Dalam proses penanganan keamanan pangan, salah satu hal yang terpenting terkait dengan proses pengendalian keamanan pangan adalah allergent. Dimana allergen adalah bahan protein yang bagi beberapa konsumen adalah bersifat asing dan dapat menimbulkan reaksi penolakan pada konsumen. Bahkan ditemukan beberapa kondisi konsumen bisa mengalami reaksi yang kuat bahkan dapat menyebabkan kematian. Mengingat tingkat resikonya, dalam pengelolaan keamanan pangan, konsep pengendalian resiko menjadi bagian penting ditetapkan sebagai bahaya.
(1) Pengendalian Bahan Baku
Memastikan komposisi yang terkait dengan bahan baku adalah bagian yang terpenting untuk dapat diidentifikasi terkait dengan isis bahan baku serta komposisi yang ada. Memastikan kembali bahwa seluruh status komponen bahan pangan terkendali. Hal yang pasti untuk tidak boleh dilewatkan adalah memahami konsep allergen berdasarkan pada regulasi yang telah ditetapkan.
(2) Pengendalian Proses
Memastikan bahwa penanganan serta penggunaan peralatan dilakukan pemisahan yang tepat, sehingga kontaminan yang mengandung allergen tidak mendapatkan cemaran antara allergen. Bagaimana proses dipastikan terkendali dengan batasan komponen allergen yang ada. Pemastian bahwa sanitasi dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan untuk mencegah adanya kontaminasi benda asing ataupun material lain yang dapat mengendalikan resiko allergen.
(3) Pengendalian Label
Melakukan proses pengendalian atas status label yang dipergunakan. Label adalah sebagai bagian penting dalam pemberian tanda terkait dengan status allergen dalam produk.
Lalu bagaimana dengan proses pengendalian atas aspek allergen yang dijalankan dalam perusahaan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan pengendalian keamanan pangan dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Rabu, 30 November 2016
Pengelolaan Keamanan Pangan pada Produk Pangan Frozen
Dalam pelaksanaan Sistem Keamanan Pangan, pengelolaan sistem manajemen kemanan pangan pada industri produk frozen adalah sangat kritikal dan membutuhkan suatu perhatian khusus dalam proses penanganannya. Mengapa produk frozen sangat membutuhkan suatu bentuk perhatian khusus?
Produk frozen adalah produk yang diolah sedemikian rupa dan hygienis, sehingga satu-satunya pengendalian yang dapat dilakukan dalam produk adalah temperatur itu sendiri. Melihat hal tersebut, pengolahan harus dapat dipastikan dijalankan dengan seaman dan sebersih mungkin, sehingga potensi kerusakan selama proses penanganan pada temperatur frozen dapat dikendalian secara tepat dan efektif.
Berikut adalah hal yang terpenting yang harus menjadi fokus dalam industri pangan ketika melakukan proses pengelolaan.
(1) Penetapan Resiko Produk
Dalam mendesain Sistem Manajemen Keamanan Pangan, perusahaan melakukan penetapan atas status resiko yang ditemukan dalam proses penanganan produk. Salah satu pertimbangan atas resiko selain dari material/ bahan baku, termasuk potensi cara konsumsi ataupun cara konsumsi yang tidak direkomendasikan dijalankan dalam proses penanganan produk tersebut.
(2) Analisis Metode Proses Produk
Produk yang diproses dengan melalui jalur rantai dingin tentu saja berbeda dengan produk yang dicampur dalam dua tahapan proses, yaitu tahapan proses pemasakan dan pembekuan. Bagaimana perusahaan memastikan bahwa tahapan proses pengolahan tersebut dijalankan sesuai tingkatan resiko yang muncul.
Bagaimana perusahaan memastikan status pengelolaan keamanan pangan dijalankan dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan bahwa Sistem Manajemen Keamanan Pangan dalam perusahaan Anda dijalankan secara tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Produk frozen adalah produk yang diolah sedemikian rupa dan hygienis, sehingga satu-satunya pengendalian yang dapat dilakukan dalam produk adalah temperatur itu sendiri. Melihat hal tersebut, pengolahan harus dapat dipastikan dijalankan dengan seaman dan sebersih mungkin, sehingga potensi kerusakan selama proses penanganan pada temperatur frozen dapat dikendalian secara tepat dan efektif.
Berikut adalah hal yang terpenting yang harus menjadi fokus dalam industri pangan ketika melakukan proses pengelolaan.
(1) Penetapan Resiko Produk
Dalam mendesain Sistem Manajemen Keamanan Pangan, perusahaan melakukan penetapan atas status resiko yang ditemukan dalam proses penanganan produk. Salah satu pertimbangan atas resiko selain dari material/ bahan baku, termasuk potensi cara konsumsi ataupun cara konsumsi yang tidak direkomendasikan dijalankan dalam proses penanganan produk tersebut.
(2) Analisis Metode Proses Produk
Produk yang diproses dengan melalui jalur rantai dingin tentu saja berbeda dengan produk yang dicampur dalam dua tahapan proses, yaitu tahapan proses pemasakan dan pembekuan. Bagaimana perusahaan memastikan bahwa tahapan proses pengolahan tersebut dijalankan sesuai tingkatan resiko yang muncul.
Bagaimana perusahaan memastikan status pengelolaan keamanan pangan dijalankan dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan bahwa Sistem Manajemen Keamanan Pangan dalam perusahaan Anda dijalankan secara tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Sabtu, 06 Agustus 2016
ISO 22000 adalah Bukan Sertifikasi Belaka
Dalam era kompetisi industri pangan yang semakin sengit saat ini, banyak perusahaan pangan harus dapat memastikan adanya nilai tambah yang dapat dijalankan dalam pengembangan pasar. Namun dalam kondisi aktualnya banyak perusahaan salah mengartikan program sertifikasi hanya berkisar pada biaya dan status "asal" mendapatkan sertifikasi tanpa disertai dengan komitmen dan aplikasi sistem yang tepat. Banyak perusahaan yang melupakan esensi atas fungsi dan kegunaan terkait dengan pelaksanaan program sertifikasi ISO 22000.
Berikut adalah alasan mengapa perusahaan sebaiknya menjalankan program Sertifikasi ISO 22000 secara "normal".
(1) Perbaikan Kualitas Sistem
Berbeda denga HACCP, penerapan ISO 22000 melaukan pendekatan sistem dengan desain PDCA yang efektif berdasarkan pada kemanan pangan. Penetapan target atas tujuan yang ingin dicapai oleh sistem dijalankan untuk mengevaluasi sejauhmana sistem berjalan efektif. Tentu saja hal ini menyebabkan adalah pola perbaikan berkesinambungan mungul dalam desain sistem untuk kemudian ditetapkan dalam desain sistem.
(2) Perbaikan Kinerja SDM (Sumber Daya Manusia)
Dalam ISO 22000, perusahaan menetapkan desain kompetensi yang ditetapkan sebagai bentuk pengendali resiko atas keamanan pangan. Kompetensi organisasi dipersyaratkan untuk kemudian dijalankan dalam mengelola sistem operasional keamanan pangan.
(3) Pendekatan Measurement Control secara tepat
Pendekatan klausul yang sistematis memastikan bahwa measurement control adalah bagian penting sebagai penghilang resiko menjadi bagian penting. Analisis data dijalankan secara efektif berdasarkan pada data terkait dengan pelaksanaan validasi dalam organisasi.
Bagaimana? Tentunya menarik bagi organisasi/ perusahaan untuk dapat menjalankan ISO 22000 bukan berdasarkan pada sertifikasi saja. Apabila dijalankan dengan tepat, ISO 22000 amat sangat dapat membantu perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Berikut adalah alasan mengapa perusahaan sebaiknya menjalankan program Sertifikasi ISO 22000 secara "normal".
(1) Perbaikan Kualitas Sistem
Berbeda denga HACCP, penerapan ISO 22000 melaukan pendekatan sistem dengan desain PDCA yang efektif berdasarkan pada kemanan pangan. Penetapan target atas tujuan yang ingin dicapai oleh sistem dijalankan untuk mengevaluasi sejauhmana sistem berjalan efektif. Tentu saja hal ini menyebabkan adalah pola perbaikan berkesinambungan mungul dalam desain sistem untuk kemudian ditetapkan dalam desain sistem.
(2) Perbaikan Kinerja SDM (Sumber Daya Manusia)
Dalam ISO 22000, perusahaan menetapkan desain kompetensi yang ditetapkan sebagai bentuk pengendali resiko atas keamanan pangan. Kompetensi organisasi dipersyaratkan untuk kemudian dijalankan dalam mengelola sistem operasional keamanan pangan.
(3) Pendekatan Measurement Control secara tepat
Pendekatan klausul yang sistematis memastikan bahwa measurement control adalah bagian penting sebagai penghilang resiko menjadi bagian penting. Analisis data dijalankan secara efektif berdasarkan pada data terkait dengan pelaksanaan validasi dalam organisasi.
Bagaimana? Tentunya menarik bagi organisasi/ perusahaan untuk dapat menjalankan ISO 22000 bukan berdasarkan pada sertifikasi saja. Apabila dijalankan dengan tepat, ISO 22000 amat sangat dapat membantu perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Minggu, 31 Juli 2016
Food Security Program
Program penerapan keamanan pangan selain melihat pada penerapan program pencegahan kontaminasi juga menjalankan program pencegahan atas sabotase atau penipuan atas produk (food adulteration). Program keamanan produk dijalankan untuk memastikan bahwa produk pangan adalah benar-benar terjaga dan tercegah dari seluruh potensi tidak aman yang berpotensi muncul ke dalam produk pangan.
Lalu bagaimana program tersebut dijalankan dalam perusahaan?
Tahap 1: Penetapan Sistem Kontrol Akses
Perusahaan harus dapat memastikan bahwa kontrol akses ditetapkan secara tepat pada area- area yang ditetapkan memiliki resiko tinggi. Penetapan atas pengendalian visitor serta pegawai yang masuk ke dalam area dengan titik kritis tinggi dan beresiko tinggi.
Tahap 2: Penetapan Prosedur Security
Memastikan adanya prosedur security yang dapat memastikan bahwa program keamanan dijalanan dalam perusahaan secara tepat. Program patroli, review atas catatan/ log keluar masuk barang serta personel ke dalam area kritis.
Tahap 3: Pengendalian Pemasok dan Visitor
Memastikan bahwa seluruh pemasok dan visitor diberikan sosialisasi dan informasi terkait dengan tata cara untuk masuk ke dalam area pabrik/ perusahaan. Pemberian identitas khusus untuk memastikan bahwa seluruh resiko tertangani dengan tepat dan baik.
Tahap 4: Proses Risk Assessment
Menjalankan proses penilaian atas resiko yang muncul untuk memastikan bahwa seluruh resiko terlah terukur dan terkendali. Proses atas risk assessment dijalankan berdasarkan pada hasil survey pekerjaan yang dijalankan dalam perusahaan.
Bagaimana proses pelaksanaan Food Security Program di perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memastikan bahwa Sistem Manajemen Keamanan Pangan dijalankan secara tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Lalu bagaimana program tersebut dijalankan dalam perusahaan?
Tahap 1: Penetapan Sistem Kontrol Akses
Perusahaan harus dapat memastikan bahwa kontrol akses ditetapkan secara tepat pada area- area yang ditetapkan memiliki resiko tinggi. Penetapan atas pengendalian visitor serta pegawai yang masuk ke dalam area dengan titik kritis tinggi dan beresiko tinggi.
Tahap 2: Penetapan Prosedur Security
Memastikan adanya prosedur security yang dapat memastikan bahwa program keamanan dijalanan dalam perusahaan secara tepat. Program patroli, review atas catatan/ log keluar masuk barang serta personel ke dalam area kritis.
Tahap 3: Pengendalian Pemasok dan Visitor
Memastikan bahwa seluruh pemasok dan visitor diberikan sosialisasi dan informasi terkait dengan tata cara untuk masuk ke dalam area pabrik/ perusahaan. Pemberian identitas khusus untuk memastikan bahwa seluruh resiko tertangani dengan tepat dan baik.
Tahap 4: Proses Risk Assessment
Menjalankan proses penilaian atas resiko yang muncul untuk memastikan bahwa seluruh resiko terlah terukur dan terkendali. Proses atas risk assessment dijalankan berdasarkan pada hasil survey pekerjaan yang dijalankan dalam perusahaan.
Bagaimana proses pelaksanaan Food Security Program di perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memastikan bahwa Sistem Manajemen Keamanan Pangan dijalankan secara tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Jumat, 29 Juli 2016
Penerapan FSSC dalam Industri Kemasan
Dalam era pemastian jaminan kepada konsumen, adalah sangat penting bagi perusahaan mengikuti standar persyaratan yang terbaik. Dalam industri keamanan pangan, aplikasi atas penanganan keamanan pangan dikembangkan dalam sistem seperti ISO 22000, FSSC, BRC maupun lainnya.
Melihat pada kondisi retail yang ada, penerapan atas Sistem Manajemen Keamanan Pangan mengikuti dasar Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang telah disetujui oleh GFSI (Global Food Safety). Sehingga tidak salah, apabila perusahaan kemasan juga diminta untuk menjalankan penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.
Bagaimana penerapan konsep FSSC dijalankan pada perusahaan kemasan?
(1) Menyusun Proses Pre Requisite Program
Melakukan penetapan persyaratan yang digunakan untuk memastikan kontaminasi/ bahaya pangan dicegah kemunculannya. Bagaimana proses memastikan atas pencegahan yang terkait dengan bahaya pangan dari proses kemasan. Program PRP yang dibangun meliputi program kebersihan dan sanitas, penerapan GMP serta aplikasi dari Personel Hygiene. Bagaimana konsep program PRP ditetapkan dalam perusahaan untuk memastikan bahwa bahaya yang muncul dapat diminimalkan.
(2) Melakukan Proses Penyusunan HACCP
Melakukan proses penetapan HACCP terkait dengan pengendalian resiko untuk melakukan program pengendalian resiko. Konsep aplikasi pengendalian resiko dijalankan secara sinergi terkait dengan program pengembangan HACCP.
(3) Melakukan Proses Verifikasi dan Validasi Sistem Keamanan Pangan
Perusahaan kemasan harus memastikan terkait dengan verifikasi dan validasi terkait dengan keamanan pangan. Melakukan proses evaluasi terkait dengan program keamanan pangan untuk memastikan bahwa sistem pengendalian yang dijalankan harus tepat. Serta mengkonfirmasikan status kesesuaian sistem yang dibentuk dengan standar yang ada.
(4) Melakukan Proses Evaluasi Program Manajemen Keamanan Pangan
Melakukan proses analisis dan evaluasi terkait dengan pengelolaan program manajemen keamanan pangan yang dijalankan dalam perusahaan. Serta memastikan bagaimana tahapan atas proses dapat dijalankan secara konsisten. Penetapan atas target yang dipersyaratkan dalam Manajemen Keamanan Pangan harus dapat secara tepat terjalankan.
Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan program penerapan FSSC dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Melihat pada kondisi retail yang ada, penerapan atas Sistem Manajemen Keamanan Pangan mengikuti dasar Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang telah disetujui oleh GFSI (Global Food Safety). Sehingga tidak salah, apabila perusahaan kemasan juga diminta untuk menjalankan penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.
Bagaimana penerapan konsep FSSC dijalankan pada perusahaan kemasan?
(1) Menyusun Proses Pre Requisite Program
Melakukan penetapan persyaratan yang digunakan untuk memastikan kontaminasi/ bahaya pangan dicegah kemunculannya. Bagaimana proses memastikan atas pencegahan yang terkait dengan bahaya pangan dari proses kemasan. Program PRP yang dibangun meliputi program kebersihan dan sanitas, penerapan GMP serta aplikasi dari Personel Hygiene. Bagaimana konsep program PRP ditetapkan dalam perusahaan untuk memastikan bahwa bahaya yang muncul dapat diminimalkan.
(2) Melakukan Proses Penyusunan HACCP
Melakukan proses penetapan HACCP terkait dengan pengendalian resiko untuk melakukan program pengendalian resiko. Konsep aplikasi pengendalian resiko dijalankan secara sinergi terkait dengan program pengembangan HACCP.
(3) Melakukan Proses Verifikasi dan Validasi Sistem Keamanan Pangan
Perusahaan kemasan harus memastikan terkait dengan verifikasi dan validasi terkait dengan keamanan pangan. Melakukan proses evaluasi terkait dengan program keamanan pangan untuk memastikan bahwa sistem pengendalian yang dijalankan harus tepat. Serta mengkonfirmasikan status kesesuaian sistem yang dibentuk dengan standar yang ada.
(4) Melakukan Proses Evaluasi Program Manajemen Keamanan Pangan
Melakukan proses analisis dan evaluasi terkait dengan pengelolaan program manajemen keamanan pangan yang dijalankan dalam perusahaan. Serta memastikan bagaimana tahapan atas proses dapat dijalankan secara konsisten. Penetapan atas target yang dipersyaratkan dalam Manajemen Keamanan Pangan harus dapat secara tepat terjalankan.
Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan program penerapan FSSC dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Kamis, 21 Juli 2016
Sertifikasi Eco Label dalam Industri Perikanan
Salah satu strategi penting dalam pengembangan produk khususnya retail baik itu food maupun non food adalah ecolabel atau sertifikasi sustainability, khususnya dalam bidang perikanan. Dalam menghadapi kompetisi bisnis yang kuat, setiap pelaku industri melakukan kompetisi untuk secara kualitatif dan nilai jual lebih baik antara satu dengan lainnya.
Berikut adalah beberapa produk sertifikasi Eco Label yang dapat dijadikan alternatif penting bagi industri perikanan.
(1) Best Aquaculture Practice
Program sertifikasi ini menjalankan konsep rantai pangan secara efektif. Penetapan alir traceability produk sampai dengan pakan dimana produk perikanan menggunakannya. Konsep sistem yang dijalankan adalah dengan mensinergikan antara Sistem Manajemen Mutu, Sistem Manajemen Lingkungan serta Sistem Manajemen K3. Dalam prinsip penerapan sistem ini, terdapat apresiasi atas industri apabila mereka mempergunakan pemasok yang juga telah tersertifikasi.
(2) Aquaculture Stewardship Council
Program sertifikasi yang dijalankan pada kelompok hulu yaitu para pelaksana Aquaculture. Konsep sertifikasi ini sangat berfokus terhadap proses pengelolaan atas seluruh stakeholder dan proses yang dijalankan sesuai dengan standar persyaratan lingkungan, sustainability serta keamanan pangan produk. Aspek ethical juga dijalankan pada pekerja termasuk di dalamnya adalah stakeholder yang terlibat.
(3) Marine Stewardship Council
Berbeda dengan Aquaculture Stewardship Council, program sertifikasi dari Marine Stewardship Council adalah lebih menekankan kepada program sertifikasi yang terkait dengan proses penangan atas hasil tangkap. Penetapan aspek ekologi serta sustainability dan pengamanan kualitas serta kemanan pangan.
Bagaimana dengan penerapan program sertifikasi Eco Label dalam industri perikanan di tetmpat Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan sistem yang ada. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Berikut adalah beberapa produk sertifikasi Eco Label yang dapat dijadikan alternatif penting bagi industri perikanan.
(1) Best Aquaculture Practice
Program sertifikasi ini menjalankan konsep rantai pangan secara efektif. Penetapan alir traceability produk sampai dengan pakan dimana produk perikanan menggunakannya. Konsep sistem yang dijalankan adalah dengan mensinergikan antara Sistem Manajemen Mutu, Sistem Manajemen Lingkungan serta Sistem Manajemen K3. Dalam prinsip penerapan sistem ini, terdapat apresiasi atas industri apabila mereka mempergunakan pemasok yang juga telah tersertifikasi.
(2) Aquaculture Stewardship Council
Program sertifikasi yang dijalankan pada kelompok hulu yaitu para pelaksana Aquaculture. Konsep sertifikasi ini sangat berfokus terhadap proses pengelolaan atas seluruh stakeholder dan proses yang dijalankan sesuai dengan standar persyaratan lingkungan, sustainability serta keamanan pangan produk. Aspek ethical juga dijalankan pada pekerja termasuk di dalamnya adalah stakeholder yang terlibat.
(3) Marine Stewardship Council
Berbeda dengan Aquaculture Stewardship Council, program sertifikasi dari Marine Stewardship Council adalah lebih menekankan kepada program sertifikasi yang terkait dengan proses penangan atas hasil tangkap. Penetapan aspek ekologi serta sustainability dan pengamanan kualitas serta kemanan pangan.
Bagaimana dengan penerapan program sertifikasi Eco Label dalam industri perikanan di tetmpat Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan sistem yang ada. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Selasa, 19 Juli 2016
Memahami Kebutuhan Sertifikasi GFSI dalam Industri Pangan/ Perikanan
Dalam era globalisasi, adalah sangat penting bagi industri pangan/ perikanan untuk dapat meningkatkan nilai jual terhadap produk dengan menjalankan program sertifikat GFSI. Pelaksanaan program sertifikasi untuk dapat memastikan bahwa industri pangan/ perikanan telah memenuhi persyaratan ISO 22000 dan ISO TS 22001.
Kebutuhan dari sertifikasi GFSI tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa industri pangan tersebut telah sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan. Perbedaan antara sertifikasi GFSI dan Non GFSI adalah pada proses pengendalian efektif.
Dalam penerapan ISO 22000, dapat dipastikan bahwa perusahaan harus memastikan adanya suatu pengendalian efektif. Namun metode dan teknik pengendaliannya dikembalikan ke dalam analisis logis dari perusahaan ketika melakukan analisis bahaya.
Namun dalam program sertifikasi GFSI, konsep pengendalian atas pengendalian efektif ditetapkan secara ketat dan intensif untuk dapat memastikan resiko terminimalkan. Proses pengendalian resiko dijalankan secara ketat dan dengan persyaratan yang bersifat baku meskipun tidak menghilangkan prinsip logis dari standar manajemen keamanan pangan.
Sudah siapkah perusahaan Anda untuk menjalankan program sertifikasi GFSI? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk menjalankan program manajemen keamanan pangan yang efektif dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Kebutuhan dari sertifikasi GFSI tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa industri pangan tersebut telah sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan. Perbedaan antara sertifikasi GFSI dan Non GFSI adalah pada proses pengendalian efektif.
Dalam penerapan ISO 22000, dapat dipastikan bahwa perusahaan harus memastikan adanya suatu pengendalian efektif. Namun metode dan teknik pengendaliannya dikembalikan ke dalam analisis logis dari perusahaan ketika melakukan analisis bahaya.
Namun dalam program sertifikasi GFSI, konsep pengendalian atas pengendalian efektif ditetapkan secara ketat dan intensif untuk dapat memastikan resiko terminimalkan. Proses pengendalian resiko dijalankan secara ketat dan dengan persyaratan yang bersifat baku meskipun tidak menghilangkan prinsip logis dari standar manajemen keamanan pangan.
Sudah siapkah perusahaan Anda untuk menjalankan program sertifikasi GFSI? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk menjalankan program manajemen keamanan pangan yang efektif dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Sabtu, 02 Juli 2016
Jumat, 01 Juli 2016
Program Pelatihan HACCP Industri Burung Walet
Apakah Anda pelaku bisnis burung wallet? Dimana posisi Anda saat ini, apakah Anda hanya menyuplai bahan baku, atau sudah mengembangkan proses pengemasan dengan merk orang lain ataupun dengan merk sendiri, ataupun perusahaan Anda telah mengembangkan proses terintegrasi dengan berbagai macam produk turunan? Dimana pun posisi Anda saat ini, ada baiknya perusahaan dapat menjalankan Sistem Keamanan Pangan secara tepat dan efektif. Mengingat salah satu persyaratan utama dan penting untuk dijalankan oleh eksportir burung walet adalah memiliki Sistem Manajemen Keamanan Pangan.
Apakah proses penyusunan Sistem Manajemen Keamanan Pangan sulit dan berinvestasi tinggi? Ada baiknya perusahaan sebelum memutuskan untuk menjalankan program manajemen kemanan pangan, terlebih dahulu mengikuti program pelatihan HACCP khusus pada industri burung walet. Adapun pelatihan 2 (dua) hari yang dijalankan oleh perusahaan adalah berbentuk workshop dan perusahaan akan mendapatkan templatw SOP serta manual HACCP.
Berikut agenda program pelatihan yang dapat dilakukan oleh perusahaan
Hari Pertama: Pemahaman Keamanan Pangan
(1)Memahami GMP & SSOP perusahaan
(2) Memahami prinsip penyusunan HACCP
(3) Memahami bahaya keamanan pangan dan issue keamanan pangan dalam industri burung walet
(4) Workshop Penyuusunan manual GMP & SSOP
Hari Kedua: Workshop Penyusunan Manual HACCP
(1) Proses latihan dan praktek tata cara penyusunan HACCP
(2) Pemahaman mekanisme sertifikasi HACCP
(3) Pengalaman perusahaan yang telah menerapkan program HACCP
Diharapkan dengan program pelatihan ini, perusahaan dapat mengaplikasikan program keamanan pangan dasar secara tepat dan efektif. Memastikan sistem keamanan tersedia dan terimplementasikan adalah suatu proses investasi bisnis yang tidak dapat ditawar dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Apakah proses penyusunan Sistem Manajemen Keamanan Pangan sulit dan berinvestasi tinggi? Ada baiknya perusahaan sebelum memutuskan untuk menjalankan program manajemen kemanan pangan, terlebih dahulu mengikuti program pelatihan HACCP khusus pada industri burung walet. Adapun pelatihan 2 (dua) hari yang dijalankan oleh perusahaan adalah berbentuk workshop dan perusahaan akan mendapatkan templatw SOP serta manual HACCP.
Berikut agenda program pelatihan yang dapat dilakukan oleh perusahaan
Hari Pertama: Pemahaman Keamanan Pangan
(1)Memahami GMP & SSOP perusahaan
(2) Memahami prinsip penyusunan HACCP
(3) Memahami bahaya keamanan pangan dan issue keamanan pangan dalam industri burung walet
(4) Workshop Penyuusunan manual GMP & SSOP
Hari Kedua: Workshop Penyusunan Manual HACCP
(1) Proses latihan dan praktek tata cara penyusunan HACCP
(2) Pemahaman mekanisme sertifikasi HACCP
(3) Pengalaman perusahaan yang telah menerapkan program HACCP
Diharapkan dengan program pelatihan ini, perusahaan dapat mengaplikasikan program keamanan pangan dasar secara tepat dan efektif. Memastikan sistem keamanan tersedia dan terimplementasikan adalah suatu proses investasi bisnis yang tidak dapat ditawar dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Minggu, 12 Juni 2016
Implementasi BAP dalam Industri Perikanan
Dalam industri perikanan dan budi daya perikanan, aplikasi yang terkait dengan penerapan pembaharuan sumber daya dan lingkungan hidup adalah penting dalam industri perikanan. Bagaimana perusahaan memastikan bahwa komitmen atas kualitas, keamanan pangan dan sustainability dijalankan oleh perusahaan?
Tahap Pertama, Memastikan Kesesuaian Kualitas dan Keamanan Pangan
Pemastian bahwa bidang perikanan menghasilkan produk perikanan yang berkualitas serta aman di konsumsi mulai dari hulu sampai dengan hilir. Termasuk di dalamnya adalah memastikan bahwa pakan yang dipergunakan adalah pakan yang berkualitas. Pemenuhan seluruh persyaratan yang ditetapkan terkait dengan kualitas dan keamanan pangan harus dipastikan dijalankan.
Penerapan atas program sanitasi dan GMP adalah mutlak selain persyaratan dari keamanan pangan HACCP dijalankan. Penetapan atas manual serta Sistem Manajemen Mutu QMS adalah menjadi bagian penting yang harus dijalankan dalam sistem yang dimaksudkan tersebut.
Tahap Kedua, Pemastian Kesesuaian Terkait dengan Lingkungan
Bagaimana proses dipastikan sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan dalam lingkungan. Penggunaan bahan kimia berbahaya serta penanganan limbah yang dapat muncul. Setiap tahapan proses harus dapat dipastikan sesuai dengan persyaratan lingkungan yang telah ditetapkan.
Tahap Ketiga, Kesesuaian terkait dengan Ethical Program
Perusahaan harus dapat memastikan bahwa konsep ethical terjalankan sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah atas ketenagakerjaan, termasuk di dalamnya adalah jaminan sosial, kesehatan serta kesesuaian atas sistem pengupahan.
Proses pembuatan dan pelaksanaan audit dapat dilakukan oleh badan sertifikasi yang telah ditunjuk oleh BAP. Lakukan program perbaikan dan pengembangan atas sistem sertifikasi BAP untuk dapat meningkatkan nilai jual produk. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan usaha perikanan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Kamis, 09 Juni 2016
Global GAP sebagai Komitmen Keamanan Pangan pada Proses Pertanian
Keamanan Pangan, tidak hanya terkait dengan program keamanan pangan dalam proses produksi saja. Salah satu faktor dari keamanan pangan adalah bagaimana memastikan bahwa keamanan pangan tersebut juga berasal dari hulu (proses penanaman). Global GAP sebagai bentuk pemastikan bahwa proses keamanan pangan dijalankan dan menjamin bahwa keberlangsungan lingkungan berjalan.
Dengan menjalankan Global GAP sudah dapat dipastikan bahwa perusahaan/ usaha penanaman tersebut memiliki program implementasi yang tepat dan efektif atas:
(1) Sistem Manajemen Mutu
Dimana perusahaan di dalamnya dapat memastikan bahwa Sistem Manajemen Mutu dalam perusahaan terjalankan dengan baik. Bagaimana suatu aplikasi penanaman dapat dipastikan telah menjamin bahwa hasil panen terprogram dan teraplikasi sesuai dengan standar persyaratan.
(2) Sistem Manajemen Keamanan Pangan
Sistem manajemen keamanan pangan, Global Gap memastikan bahwa usaha penanaman pangan telah dipastikan menjalankan proses penanaman pangan yang sesuai dengan persyaratan keamanan pangan. Termasuk di dalamnya adalah penanganan pasca panen atas produk pangan tersebut.
(3) Sistem Pemastian Jaminan Lingkungan
Dalam program sertifikasi Global GAP, usaha penanaman juga diminta untuk memastikan keberlangsugan dari lingkungan hidup. Tata cara untuk memastikan adanya tata kelola terhadap potensi polusi dan pencegahan pencemaran lingkunan yang melebihi ambang batas.
(4) Ethical Code
Pemastian jaminan atas keselamatan dan kesejahteraan pegawai menjadi poin penting dalam program sertifikasi Global GAP. Memastikan bahwa seluruh persyaratan atas ketenagakerjaan dijalankan adalah penting untuk memastikan kesesuaian atas status persyaratan Global GAP tersebut.
Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan efektif dalam program keamanan pangan program. Global GAP . (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Senin, 23 Mei 2016
Program Pengendalian CCP yang Tepat dan Efektif
Dalam proses penerapan HACCP di dalam perusahaan, proses pengendalian atas CCP adalah bagian penting untuk dijalankan. Lalu bagaimana program yang tepat bagi perusahaan dalam menjalankan program pengendalian CCP di dalam perusahaan.
Tahap Pertama: Penetapan Batas Kritis Operasional
Proses penetapan batas kritis operasional disusun berdasarkan kriteria yang mudah untuk dilakukan dalam perusahaan. Penetapan batas kritis operasional diusahakan berada pada titik yang lebih ketat dibandingkan dengan batas kritis hasil validasi dari referensi.
Tahap Kedua: Penetapan Program Monitoring
Pemastian bagaimana batas kritis operasional tersebut dijalankan adalah bagian yang penting. Perusahaan dapat menyusun SOP (Standard Operating Procedure) terkait dengan tata cara pemantauan atas program monitoring tersebut. Program Monitoring harus dijalankan dan disosialisasikan kepada personel operasional yang menjalankan kegiatan monitoring tersebut.
Tahap Ketiga: Program Verifikasi Program Monitoring
Proses pemeriksaan ulang atas kemampuan monitoring dapat mengendalikan batas kritis dijalankan perusahaan dengan berbagai macam cara. Salah satunya adalah melalui program kalibrasi, program verifikasi hasil akhir, dan program penanganan keluhan pelanggan.
Pastikan bahwa proses pengendalian CCP dalam perusahaan Anda dijalankan secara efektif. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam proses pengendalian CCP. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Tahap Pertama: Penetapan Batas Kritis Operasional
Proses penetapan batas kritis operasional disusun berdasarkan kriteria yang mudah untuk dilakukan dalam perusahaan. Penetapan batas kritis operasional diusahakan berada pada titik yang lebih ketat dibandingkan dengan batas kritis hasil validasi dari referensi.
Tahap Kedua: Penetapan Program Monitoring
Pemastian bagaimana batas kritis operasional tersebut dijalankan adalah bagian yang penting. Perusahaan dapat menyusun SOP (Standard Operating Procedure) terkait dengan tata cara pemantauan atas program monitoring tersebut. Program Monitoring harus dijalankan dan disosialisasikan kepada personel operasional yang menjalankan kegiatan monitoring tersebut.
Tahap Ketiga: Program Verifikasi Program Monitoring
Proses pemeriksaan ulang atas kemampuan monitoring dapat mengendalikan batas kritis dijalankan perusahaan dengan berbagai macam cara. Salah satunya adalah melalui program kalibrasi, program verifikasi hasil akhir, dan program penanganan keluhan pelanggan.
Pastikan bahwa proses pengendalian CCP dalam perusahaan Anda dijalankan secara efektif. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam proses pengendalian CCP. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Minggu, 22 Mei 2016
Pelatihan FSSC Packaging
Dalam aturan pangan yang terbaru, perhatian dalam keamanan pangan bukan hanya berorientasi pada produk pangan saja namun juga sudah melibatkan pada produk kemasan. Lalu bagaimana program pelatihan atas FSSC kemasan dijalankan dalam perusahaan.
Program pelatihan FSSC dalam perusahaan kemasan dapat dijalankan dengan menjalankan program pelatihan sebagai berikut.
(1) Pemahaman Prinsip Dasar PRP
Dalam program pelatihan ini, dilakukan proses penjelasan untuk dapat memastikan bahwa perusahaan memahami dasar-dasar persyaratan kemanan pangan (GMP dan SSOP) sesuai dengan ISO TS 22002:4.
(2) Pemahaman HACCP Kemasan
Pada tahapan pelatihan ini, perusahaan diberikan penjelasan mengenai potensi bahaya-bahaya yang muncul terkait dengan proses produksi dan material yang dipergunakan. Melakukan proses aplikasi prinsip-prinsip dasar yang dipersyaratkan kan dalam penyusunan HACCP.
(3) Pemahaman persyaratan dan standar ISO 22000 & ISO TS 22002:4
Perusahaan mendapatkan penjelasan klausul-klausul yang termuat dalam standar persyaratan ISO 22000 & ISO TS 22002:4. Dimana perusahaan menjalankan proses pelatihan terkait dengan penyusunan dokumentasi yang dipersyaratkan dalam standar.
Lakukan proses pengembangan program sistem manajemen keamanan pangan yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Pelatihan Praktis GMP Bagi Praktisi Industri Pangan
Saat ini banyak provider pelatihan menawarkan program pelatihan dengan sistem desk training (training yang dilakukan di ruangan dan meja). Dalam beberapa hal, training jenis ini akan menjadi kurang efektif apabila berhadapan dengan para praktisi industri pangan. Dimana dalam proses pelatihan tersebut praktisi dihadapkan pada beberapa program praktis yang dijalankan untuk memberikan pengetahuan atas dasar-dasar GMP.
Berikut adalah silabus pelatihan GMP praktis yang dapat dijalankan oleh perusahaan.
(1) Program Pelatihan: Basic Principle of GMP
Di dalam pelatihan ini, dijelaskan secara mendasar dari prinsip-prinsip dasar GMP yang dapat menjelaskan bagaimana konsep tata cara pengolahan produk pangan yang aman dan benar dijalankan. Prinsip dasar dijelaskan secara teoritis dan adaptif dengan kondisi lingkungan dari perusahaan.
(2) Program Pelatihan: Supervisory Leadership for Food Safety Management System
Ketaaatan atas prilaku pelaku proses selama kegiatan industri pangan dijalankan untuk memastikan bahwa kedisiplinan dan prilaku pelaku proses terkendali selama proses dan pelaksanaan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Sehingga prinsip atas dasar keamanan pangan dijalankan sebagai bentuk awareness dan bukan sebagai kewajiban yang mengekang.
(3) Program Pelatihan: Internal Audit GMP
Bagaimana memastikan penerapan GMP dijalankan perusahaan secara maksimal. Proses audit dilakukan untuk kemudian dilakukan evaluasi mengenai penerapan GMP. Program pelatihan ini bertujuan untuk menghasilkan internal auditor-internal auditor dari program GMP.
Bagaimana program pelatihan GMP dijalankan di perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Berikut adalah silabus pelatihan GMP praktis yang dapat dijalankan oleh perusahaan.
(1) Program Pelatihan: Basic Principle of GMP
Di dalam pelatihan ini, dijelaskan secara mendasar dari prinsip-prinsip dasar GMP yang dapat menjelaskan bagaimana konsep tata cara pengolahan produk pangan yang aman dan benar dijalankan. Prinsip dasar dijelaskan secara teoritis dan adaptif dengan kondisi lingkungan dari perusahaan.
(2) Program Pelatihan: Supervisory Leadership for Food Safety Management System
Ketaaatan atas prilaku pelaku proses selama kegiatan industri pangan dijalankan untuk memastikan bahwa kedisiplinan dan prilaku pelaku proses terkendali selama proses dan pelaksanaan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Sehingga prinsip atas dasar keamanan pangan dijalankan sebagai bentuk awareness dan bukan sebagai kewajiban yang mengekang.
(3) Program Pelatihan: Internal Audit GMP
Bagaimana memastikan penerapan GMP dijalankan perusahaan secara maksimal. Proses audit dilakukan untuk kemudian dilakukan evaluasi mengenai penerapan GMP. Program pelatihan ini bertujuan untuk menghasilkan internal auditor-internal auditor dari program GMP.
Bagaimana program pelatihan GMP dijalankan di perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Jumat, 20 Mei 2016
Penerapan HACCP/ ISO 22000 pada Industri Sarang Burung Walet
Secara strategis, kebutuhan atas ekspor produk burung walet sangat tinggi. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa persyaratan kualitas dan keamanan pangan atas produk tersebut juga sangat tinggi. Sehingga mau tidak mau, pemilik industri sarang burung walet harus mempertimbangkan kesiapan dalam mengembangkan Sistam Jaminan Keamanan Pangan pada industrinya.
Lalu bagaimana penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan diberlakukan pada Industri Sarang Burung Walet? Berikut adalah penerapan yang dapat dijalankan oleh pelaku industri tersebut.
Tahap Pertama, Penerapan GMP & SSOP
Meskipun lokasi usaha berada dalam kondisi minimalis ataupun sederhana. Namun standar persyaratan Food Hygiene harus dapat terpenuhi. Bagaimana kondisi lingkungan, bangunan, peralatan maupun individu pekerja dapat memenuhi standar persyaratan yang ditetapkan. Pemastian atas pest control maupun persyaratan standar keamanan pangan dapat terpenuhi.
Tahap Kedua, Pengendalian Bahaya Pangan
Bagaimana memastikan bahwa produk pangan yang dikonsumsi tersebut adalah aman untuk dikonsumsi dan dicegah dari resiko dimana mampu melampau limit/ batasan yang ditetapkan. Pengendalian atas penggunaan bahan kimia tambahan dipastikan adalah jenis bahan kimia yang aman untuk dikonsumsi dan berada pada kisaran yang aman. Beberapa pelaku industri sarang burung walet terkadang menambahkan pewarna ataupun material pengawet lainnya untuk meningkatkan umur simpan.
Tahapan Ketiga, Pengawasan dan Pengetahuan
Dalam proses keamanan pangan pangan, harus dapat dipastikan bahwa karyawan yang bekerja mendapatkan pengawasan dan pengetahuan yang memadai atas keamanan pangan. Pengembangan dalam bentuk pelatihan maupun sosialisasi adalah penting untuk dijalankankan dalam memastikan bahwa keamanan pangan dapat terjalankan secara maksimal.
Lakukan proses pencarian referensi eksternal atas Sistem Manajemen Keamanan Pangan dalam perusahaan Anda secara tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Lalu bagaimana penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan diberlakukan pada Industri Sarang Burung Walet? Berikut adalah penerapan yang dapat dijalankan oleh pelaku industri tersebut.
Tahap Pertama, Penerapan GMP & SSOP
Meskipun lokasi usaha berada dalam kondisi minimalis ataupun sederhana. Namun standar persyaratan Food Hygiene harus dapat terpenuhi. Bagaimana kondisi lingkungan, bangunan, peralatan maupun individu pekerja dapat memenuhi standar persyaratan yang ditetapkan. Pemastian atas pest control maupun persyaratan standar keamanan pangan dapat terpenuhi.
Tahap Kedua, Pengendalian Bahaya Pangan
Bagaimana memastikan bahwa produk pangan yang dikonsumsi tersebut adalah aman untuk dikonsumsi dan dicegah dari resiko dimana mampu melampau limit/ batasan yang ditetapkan. Pengendalian atas penggunaan bahan kimia tambahan dipastikan adalah jenis bahan kimia yang aman untuk dikonsumsi dan berada pada kisaran yang aman. Beberapa pelaku industri sarang burung walet terkadang menambahkan pewarna ataupun material pengawet lainnya untuk meningkatkan umur simpan.
Tahapan Ketiga, Pengawasan dan Pengetahuan
Dalam proses keamanan pangan pangan, harus dapat dipastikan bahwa karyawan yang bekerja mendapatkan pengawasan dan pengetahuan yang memadai atas keamanan pangan. Pengembangan dalam bentuk pelatihan maupun sosialisasi adalah penting untuk dijalankankan dalam memastikan bahwa keamanan pangan dapat terjalankan secara maksimal.
Lakukan proses pencarian referensi eksternal atas Sistem Manajemen Keamanan Pangan dalam perusahaan Anda secara tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Senin, 02 Mei 2016
Mengimplementasikan PRP dalam Industri Kemasan
Dalam industri kemasan pangan, penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah penting untuk dijalankan. Dan seperti industri pangan, industri kemasan juga diwajibkan untuk menjalankan PRP (Pre Requisite Program) atas standar keamanan pangan.
Lalu bagaimana langkah yang tepat untuk dapat mengimplementasikan keamanan pangan yang tepat dalam industri kemasan? Berikut adalah langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan.
Langkah Pertama, menjalankan program validasi atas PRP
Ada baiknya perusahaan melakukan validasi terkait dengan PRP yang akan dijalankan. Pemahaman atas faktor resiko serta referensi atas keamanan pangan dalam industri kemasan adalah penting untuk dipahami terlebih dahulu. Memastikan bahwa sistem ditetapkan berdasarkan rasio resiko dan terkendali untuk dapat memastikan bahwa keamanan pangan terpenuhi. Pemahaman atas analisis referensi terkait dengan bahan-bahan kimia yang dipergunakan juga adalah penting untuk dapat dipahami.
Langkah Kedua, Melakukan Proses Penyusunan SSOP dan GMP
Penetapan GMP dan SSOP harus dipastikan sesuai dengan tingkat resiko dan faktor keamanan yang muncul dalam Sistem Keamanan pangan tersebut. Sangat penting bagi perusahaan untuk dapat memastikan bahwa aspek keamanan pangan baik itu sanitasi maupun regulasi personel hygiene adalah applicable dan dapat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan.
Langkah Ketiga, Melakukan proses verifikasi
PRP yang telah disusun harus dipastikan terverifikasi. Perusahaan harus dapat memastikan bahwa program verifikasi tersusun dan terealisasi sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.
Bagaimana perusahaan Anda menjalankan Sistem Keamanan Pangan? Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengaplikasikan keamanan pangan dalam industri kemasan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Lalu bagaimana langkah yang tepat untuk dapat mengimplementasikan keamanan pangan yang tepat dalam industri kemasan? Berikut adalah langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan.
Langkah Pertama, menjalankan program validasi atas PRP
Ada baiknya perusahaan melakukan validasi terkait dengan PRP yang akan dijalankan. Pemahaman atas faktor resiko serta referensi atas keamanan pangan dalam industri kemasan adalah penting untuk dipahami terlebih dahulu. Memastikan bahwa sistem ditetapkan berdasarkan rasio resiko dan terkendali untuk dapat memastikan bahwa keamanan pangan terpenuhi. Pemahaman atas analisis referensi terkait dengan bahan-bahan kimia yang dipergunakan juga adalah penting untuk dapat dipahami.
Langkah Kedua, Melakukan Proses Penyusunan SSOP dan GMP
Penetapan GMP dan SSOP harus dipastikan sesuai dengan tingkat resiko dan faktor keamanan yang muncul dalam Sistem Keamanan pangan tersebut. Sangat penting bagi perusahaan untuk dapat memastikan bahwa aspek keamanan pangan baik itu sanitasi maupun regulasi personel hygiene adalah applicable dan dapat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan.
Langkah Ketiga, Melakukan proses verifikasi
PRP yang telah disusun harus dipastikan terverifikasi. Perusahaan harus dapat memastikan bahwa program verifikasi tersusun dan terealisasi sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.
Bagaimana perusahaan Anda menjalankan Sistem Keamanan Pangan? Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengaplikasikan keamanan pangan dalam industri kemasan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Jumat, 04 Maret 2016
Tahapan Initial Audit dalam Industri Pangan
Dalam menyusun Sistem Manajemen Keamanan Pangan, secara umum perusahaan tidak langsung dapat menjalankan program validasi berdasarkan data atau kajian operasional. Hal ini dapat dipahami mengingat bahwa pada saat proses awal, tentunya perusahaan tidak memiliki data yang mencukupi untuk dijadikan acuan validasi.
Lalu bagaiman perusahaan melakukan proses validasi? Terdapat 3 (tiga) cara untuk menjalankan proses validasi awal dalam industri pangan.
Cara 1, Referensi Ilmiah
Penggunaan atas referensi ilmiah dapat dipergunakan untuk melakukan proses manajemen pengelolaan pangan. Dalam beberapa hal, kegiatan referensi ilmiah ini nantinya perlu untuk dijustifikasi kembali untuk memastikan status validitasnya.
Cara 2, Tenaga Ahli/ Konsultan
Perusahaan dapat menggunakan jasa tenaga ahli/ konsultan untuk kepentingan atas validitas awal dari Sistem Keamanan Pangan yang disusun. Akan menjadi lebih baik lagi bagi perusahaan, apabila perusahaan tersebut menggunakan jasa konsultan yang sudah memiliki pengalaman yang memadai dalam proses penanganan keamanan pangan.
Cara 3, Verifikasi Data Awal
Tahapan ini dilakukan untuk memastikan bahwa sistem yang sudah terbentuk adalah dapat memastikan bahwa sistem yang disusun dapat menjamin pencegahan kontaminasi.
Bagaimana dengan proses validasi awal di perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memastikan bahwa Sistem Manajemen Keamanan Pangan dalam perusahaan Anda dapat berjalan secara efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Jumat, 26 Februari 2016
Sistem Manajemen Keamanan Pangan Produk Kemasan
Dalam produk kemasan, pengelolaan akan sistem manajemen keamanan pangan memiliki konsep strategis yang mirip dengan produk pangan non kemasan. Adapun sebelum menyusun sistem manajemen keamanan pangan, ada baiknya dilakukan proses klasifikasi atas produk kemasan tersebut. Pembagian atas klasifikasi tersebut terbagi menjadi.
(1) Produk High Risk
Produk dengan kualifikasi high risk adalah produk kemasan, dimana proses penanganan atas keamanan pangan dijalankan dengan sangat berhati-hati dan memiliki proses pengelolaan yang ketat dan insentif. Termasuk memastikan debu tidak masuk ke dalam area proses dan menyebabkan terperangkap di dalam kemasan plastik yang kemudian dapat memberikan resiko ke dalam produk.
(2) Produk High Care
Produk dengan kualifikasi high cara adalah produk kemasan yang berkategori sebagai kemasan sekunder. Dimana aspek kebersihan adalah penting namun hal yang paling kritikal dikendalikan adalah aspek komponen kimia yang membentuk material kemasan ini.
Demikian proses pengelolaan manajemen keamanan pangan dalam produk kemasan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan efektif terkait dengan proses pengelolaan keamanan pangan pada produk kemasan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
(1) Produk High Risk
Produk dengan kualifikasi high risk adalah produk kemasan, dimana proses penanganan atas keamanan pangan dijalankan dengan sangat berhati-hati dan memiliki proses pengelolaan yang ketat dan insentif. Termasuk memastikan debu tidak masuk ke dalam area proses dan menyebabkan terperangkap di dalam kemasan plastik yang kemudian dapat memberikan resiko ke dalam produk.
(2) Produk High Care
Produk dengan kualifikasi high cara adalah produk kemasan yang berkategori sebagai kemasan sekunder. Dimana aspek kebersihan adalah penting namun hal yang paling kritikal dikendalikan adalah aspek komponen kimia yang membentuk material kemasan ini.
Demikian proses pengelolaan manajemen keamanan pangan dalam produk kemasan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan efektif terkait dengan proses pengelolaan keamanan pangan pada produk kemasan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Selasa, 23 Februari 2016
Training FSSC Untuk Industri Pangan/ Perikanan
Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah suatu bentuk konsep yang
penting dan utama dalam industri perikanan. Selain memiliki sistem
HACCP, disarankan juga dalam industri perikanan untuk melakukan proses
set up FSSC (Food Safety System Certification). Lalu apa yang menjadi
nilai penting dari program pelatihan ini.
(1) Peserta training dapat melakukan proses pembuatan sistem manajemen ISO 22000
(2) Peserta training dapat memahami GMP, SSOP maupun penetapan sistem HACCP dalam Industri Perikanan
(3) Peserta training dapat memahami ISO TS-22000-1
(4) Peserta training dapat melakukan proses penyusunan dokumen ISO 22000
Pelatihan yang dilakukan berdurasi dua (2) hari dengan detail program pelatihan yang dijalankan adalah sebagai berikut:
Hari Pertama
Pemahaman konsep keamanan pangan dalam industri perikanan
Pemahaman GMP, SSOP dan HACCP
Pemahaman tahapan penyusunan manual HACCP
Pemahaman tahapan penyusunan dokumen GMP dan SSOP
Proses evaluasi sistem
Hari Kedua
Pemahaman ISO 22000
Pemahaman ISO TS-22000-1
Pemahaman FSSC
Proses penyusunan dokumen ISO
Pengembangan sistem manajemen keamanan pangan adalah bentuk komitmen tentang bagaimana industri anda menjamin kualitas dan keamanan konsumen. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
(1) Peserta training dapat melakukan proses pembuatan sistem manajemen ISO 22000
(2) Peserta training dapat memahami GMP, SSOP maupun penetapan sistem HACCP dalam Industri Perikanan
(3) Peserta training dapat memahami ISO TS-22000-1
(4) Peserta training dapat melakukan proses penyusunan dokumen ISO 22000
Pelatihan yang dilakukan berdurasi dua (2) hari dengan detail program pelatihan yang dijalankan adalah sebagai berikut:
Hari Pertama
Pemahaman konsep keamanan pangan dalam industri perikanan
Pemahaman GMP, SSOP dan HACCP
Pemahaman tahapan penyusunan manual HACCP
Pemahaman tahapan penyusunan dokumen GMP dan SSOP
Proses evaluasi sistem
Hari Kedua
Pemahaman ISO 22000
Pemahaman ISO TS-22000-1
Pemahaman FSSC
Proses penyusunan dokumen ISO
Pengembangan sistem manajemen keamanan pangan adalah bentuk komitmen tentang bagaimana industri anda menjamin kualitas dan keamanan konsumen. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Senin, 22 Februari 2016
Program Pelatihan dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan
Penetapan program pelatihan menjadi bagian penting yang wajib diterapkan dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Dalam persyaratan yang ditetapkan dalam Codex Alimetarius mengenai Sistem Manajemen Keamanan Pangan, diseutkan bahwa program pelatihan Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah Personel Hygiene, Pelatihan Allergent, Pelatihan Chemical Control, serta Pelatihan Food Security Program.
(1) Pelatihan Personel Hygiene
Pelatihan yang terkait dengan personel hygiene adalah pelatihan yang terkait dengan aspek sanitasi personel. Dimana dalam program tersebut karyawan diajarkan mengenai tata cara terkait dengan proteksi atas pencemaran kontaminasi yang terkait. Program pemastian sistem ini dipastikan untuk menjamin bahwa karyawan memiliki sikap dan prilaku yang dapat menjamin status keamanan pangan dalam produk.
(2) Pelatihan Allergent
Perusahaan harus memastikan bahwa sistem pengendalian allergent dijalankan, adanya pemahaman terhadap material-material allergent serta bagaimana kontaminasi silang pada allergent dapat dicegah. Aplikasi dan realisasi atas program allergent dapat dipastikan dijalankan secara efektif dalam perusahaan.
(3) Pelatihan Chemical Control
Pengendalian atas material bahan kimia dijalankan sesuai dengan standar persyaratan dengan membedakan antara material komia food dan non food. Dipastikan bahwa material kimia non food tidak diperbolehkan dipergunakan dalam area proses produksi. Pemisahan dijalankan dalam bentuk separasi fisik dan separasi non fisik (administrasi)
(4) Pelatihan Food Security Program
Sistem pengendalian untuk mencegah seluruh potensi sabotase dan pemalsuan produk. Sistem proteksi dijalankan pada personel yang akan memasuki area proses produksi, termasuk di dalamnya adanya pencatatan dan screening untuk tamu yang masuk. Komitmen atas jaminan praktek anti pemalsuan juga dijalankan agar dapat memastikan potensi pemalsuan bisa dicegah dapat terjadi.
Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk memastikan bahwa perusahaan menjalankan program pelatihan keamanan pangan. Pengembangan program pelatihan yang terkait dengan keamanan pangan harus dipastikan dijalankan dengan tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
(1) Pelatihan Personel Hygiene
Pelatihan yang terkait dengan personel hygiene adalah pelatihan yang terkait dengan aspek sanitasi personel. Dimana dalam program tersebut karyawan diajarkan mengenai tata cara terkait dengan proteksi atas pencemaran kontaminasi yang terkait. Program pemastian sistem ini dipastikan untuk menjamin bahwa karyawan memiliki sikap dan prilaku yang dapat menjamin status keamanan pangan dalam produk.
(2) Pelatihan Allergent
Perusahaan harus memastikan bahwa sistem pengendalian allergent dijalankan, adanya pemahaman terhadap material-material allergent serta bagaimana kontaminasi silang pada allergent dapat dicegah. Aplikasi dan realisasi atas program allergent dapat dipastikan dijalankan secara efektif dalam perusahaan.
(3) Pelatihan Chemical Control
Pengendalian atas material bahan kimia dijalankan sesuai dengan standar persyaratan dengan membedakan antara material komia food dan non food. Dipastikan bahwa material kimia non food tidak diperbolehkan dipergunakan dalam area proses produksi. Pemisahan dijalankan dalam bentuk separasi fisik dan separasi non fisik (administrasi)
(4) Pelatihan Food Security Program
Sistem pengendalian untuk mencegah seluruh potensi sabotase dan pemalsuan produk. Sistem proteksi dijalankan pada personel yang akan memasuki area proses produksi, termasuk di dalamnya adanya pencatatan dan screening untuk tamu yang masuk. Komitmen atas jaminan praktek anti pemalsuan juga dijalankan agar dapat memastikan potensi pemalsuan bisa dicegah dapat terjadi.
Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk memastikan bahwa perusahaan menjalankan program pelatihan keamanan pangan. Pengembangan program pelatihan yang terkait dengan keamanan pangan harus dipastikan dijalankan dengan tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Minggu, 21 Februari 2016
Penerapan SNI dalam Industri Pangan
Pada tahun 2015, adalah sangat penting bagi perusahaan untuk dapat menerapkan SNI sebagai bagian dari kepatuhan regulasi dan penambahan nilai kompetitif bagi perusahaan. Lalu bagaimana proses penerapan SNI dalam industri pangan. Bagaimana proses implementasi yang tepat dengan mengkombinasikannya dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.
Secara prinsip penerapan SNI lebih difokuskan kepada penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008, dimana perusahaan dipastikan untuk menjalankan sistem sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan dalam ISO 9001:2008. Namun, mengingat bahwa parameter atas keamanan pangan juga menjadi prasyarat dalam atribut kualitas dalam SNI, ada baiknya perusahaan juga menjalankan persyaratan standar keamanan pangan HACCP ke dalam sistem yang disusun.
Dokumentasi yang disusun dalam perusahaan berupa integrasi antara sistem ISO 9001:2008 dan HACCP. Mengingat penerapan sistem dapat dijalankan berintegrasi, maka seluruh kegiatan atas kedua sistem tersebut dapat daijalankan bersamaan. Tujuan dari penerapan ini dijalankan untuk dapat memastikan bahwa selain kualitas tercapai, aspek keamanan pangan pada produk pun tercapai. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam program penerapan keamanan pangan perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Secara prinsip penerapan SNI lebih difokuskan kepada penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008, dimana perusahaan dipastikan untuk menjalankan sistem sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan dalam ISO 9001:2008. Namun, mengingat bahwa parameter atas keamanan pangan juga menjadi prasyarat dalam atribut kualitas dalam SNI, ada baiknya perusahaan juga menjalankan persyaratan standar keamanan pangan HACCP ke dalam sistem yang disusun.
Dokumentasi yang disusun dalam perusahaan berupa integrasi antara sistem ISO 9001:2008 dan HACCP. Mengingat penerapan sistem dapat dijalankan berintegrasi, maka seluruh kegiatan atas kedua sistem tersebut dapat daijalankan bersamaan. Tujuan dari penerapan ini dijalankan untuk dapat memastikan bahwa selain kualitas tercapai, aspek keamanan pangan pada produk pun tercapai. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam program penerapan keamanan pangan perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Jumat, 19 Februari 2016
Teknik Menyusun Program Sanitasi dalam Industri Pangan
Memastikan bahwa Sistem Manajemen Keamanan Pangan dijalankan dengan tepat dan efektif adalah bukan hal yang mudah untuk dijalankan. Khususnya pada penerapan kegiatan dasar dalam industri pangan dimana dasar dari keamanan pangan dijalankan sesuai dengan persyaratan.
Lalu bagaiaman teknik yang tepat dalam menyusun program sanitasi dalam industri pangan? Perusahaan dapat menjalankan beberapa langkah yang tepat dalam melakukan penyusunan program sanitasi. Berikut adalah langkah yang dapat dikaji oleh perusahaan.
Langkah pertama, mempelajari bahan proses produksi dan jenis proses
Adalah suatu langkah baik apabila perusahaan mempelajari jenis kotoran ataupun sisa produk yang melekat dalam peralatan. Apakah produk yang dimaksud memiliki sifat dan karakter yang sesuai dengan sifat dan karakter pembersih yang dilakukan. Apabila jenis material bahan tersebut memiliki karakter asam maka jenis pembersih yang dipergunakan adalah basa. Namun sebaliknya apabila jenis material yang dipergunakan adalah basa maka bahan pembersihnya adalah asam.
Langkah kedua, menyusun sistem operasional pembersihan
Menetapkan komposisi personel, alat serta frekuensi pembersihan yang akan dijalankan. Dalam menetapkan sistem pembersihan tersebut perusahaan harus memastikan bahwa sistem pembersihan yang dilakukan adalah sesuai dengan budget perusahaan. Untuk memastikan bahwa penetapan terkait dengan budget perusahaan dijalankan adalah sesuai dengan standar persyaratan yang ada.
Langkah ketiga, melakukan proses verifikasi atas program kebersihan
Menjalankan program verifikasi untuk dapat memastikan bahwa program kebersihan dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan. Program verifikasi ini dapat dilakukan dengan menjalankan program swab test dan analisis produk akhir. Dimana proses pembersihan dapat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.
Bagaimana dengan penyusunan program sanitasi dalam perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam proses penyusunan program sanitasi dalam industri Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Lalu bagaiaman teknik yang tepat dalam menyusun program sanitasi dalam industri pangan? Perusahaan dapat menjalankan beberapa langkah yang tepat dalam melakukan penyusunan program sanitasi. Berikut adalah langkah yang dapat dikaji oleh perusahaan.
Langkah pertama, mempelajari bahan proses produksi dan jenis proses
Adalah suatu langkah baik apabila perusahaan mempelajari jenis kotoran ataupun sisa produk yang melekat dalam peralatan. Apakah produk yang dimaksud memiliki sifat dan karakter yang sesuai dengan sifat dan karakter pembersih yang dilakukan. Apabila jenis material bahan tersebut memiliki karakter asam maka jenis pembersih yang dipergunakan adalah basa. Namun sebaliknya apabila jenis material yang dipergunakan adalah basa maka bahan pembersihnya adalah asam.
Langkah kedua, menyusun sistem operasional pembersihan
Menetapkan komposisi personel, alat serta frekuensi pembersihan yang akan dijalankan. Dalam menetapkan sistem pembersihan tersebut perusahaan harus memastikan bahwa sistem pembersihan yang dilakukan adalah sesuai dengan budget perusahaan. Untuk memastikan bahwa penetapan terkait dengan budget perusahaan dijalankan adalah sesuai dengan standar persyaratan yang ada.
Langkah ketiga, melakukan proses verifikasi atas program kebersihan
Menjalankan program verifikasi untuk dapat memastikan bahwa program kebersihan dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan. Program verifikasi ini dapat dilakukan dengan menjalankan program swab test dan analisis produk akhir. Dimana proses pembersihan dapat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.
Bagaimana dengan penyusunan program sanitasi dalam perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam proses penyusunan program sanitasi dalam industri Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Sistem Manajemen Keamanan Pangan pada Industri Pakan
Program keamanan pangan, bersifat menyeluruh dalam rantai pangan. Termasuk di dalamnya adalah penerapannya dalam industri pakan, baik itu pakan peternakan maupun perikanan. Lalu bagaimana proses penerapan keamanan pangan dijalankan dalam industri pakan?
Penerapan keamanan pangan dalam industrik pakan dijalankan dengan melakukan tahapan sebagai berikut:
(a) Penerapan GMP & SSOP
Konsep keamanan pangan dasar juga berlaku pada industri pakan. Bagaimana prinsip GMP dijalankan, seperti bangunan, lingkungan, premises, lay out & konstruksi serta peralatan. Aplikasi atas SSOP juga berjalan untuk program keamanan pangan dasar. Penerapan atas personel hygiene dijalankan untuk memastikan tidak terdapat kontaminasi lebih lanjut ke dalam produk. Meskipun konsep keamanan pangan cenderung bersifat high care (bukan high risk) adalah penting bagi organisasi untuk memastikan bahwa penerapan GMP & SSOP tersebut dapat dijalankan dengan baik.
(b) Penerapan Pengendalian Bahaya
Memastikan bahwa bahaya terkendali melalui sistem yang tepat dan efektif. Perusahaan menyusun desain proteksi dan pengendali agar bahaya tidak melebihi standar persyaratan. Beberapa bahaya yang terbilang cukup signifikan pada industri pakan adalah bahaya kimia (seperti residu atas pestisida ataupun pupuk) , bahaya biologi (parasit dalam produk) serta bahaya fisik (yaitu logam). Sistem pengendalian yang dilakukan bisa dilakukan melalui SOP (seperti pengendalian supplier), rekaysasa teknis (seperti instalasi metal detector), ataupun melalui PRP (Pre Requisite Program).
Perusahaan harus dapat memastikan bahwa program keamanan pangan dijalankan dengan tepat, efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Dalam industri pakan sendiri, penerapan keamanan pangan dapat menggunakan program sertifikasi seperti FAMI-QS, BAP (khusus pakan perikanan), HACCP, serta FSSC.
Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan efektif untuk memastikan bahwa program keamanan pangan pada produk pakan Anda terkelola dengan baik. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Kamis, 04 Februari 2016
Evaluasi Keamanan Pangan dalam Industri Kemasan
Dalam industri kemasan produk pangan, adalah sangat penting untuk dijalankan proses analisis atas keamanan pangan. Implementasi GMP, SSOP dan HACCP dalam industri kemasan dijalankan sesuai dengan industri pangan lainnya. Berikut adalah proses evaluasi keamanan pangan yang dijalankan dalam industri kemasan.
(1) Proses Analisis Bahaya Keamanan Pangan
Mengidentifikasi analisis bahaya keamanan pangan dalam kemasan dilakukan dengan melakukan proses fokus atas bahaya kimia. Bahaya kimia yang dilakukan proses analisis dilakukan dengan melihat pada komposisi atas food grade dan migrasi kimia yang ada.
(2) Proses Pengendalian Bahaya
Industri kemasan harus memastikan bahaya dijalankan untuk mengurangi resiko yang ada. Khususnya pada resiko yang signifikan, bahaya harus dipastikan terkendalikan dengan tepat.
Proses pengendalian bahaya dapat dilakukan dengan cara dicegah dan banyak dilakukan dengan cara dilakukan proses koreksi.
(3) Proses Validasi dan Verifikasi
Program validasi dan verifikasi dalam manajemen keamanan pangan dijalankan untuk memastikan bahwa sistem yang disusun telah secara sistematis terkendali. Proses validasi dan verifikasi tersebut dilakukan secara periodik dilakukan untuk memastikan bahwa pengendalian keamanan pangan yang dalam industri kemasan.
Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dilakukan untuk memastikan bahwa program Evaluasi Keamanan Pangan dijalankan tepat sesuai dengan standar HACCP. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
(1) Proses Analisis Bahaya Keamanan Pangan
Mengidentifikasi analisis bahaya keamanan pangan dalam kemasan dilakukan dengan melakukan proses fokus atas bahaya kimia. Bahaya kimia yang dilakukan proses analisis dilakukan dengan melihat pada komposisi atas food grade dan migrasi kimia yang ada.
(2) Proses Pengendalian Bahaya
Industri kemasan harus memastikan bahaya dijalankan untuk mengurangi resiko yang ada. Khususnya pada resiko yang signifikan, bahaya harus dipastikan terkendalikan dengan tepat.
Proses pengendalian bahaya dapat dilakukan dengan cara dicegah dan banyak dilakukan dengan cara dilakukan proses koreksi.
(3) Proses Validasi dan Verifikasi
Program validasi dan verifikasi dalam manajemen keamanan pangan dijalankan untuk memastikan bahwa sistem yang disusun telah secara sistematis terkendali. Proses validasi dan verifikasi tersebut dilakukan secara periodik dilakukan untuk memastikan bahwa pengendalian keamanan pangan yang dalam industri kemasan.
Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dilakukan untuk memastikan bahwa program Evaluasi Keamanan Pangan dijalankan tepat sesuai dengan standar HACCP. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Langganan:
Postingan (Atom)
