Jumat, 26 Februari 2016

Sistem Manajemen Keamanan Pangan Produk Kemasan

Dalam produk kemasan, pengelolaan akan sistem manajemen keamanan pangan memiliki konsep strategis yang mirip dengan produk pangan non kemasan.  Adapun sebelum menyusun sistem manajemen keamanan pangan, ada baiknya dilakukan proses klasifikasi atas produk kemasan tersebut. Pembagian atas klasifikasi tersebut terbagi menjadi.

(1) Produk High Risk
Produk dengan kualifikasi high risk adalah produk kemasan, dimana proses penanganan atas keamanan pangan dijalankan dengan sangat berhati-hati dan memiliki proses pengelolaan yang ketat dan insentif.  Termasuk memastikan debu tidak masuk ke dalam area proses dan menyebabkan terperangkap di dalam kemasan plastik yang kemudian dapat memberikan resiko ke dalam produk.

(2) Produk High Care
Produk dengan kualifikasi high cara adalah produk kemasan yang berkategori sebagai kemasan sekunder. Dimana aspek kebersihan adalah penting namun hal yang paling kritikal dikendalikan adalah aspek komponen kimia yang membentuk material kemasan ini.

Demikian proses pengelolaan manajemen keamanan pangan dalam produk kemasan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan efektif terkait dengan proses pengelolaan keamanan pangan pada produk kemasan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Selasa, 23 Februari 2016

Training FSSC Untuk Industri Pangan/ Perikanan

Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah suatu bentuk konsep yang penting dan utama dalam industri perikanan.  Selain memiliki sistem HACCP, disarankan juga dalam industri perikanan untuk melakukan proses set up FSSC (Food Safety System Certification).  Lalu apa yang menjadi nilai penting dari program pelatihan ini.

(1) Peserta training dapat melakukan proses pembuatan sistem manajemen ISO 22000
(2) Peserta training dapat memahami GMP, SSOP maupun penetapan sistem HACCP  dalam Industri Perikanan
(3) Peserta training dapat memahami ISO TS-22000-1
(4) Peserta training dapat melakukan proses penyusunan dokumen ISO 22000

Pelatihan yang dilakukan berdurasi dua (2) hari dengan detail program pelatihan yang dijalankan adalah sebagai berikut:

Hari Pertama

Pemahaman konsep keamanan pangan dalam industri perikanan
Pemahaman GMP, SSOP dan HACCP
Pemahaman tahapan penyusunan manual HACCP
Pemahaman tahapan penyusunan dokumen GMP dan SSOP
Proses evaluasi sistem

Hari Kedua
Pemahaman ISO 22000
Pemahaman ISO TS-22000-1
Pemahaman FSSC
Proses penyusunan dokumen ISO

Pengembangan sistem manajemen keamanan pangan adalah bentuk komitmen tentang bagaimana industri anda menjamin kualitas dan keamanan konsumen. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Senin, 22 Februari 2016

Program Pelatihan dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Penetapan program pelatihan menjadi bagian penting yang wajib diterapkan dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan.  Dalam persyaratan yang ditetapkan dalam Codex Alimetarius mengenai Sistem Manajemen Keamanan Pangan, diseutkan bahwa program pelatihan Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah Personel Hygiene, Pelatihan Allergent, Pelatihan Chemical Control, serta Pelatihan Food Security Program.

(1) Pelatihan Personel Hygiene
Pelatihan yang terkait dengan personel hygiene adalah pelatihan yang terkait dengan aspek sanitasi personel.  Dimana dalam program tersebut karyawan diajarkan mengenai tata cara terkait dengan proteksi atas pencemaran kontaminasi yang terkait. Program pemastian sistem ini dipastikan untuk menjamin bahwa karyawan memiliki sikap dan prilaku yang dapat menjamin status keamanan pangan dalam produk.

(2) Pelatihan Allergent
Perusahaan harus memastikan bahwa sistem pengendalian allergent dijalankan, adanya pemahaman terhadap material-material allergent serta bagaimana kontaminasi silang pada allergent dapat dicegah. Aplikasi dan realisasi atas program allergent dapat dipastikan dijalankan secara efektif dalam perusahaan.

(3) Pelatihan Chemical Control
Pengendalian atas material bahan kimia dijalankan sesuai dengan standar persyaratan dengan membedakan antara material komia food dan non food. Dipastikan bahwa material kimia non food tidak diperbolehkan dipergunakan dalam area proses produksi. Pemisahan dijalankan dalam bentuk separasi fisik dan separasi non fisik (administrasi)

(4) Pelatihan Food Security Program
Sistem pengendalian untuk mencegah seluruh potensi sabotase dan pemalsuan produk. Sistem proteksi dijalankan pada personel yang akan memasuki area proses produksi, termasuk di dalamnya adanya pencatatan dan screening untuk tamu yang masuk. Komitmen atas jaminan praktek anti pemalsuan juga dijalankan agar dapat memastikan potensi pemalsuan bisa dicegah dapat terjadi.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk memastikan bahwa perusahaan menjalankan program pelatihan keamanan pangan. Pengembangan program pelatihan yang terkait dengan keamanan pangan harus dipastikan dijalankan dengan tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Minggu, 21 Februari 2016

Penerapan SNI dalam Industri Pangan

Pada tahun 2015, adalah sangat penting bagi perusahaan untuk dapat menerapkan SNI sebagai bagian dari kepatuhan regulasi dan penambahan nilai kompetitif bagi perusahaan. Lalu bagaimana proses penerapan SNI dalam industri pangan. Bagaimana proses implementasi yang tepat dengan mengkombinasikannya dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.

Secara prinsip penerapan SNI lebih difokuskan kepada penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008, dimana perusahaan dipastikan untuk menjalankan sistem sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan dalam ISO 9001:2008. Namun, mengingat bahwa parameter atas keamanan pangan juga menjadi prasyarat dalam atribut kualitas dalam SNI, ada baiknya perusahaan juga menjalankan persyaratan standar keamanan pangan HACCP ke dalam sistem yang disusun.

Dokumentasi yang disusun dalam perusahaan berupa integrasi antara sistem ISO 9001:2008 dan HACCP. Mengingat penerapan sistem dapat dijalankan berintegrasi, maka seluruh kegiatan atas kedua sistem tersebut dapat daijalankan bersamaan.  Tujuan dari penerapan ini dijalankan untuk dapat memastikan bahwa selain kualitas tercapai, aspek keamanan pangan pada produk pun tercapai. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam program penerapan keamanan pangan perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Jumat, 19 Februari 2016

Teknik Menyusun Program Sanitasi dalam Industri Pangan

Memastikan bahwa Sistem Manajemen Keamanan Pangan dijalankan dengan tepat dan efektif adalah bukan hal yang mudah untuk dijalankan. Khususnya pada penerapan kegiatan dasar dalam industri pangan dimana dasar dari keamanan pangan dijalankan sesuai dengan persyaratan.

Lalu bagaiaman teknik yang tepat dalam menyusun program sanitasi dalam industri pangan? Perusahaan dapat menjalankan beberapa langkah yang tepat dalam melakukan penyusunan program sanitasi. Berikut adalah langkah yang dapat dikaji oleh perusahaan.

Langkah pertama, mempelajari bahan proses produksi dan jenis proses
Adalah suatu langkah baik apabila perusahaan mempelajari jenis kotoran ataupun sisa produk yang melekat dalam peralatan. Apakah produk yang dimaksud memiliki sifat dan karakter yang sesuai dengan sifat dan karakter pembersih yang dilakukan.  Apabila jenis material bahan tersebut memiliki karakter asam maka jenis pembersih yang dipergunakan adalah basa. Namun sebaliknya apabila jenis material yang dipergunakan adalah basa maka bahan pembersihnya adalah asam.

Langkah kedua, menyusun sistem operasional pembersihan
Menetapkan komposisi personel, alat serta frekuensi pembersihan yang akan dijalankan. Dalam menetapkan sistem pembersihan tersebut perusahaan harus memastikan bahwa sistem pembersihan yang dilakukan adalah sesuai dengan budget perusahaan.  Untuk memastikan bahwa penetapan terkait dengan budget perusahaan dijalankan adalah sesuai dengan standar persyaratan yang ada.

Langkah ketiga, melakukan proses verifikasi atas program kebersihan
Menjalankan program verifikasi untuk dapat memastikan bahwa program kebersihan dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan. Program verifikasi ini dapat dilakukan dengan menjalankan program swab test dan analisis produk akhir. Dimana proses pembersihan dapat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

Bagaimana dengan penyusunan program sanitasi dalam perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam proses penyusunan program sanitasi dalam industri Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Sistem Manajemen Keamanan Pangan pada Industri Pakan

Program keamanan pangan, bersifat menyeluruh dalam rantai pangan. Termasuk di dalamnya adalah penerapannya dalam industri pakan, baik itu pakan peternakan maupun perikanan.  Lalu bagaimana proses penerapan keamanan pangan dijalankan dalam industri pakan?
Penerapan keamanan pangan dalam industrik pakan dijalankan dengan melakukan tahapan sebagai berikut:
(a) Penerapan GMP & SSOP
Konsep keamanan pangan dasar juga berlaku pada industri pakan.  Bagaimana prinsip GMP dijalankan, seperti bangunan, lingkungan, premises, lay out & konstruksi serta peralatan.  Aplikasi atas SSOP juga berjalan untuk program keamanan pangan dasar. Penerapan atas personel hygiene dijalankan untuk memastikan tidak terdapat kontaminasi lebih lanjut ke dalam produk.  Meskipun konsep keamanan pangan cenderung bersifat high care (bukan high risk) adalah penting bagi organisasi untuk memastikan bahwa penerapan GMP & SSOP tersebut dapat dijalankan dengan baik.
(b) Penerapan Pengendalian Bahaya 
Memastikan bahwa bahaya terkendali melalui sistem yang tepat dan efektif. Perusahaan menyusun desain proteksi dan pengendali agar bahaya tidak melebihi standar persyaratan.  Beberapa bahaya yang terbilang cukup signifikan pada industri pakan adalah bahaya kimia (seperti residu atas pestisida ataupun pupuk) , bahaya biologi (parasit dalam produk) serta bahaya fisik (yaitu logam).  Sistem pengendalian yang dilakukan bisa dilakukan melalui SOP (seperti pengendalian supplier), rekaysasa teknis (seperti instalasi metal detector), ataupun melalui PRP (Pre Requisite Program).
Perusahaan harus dapat memastikan bahwa program keamanan pangan dijalankan dengan tepat, efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan perusahaan.  Dalam industri pakan sendiri, penerapan keamanan pangan dapat menggunakan program sertifikasi seperti FAMI-QS, BAP (khusus pakan perikanan), HACCP, serta FSSC.
Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan efektif untuk memastikan bahwa program keamanan pangan pada produk pakan Anda terkelola dengan baik. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Kamis, 04 Februari 2016

Evaluasi Keamanan Pangan dalam Industri Kemasan

Dalam industri kemasan produk pangan, adalah sangat penting untuk dijalankan proses analisis atas keamanan pangan. Implementasi GMP, SSOP dan HACCP dalam industri kemasan dijalankan sesuai dengan industri pangan lainnya. Berikut adalah proses evaluasi keamanan pangan yang dijalankan dalam industri kemasan.

(1) Proses Analisis Bahaya Keamanan Pangan
Mengidentifikasi analisis bahaya keamanan pangan dalam kemasan dilakukan dengan melakukan proses fokus atas bahaya kimia.  Bahaya kimia yang dilakukan proses analisis dilakukan dengan melihat pada komposisi atas food grade dan migrasi kimia yang ada.

(2) Proses Pengendalian Bahaya
Industri kemasan harus memastikan bahaya dijalankan untuk mengurangi resiko yang ada. Khususnya pada resiko yang signifikan, bahaya harus dipastikan terkendalikan dengan tepat.
Proses pengendalian bahaya dapat dilakukan dengan cara dicegah dan banyak dilakukan dengan cara dilakukan proses koreksi.

(3) Proses Validasi dan Verifikasi
Program validasi dan verifikasi dalam manajemen keamanan pangan dijalankan untuk memastikan bahwa sistem yang disusun telah secara sistematis terkendali.  Proses validasi dan verifikasi tersebut dilakukan secara periodik dilakukan untuk memastikan bahwa pengendalian keamanan pangan yang dalam industri kemasan.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dilakukan untuk memastikan bahwa program Evaluasi Keamanan Pangan dijalankan tepat sesuai dengan standar HACCP. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)