Jumat, 25 September 2015

Sekilas Pemahaman BRC Versi 7

Pada pertengahan tahun 2015, BRC melakukan proses perubahan terhadap sistem BRC yang dimana sebelumnya adalah BRC versi 6, kemudian dilakukan proses perubahan menjadi BRC versi 7.  Perubahan secara prinsip atas sistem tidak terlalu signifikan, namun terdapat beberapa penambahan atas proses pengendalian terkait dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.
(1) Penetapan Klasifikasi atas Resiko Produk
Dalam proses penetapan yang terkait dengan klasifikasi resiko, dimana produk diklasifikasikan sebagai produk low risk, high risk, Low care area, serta High Care Area.  Adalah penting bagi setiap industri untuk melakukan identifikasi terkait degan klasifikasi terhadap resiko produk tersebut.
(2) Program Pelatihan
Berbeda dibandingkan dengan BRC versi sebelumnya.  Dalam standar BRC Versi 7, program pelatihan dijalankan secara insentif terhadap seluruh karyawan.  Dalam versi terbaru ini, terlihat jelas bahwa kepentingan terkait dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah menjadi tanggung jawab seluruh karyawan dalam perusahaan.
(3) Program Pengendalian Pemasok
Dalam BRC versi terbaru, proses pengendalian atas pemasok ditetapkan dan menjadi persyaratan utama yang harus dijalankan oleh perusahaan.  Kepentingan tidak hanya memastikan persyaratan keamanan pangan dan sistem manajemen mutu diterapkan secara total, perusahaan juga harus memastikan adanya jaminan yang terkait dengan status traceability.
(4) Program Contingency Plan
Dalam BRC veersi terbaru, perusahaan dipastikan untuk menjalankan program contingency plan.  Adapun tujuan dari penerapan program ini adalah untuk memastikan bahwa kontinyuitas realisasi produksi serta keamanan pangan tetap terjaga meskipun perusahaan menghadapi situasi emergency.
Sudah siapkan perusahaan Anda untuk mengaplikasikan BRC Versi 7? Lakukan proses perencanaan terhadap sistem yang tepat dan akurat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Kamis, 17 September 2015

Pengndalian Bahaya dalam Industri Pangan

Dalam industri pangan, adalah sangat penting bagi perusahaan untuk menyusun sistem pengendalian yang terkait dengan Resiko Keamanan Pangan. Bagi beberapa perusahaan proses pengendalian atas resiko tersebut dapat dijalankan dengan menggunakan beberapa cara / proses pendekatan.

Berikut adalah beberapa tahapan yang dapat dilakukan oleh perusahaan terkait dengan proses pengendalian atas resiko yang dijalankan.

(1) Pengendalian PRP ( Pre Requisite Program)
Pre Requisite Program adalah landasar dasar dan utama dari proses pengendalian atas manajemen keamanan pangan. PRP sebaiknya direncanakan dengan baik, terkait dengan anggaran baik dalam proses pembuatan awal ataupun pengendalian lanjutannya. Apabila PRP yang dijalankan tersebut memiliki banyak kelehaman maka perusahaan tentu akan akan mengalami tingginya nilai biaya yang harus diinvestasikan terkait dengan program pengendalian resiko.

Proses penanganan PRP ini bertujuan untuk melakukan proses pengendalian atas pencegahan atas meningkatkan keseriusan akan bahaya yang ada dalam produk pangan.  Pencegahan tersebut dapat dilakukan dengan meminimalkan resiko yang muncul atau mengurangi frekuensi kejadian atas kemunculan resiko tersebut.

(2) Pengendalian CCP (Critical Control Point)
Proses pengendalian ini sudah memasuki ranah atas bahaya yag muncul dalam klasifikasi signifikan. Proses pengendalian atas CCP ini bertujuan untuk memastikan bahwa bahaya yang signifikan tersebut dapat tercegah secara langsung.

Pastikan proses produksi pangan Anda terlindungi secara maksimal. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan optimal terkait dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan pada Industri Pakan

Adalah sangat penting, pada saat ini proses pengendalian keamanan pangan diatur mulai dari pakan yang digunakan.  Perusahaan diminta untuk melakukan proses pengendalian atas pasokan pakan yang masuk ke dalam industri pangan/ perikanan. Harus dapat dipastikan bahwa sistem pengendalian dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang sama dengan industri proses utama.
Penggunaan sistem kemanan pangan atas pakan dapat dijalankan dengan menggunakan prinsip HACCP.  Proses set up atas sistem juga melalui program GMP dan SSOP.  Sedangkan program sertifikasi yang dapat dipergunakan adalah Sistem FAMI-QS, BAP,FSSC, ISO 22000 ataupuan HACCP. Sertifikasi yang telah mendapatkan persetujuan dari GFSI (Global Food Safety Instititute) adalah BAP dan FSSC. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengoptimalkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Kamis, 10 September 2015

Sertifikasi Jaminan Sustainability Produk Pangan

Perusahaan yang bergerak di bidang pemasok bahan pangan, kadangkala melupakan aspek sustainability dalam strategi pengembangan usahanya. Kecenderung untuk mengeksploitasi dan menyimpan bahan baku dalam jumlah cadangan yang besar, memunculkan kebutuhan konsumen akan komitmen pemasok bahan pangan di dalam industrinya.
Beberapa negara konsumen yang sadar atas kebutuhan atas program sustainability tersebut menetapkan kebutuhan adanya program sertifikasi yang dipergunakan terkait dengan program sustainability produk tersebut. Beberapa sertifikat seperti RSPO atau BAP adalah program sertifikasi yang ditetapkan untuk memastikan adanya strategi Sustainability produk pangan.
Program sertifikasi ini memuat status kebutuhan persyaratan akan Sistem Manajemen Mutu, aspek pengelolaan dan pengendalian terkait lingkungan dan K3, serta ethical / ketenagakerjaan. Seluruh kajian atas sustainability ditetapkan dan menjadi persyaratan dalam program manajemen.
Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan pastikan perusahaan Anda mengembangkan program Sustainability sesuai dengan kebutuhan standar persyaratan yang ditetapkan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Senin, 31 Agustus 2015

Tahapan Verifikasi Alir Proses dalam HACCP

Dalam program HACCP, perusahaan menetapkan program verifikasi atas alir proses.  Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa rencana HACCP yang disusun telah sesuai dengan kondisi aktual.
Untuk menjalankan program verifikasi alir proses. Perusahaan dapat melakukan proses dengan tahapan sebagai berikut:
(1) Audit Alir Proses
Siapkan checklist yang kemudian digunakan untuk melakukan proses pemeriksaan atas alir proses yang dijalankan. Melakukan proses audit atas alir proses tersebut.  Parameter yang perlu untuk diperiksa adalah kesesuaian alir, potensi kontaminasi yang muncul serta analisis resiko dalam tahapan proses tersebut.
(2) Evaluasi Alir Proses
Lakukan proses analisis atas alir proses.  Pertimbangan untuk memastikan apakah perusahaan akan menggunakan alir proses yang sudah ada atau menggunakan alir proses aktual. Diskusikan dalam tim HACCP.
(3) Kaji Rencana HACCP
Setelah proses diskusi dijalankan, ada baiknya tim melakukan kajian pada Rencana HACCP. Pastikan bahwa Rencana HACCP secara sistematis dapat mengamankan proses produksi perusahaan.
Bagaimana perusahaan Anda menjalankan proses verifikasi alir proses. Lakukan proses pencarian atas referensi eksternal yang tepat untuk memastikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Senin, 10 Agustus 2015

Integrasi SNI dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Salah satu tantangan dalam industri retail saat ini adalah bagaimana proses melindungi produk dapat dilakukan untuk menjaga daya saing produk kita dibandingkan produk impor.  Pemerintah sudah menjalankan suatu tahapan proses yang tepat dengan memproteksi kualitas melalui pemberian label dan standar kualitas SNI.

Dalam industri pangan, adalah penting untuk dapat mengintegrasikan SNI dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.  SNI secara prinsip pada produk non pangan lebih mengetengahkan kepada prinsip Sistem Manajemen Mutu namun untuk produk pangan juga menetapkan prasyarat dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.  Sebab dalam prasyarat yang ditetapkan oleh SNI, terdapat parameter keamanan pangan.

Strategi penting bagi perusahaan pangan dalam menerapkan SNI adalah selain dengan menerapkan Sistem Manajemen Mutu ada pentingnya untuk juga mengaplikasikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan (HACCP) dalam perusahaan.  Membangun dasar Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang efektif adalah penting untuk dapat mengoptimalkan aplikasi SNI pada produk.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk melakukan proses pengembangan kualitas dan keamanan pangan perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Kamis, 21 Mei 2015

Pelatihan Pemahaman BRC Versi 7

Bagi pelaku industri pangan/ perikanan, penerapan BRC (British Retail Consortium) adalah suatu langkah nyata untuk menunjukkan komitmen perusahaan atas Sistem Manajemen Keamanan Pangan.  Tahun 2015 telah diterbitkan BRC Versi 7, dimana perusahaan pangan/ perikanan yang akan melalui waktu audit setelah bulan Juli 2015 akan menjalankan BRC Versi 7.

Ada baiknya bagi perusahaan untuk dapat memahami isi klausul-klausul yang terkait dengan BRC Versi 7 tersebut. Pelatihan selama 2 (dua) hari akan memberikan pengupasan lebih banyak mengenai isi dari klausul-klausul tersebut.

Hari Pertama: Program Pemahaman Klausul-klausul yang ada dalam BRC

Hari Kedua: Program Penyusunan Dokumen

Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengefektif kan penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Sabtu, 24 Januari 2015

Mengidentifikasi Nilai dan Aspek Strategis dalam Sertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Pada saat ini, sudah menjadi tuntutan penting dan wajib bagi industri pangan untuk menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Regulasi pemerintah memastikan adanya suatu kewajiban penting agar perusahaan dapat memiliki dasar-dasar penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Beberapa perusahaan yang telah menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan juga melihat adanya kebutuhan untuk dapat menjalankan program sertifikasi keamanan pangan.
Banyak perusahaan melihat bahwa sertifikasi adalah hanya sebagai pelengkap dari tuntutan perusahaan bukanlah sebagai manfaat strategis yang penting bagi internal perusahaan.
Lalu apa saja manfaat strategis dari sertifikasi manajemen keamanan pangan bagi perusahaan?

(1) Memberikan investasi strategis bagi sistem perusahaan

Perusahaan sebaiknya tidak melihat berapa nilai investasi yang dikeluarkan, namun perusahaan sebaiknya melihat seberapa besar kelolosan dari kerugian sistematis muncul dan memberikan pengaruh negatif pada perusahaan. Nilai yang seringkali disebut sebagai Quality Cost atau Food Security cost, memiliki nilai lebih terkait dengan bagaimana perusahaan dapat mencegah kelemahan yang muncul dari tidak adanya sistem.

(2) Mengembangkan fungsi SDM

Sistem membuat operasional perusahaan menjadi terencana, terukur dan dapat terevaluasi dengan baik.  Peranan sertifikasi dapat menjadi tantangan bagi perusahaan dan sumber daya manusia untuk lebih optimal menjalankan konsep strategis dalam perusahaan.  Pengembangan kompetensi dan program pelatihan menjadi bagian penting agar SDM dalam perusahaan lebih dapat teroptimalkan.

(3) Pengembangan Budaya Kerja

Sistem Manajemen keamanan Pangan menuntut adanya konsistensi prilaku Sumber Daya Manusia, khususnya prilaku yang terkait dengan bagaimana Sistem Manajemen Keamanan Pangan tersebut dapat memaksa konsistensi dalam penerapan budaya kerja yang dipersyaratkan tersebut. Aspek strategis dari komitmen dan konsistensi budaya kerja tersebut menjadi bagian penting dalam investasi perusahaan.

Pastikan proses sertifikasi keamanan pangan perusahaan Anda, menjadi bagian penting untuk mengoptimalkan konsep strategis perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan strategis dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)