Perusahaan industri pangan, melihat bahwa investasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah suatu bentuk investasi yang mahal. Namun apakah perusahaan itu sendiri sudah melakukan proses perhitungan kualitas mutu dari ketiadaan sistem serta dampakanya dalam organisasi. Suatu konsep investasi yang sangat menguntungkan untuk suatu keputusan jangka panjang.
BRC sebagai salah satu Sistem Manajemen Keamanan yang sudah dipercaya oleh GFSI (Global Food Safety Institute) merupakan suatu sistem yang sangat tepat untuk diaplikasikan oleh perusahaan, khususnya untuk industri perikanan dan industri yang terkait erat dengan aspek retail. Dalam Sistem BRC, perusahaan harus dapat memastikan bahwa Sistem Manajemen Keamanan Pangan terpenuhi sesuai dengan peraturan salah satunya adalah dengan memastikan adanya tim auditor yang kuat dan optimal dalam memastikan adanya program audit intensif dalam perusahaan. Lalu bagaimana langkah yang harus dijalankan oleh tim BRC yang ada dalam internal perusahaan?
Langkah yang paling penting adalah dengan mengikuti program pelatihan audit BRC. Dalam kegiatan audit BRC ini, harus dapat dipastikan bahwa aplikasi dan pengembangan program BRC dijalankan secara tepat dan efektif untuk dapat mengoptimalkan fungsi auditor.
Program pelatihan yang ditawarkan adalah terdiri atas 3 hari pelatihan, yaitu:
(1) Hari pertama
- Pemahaman klausul-klausul yang ada dalam BRC
- Proses penyusunan checklist BRC
(2) Hari kedua
- Workshop audit internal BRC
- Proses implementasi kegiatan BRC
- Simulasi audit
(3) Hari ketiga
- Teknik penyusunan laporan
- Proses verifikasi hasil audit
Diharapkan dengan mengikuti 3 hari pelatihan ini, perusahaan dapat memiliki auditor yang kompeten dalam menjalankan proses audit. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Senin, 30 September 2013
Sabtu, 21 September 2013
Pelatihan HACCP untuk Industri Plastik
Tantangan terbesar dalam industri kemasan saat ini adalah bagaimana industri ini dapat mengakomodasi kebutuhan keamanan pangan bagi industri pangan. Dimana selain bahan baku, kemasan juga memberikan dampak resiko terhadap keamanan pangan dalam produk pangan. Beberapa bahaya diidentifikasi dapat muncul dari kemasan yang tidak sesuai dengan standar. Salah satunya adalah bahaya kimia, dimana komponen-komponen bahaya pangan tersebut dapat berintegras dan mengkontaminasi produk pangan.
Akhirnya, beberapa industri pangan mempersyaratkan bahwa kemasan khusus kemasan primer yang menyentuh pada produk harus memenuhi standar persyaratan keamanan pangan. Salah satunya adalah persyaratan keamanan pangan harus dapat dipastikan sudah memiliki sertifikasi HACCP. Namun sebelum melakukan proses sertifikasi HACCP, ada baiknya dilakukan program pelatihan HACCP untuk industri pangan.
Pelatihan HACCP untuk industri plastik dilakukan dua hari pelatihan, dengan silabus sebagai berikut:
Hari Pertama
(1) Pemahaman mengenai HACCP, GMP dan SSOP
(2) Pengenalan karakter plastik dan jenis plastik
(3) Dasar-dasar HACCP
(4) Langkah-langkah membuat HACCP Manual
Hari Kedua
(1) Workshop menyusun manual HACCP
(2) Proses pembuatan SOP untuk Sanitasi dan GMP
(3) Kerja Berkelompok
Pelatihan yang efektif dapat menghasilkan sumber daya manusia yang dapat mengoptimalkan kinerja sistem manajemen keamanan pangan dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Akhirnya, beberapa industri pangan mempersyaratkan bahwa kemasan khusus kemasan primer yang menyentuh pada produk harus memenuhi standar persyaratan keamanan pangan. Salah satunya adalah persyaratan keamanan pangan harus dapat dipastikan sudah memiliki sertifikasi HACCP. Namun sebelum melakukan proses sertifikasi HACCP, ada baiknya dilakukan program pelatihan HACCP untuk industri pangan.
Pelatihan HACCP untuk industri plastik dilakukan dua hari pelatihan, dengan silabus sebagai berikut:
Hari Pertama
(1) Pemahaman mengenai HACCP, GMP dan SSOP
(2) Pengenalan karakter plastik dan jenis plastik
(3) Dasar-dasar HACCP
(4) Langkah-langkah membuat HACCP Manual
Hari Kedua
(1) Workshop menyusun manual HACCP
(2) Proses pembuatan SOP untuk Sanitasi dan GMP
(3) Kerja Berkelompok
Pelatihan yang efektif dapat menghasilkan sumber daya manusia yang dapat mengoptimalkan kinerja sistem manajemen keamanan pangan dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Pest Clean: Solusi Terintegrasi Pest Control
Penanganan terhadap hama pada saat ini merupakan tantangan terbesar pada seluruh industri makanan. Kondisi lingkungan sekitar yang tidak ideal dapat membentuk kontaminasi hama menjadi masalah terbesar bagi banyak industri makanan khususnya perikanan. Penanganan yang salah justru dapat menyebabkan penanganan hama memakan biaya yang cukup mahal dan tidak efektif. Lalu bagaimana solusi dari permasalahan tersebut?
(1) Pelajari lay out dan kondisi infrastruktur area kerja Anda
Hal yang sangat penting untuk diperhatikan bahwa lay out serta area kerja dari suatu infrastruktur harus sangat menunjang dari potensi adanya kontaminasi serangga. Menjadi suatu hal yang penting dan kritikal dari suatu aplikasi keamanan pangan bahwa syarat minimal dari lay out serta infrastruktur harus sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan. Penyimpangan dalam proses penetapan lay out dan infrastrastruktur menyebabkan kondisi area kerja tidak memebuhi persyaratan yang ditetapkan dan menyebabkan permasalahan besar dalam proses pencegahan hama.
(2) Memastikan proses sanitasi tepat dan efektif
Bagaimana memastikan bahwa suatu proses tersebut dapat dijalankan dengan menggunakan program sanitasi yang tepat, potensi kemunculan hama untuk berinfestasi dalam suatu area menjadi rendah. Dengan program sanitasi yang tepat guna, perusahaan juga menurunkan nilai investasi untuk proses pengendalian hama.
(3) Pengembangan Pest Control
Program pest control secara prinsip dilakukan untuk menghilangkan potensi hama di area proses, tidak hanya indoor saja tapi juga meliputi outdoor. Dimana apabila potensi tersebut tidak ada, proses pencegahan hama untuk berkeliaran dalam area proses secara tidak terkendali diminimalkan. Kondisi operasional menjadi suatu konsep penting bagaimana pola pengendalian terhadap serangga dikendalikan secara tepat dan optimal, beberapa provider pest control menggunakan racun untuk mencegah adanya hama yang masuk ke area, ada yang menggunakan isolasi bertahap dalam radius area tertentu dan ada pula yang menggunakan sistem pengendalian tanpa racun yang menggunakan trapping (perangkap).
Clean Pest adalah strategi pengendalian hama yang dilakukan dengan menggunakan metode non racun, dimana aspek trapping yang dimulai dengan pemetaan dari area yang tepat menjadi fungsi yang tepat dalam memastikan metode ini dapat berjalan secara efektif.
Langkah pengembangan dari suatu pengendalian hama menjadi salah satu bagian penting dalam prinsip keamanan pangan. Ada baiknya perusahaan melakukan proses pengendalian keamanan pangan yang tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
(1) Pelajari lay out dan kondisi infrastruktur area kerja Anda
Hal yang sangat penting untuk diperhatikan bahwa lay out serta area kerja dari suatu infrastruktur harus sangat menunjang dari potensi adanya kontaminasi serangga. Menjadi suatu hal yang penting dan kritikal dari suatu aplikasi keamanan pangan bahwa syarat minimal dari lay out serta infrastruktur harus sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan. Penyimpangan dalam proses penetapan lay out dan infrastrastruktur menyebabkan kondisi area kerja tidak memebuhi persyaratan yang ditetapkan dan menyebabkan permasalahan besar dalam proses pencegahan hama.
(2) Memastikan proses sanitasi tepat dan efektif
Bagaimana memastikan bahwa suatu proses tersebut dapat dijalankan dengan menggunakan program sanitasi yang tepat, potensi kemunculan hama untuk berinfestasi dalam suatu area menjadi rendah. Dengan program sanitasi yang tepat guna, perusahaan juga menurunkan nilai investasi untuk proses pengendalian hama.
(3) Pengembangan Pest Control
Program pest control secara prinsip dilakukan untuk menghilangkan potensi hama di area proses, tidak hanya indoor saja tapi juga meliputi outdoor. Dimana apabila potensi tersebut tidak ada, proses pencegahan hama untuk berkeliaran dalam area proses secara tidak terkendali diminimalkan. Kondisi operasional menjadi suatu konsep penting bagaimana pola pengendalian terhadap serangga dikendalikan secara tepat dan optimal, beberapa provider pest control menggunakan racun untuk mencegah adanya hama yang masuk ke area, ada yang menggunakan isolasi bertahap dalam radius area tertentu dan ada pula yang menggunakan sistem pengendalian tanpa racun yang menggunakan trapping (perangkap).
Clean Pest adalah strategi pengendalian hama yang dilakukan dengan menggunakan metode non racun, dimana aspek trapping yang dimulai dengan pemetaan dari area yang tepat menjadi fungsi yang tepat dalam memastikan metode ini dapat berjalan secara efektif.
Langkah pengembangan dari suatu pengendalian hama menjadi salah satu bagian penting dalam prinsip keamanan pangan. Ada baiknya perusahaan melakukan proses pengendalian keamanan pangan yang tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Langganan:
Postingan (Atom)