Secara strategis, kebutuhan atas ekspor produk burung walet sangat tinggi. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa persyaratan kualitas dan keamanan pangan atas produk tersebut juga sangat tinggi. Sehingga mau tidak mau, pemilik industri sarang burung walet harus mempertimbangkan kesiapan dalam mengembangkan Sistam Jaminan Keamanan Pangan pada industrinya.
Lalu bagaimana penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan diberlakukan pada Industri Sarang Burung Walet? Berikut adalah penerapan yang dapat dijalankan oleh pelaku industri tersebut.
Tahap Pertama, Penerapan GMP & SSOP
Meskipun lokasi usaha berada dalam kondisi minimalis ataupun sederhana. Namun standar persyaratan Food Hygiene harus dapat terpenuhi. Bagaimana kondisi lingkungan, bangunan, peralatan maupun individu pekerja dapat memenuhi standar persyaratan yang ditetapkan. Pemastian atas pest control maupun persyaratan standar keamanan pangan dapat terpenuhi.
Tahap Kedua, Pengendalian Bahaya Pangan
Bagaimana memastikan bahwa produk pangan yang dikonsumsi tersebut adalah aman untuk dikonsumsi dan dicegah dari resiko dimana mampu melampau limit/ batasan yang ditetapkan. Pengendalian atas penggunaan bahan kimia tambahan dipastikan adalah jenis bahan kimia yang aman untuk dikonsumsi dan berada pada kisaran yang aman. Beberapa pelaku industri sarang burung walet terkadang menambahkan pewarna ataupun material pengawet lainnya untuk meningkatkan umur simpan.
Tahapan Ketiga, Pengawasan dan Pengetahuan
Dalam proses keamanan pangan pangan, harus dapat dipastikan bahwa karyawan yang bekerja mendapatkan pengawasan dan pengetahuan yang memadai atas keamanan pangan. Pengembangan dalam bentuk pelatihan maupun sosialisasi adalah penting untuk dijalankankan dalam memastikan bahwa keamanan pangan dapat terjalankan secara maksimal.
Lakukan proses pencarian referensi eksternal atas Sistem Manajemen Keamanan Pangan dalam perusahaan Anda secara tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar