost danValue risk assessment)

Pelatihan hari ke-2
Menyusun Dokumen dan Form yang Sederhana dan Tepat
(a) Menyederhanakan dokumen dan form-form yang terkait dengan keamanan pangan
(b) Menyusun sistem analisis data dan hazard detection
(c) Menyusun sistem anti fraud dan fraud detection
(d) Workshop Penyusunan Dokumen-dokumen ISO 22000:2018
      (Manual HACCP, Prosedur, Pedoman dan Form)

Diharapkan dengan mengikuti pelatihan ini, perusahaan tidak hanya mampu untuk menyusun Sistem Manajemen Keamanan Pangan namun juga mampu untuk memastikan bahwa sistem manajemen keamanan pangan tersebut dapat dipergunakan perusahaan sebagai senjata strategis untuk memenangkan persaingan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)