Perkembangan kebutuhan akan produk yang aman memberikan kontribusi terhadap kebutuhan perubahan akan kualitas produk. Kemasan tidak selamanya dipandang sebagai pelengkap dalam produk pangan, namun juga memberikan kontribusi yang tidak sedikit dalam memastikan keamanan pangan kemasan terkendali dengan baik dan efektif.
Adalah menjadi tantangan bagi industri kemasan untuk mengimplementasikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000 di dalam perusahaan. Program pelatihan yang tepat dapat memberikan panduan bagi industri kemasan terhadap penyusunan/ set up terkait dengan sistem yang akan dijalankan.
Pelatihan ini akan dijalankan selama dua hari.
Hari Pertama:
- Pemahamanan HACCP, GMP dan SSOP
- Identifikasi bahaya keamanan pangan dalam kemasan
- Penyusunan HACCP
-Workshop pembuatan HACCP
Hari Kedua:
- Pemahaman klausul-klausul ISO 22000
- Dokumentasi Sistem
- Workshop penyusunan dokumen
Dengan menjalankan program pelatihan ini, sangat diharapkan pelaku industri untuk mengoptimalkan penerapan sistem dalam implementasinya. Adalah menjadi tantangan bagi industri kemasan untuk dapat menjadi lebih baik dalam mendukung keamanan pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Jumat, 18 April 2014
Training Menyusun Sistem Manajemen Keamanan pada Industri Kemasan
Tahapan Menyusun Sistem Traceability
Dalam industri pangan/ perikanan, salah satu tantangan terbesar dalam menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah bagaimana melakukan proses pengendalian terhadap sistem traceability. Sistem Traceability adalah suatu hal yang wajib dan sangat penting untuk dilakukan proses pengujian.
Lalu bagaimana internal perusahaan menyusun Sistem Traceability yang tepat dan efektif?
Langkah pertama, melakukan proses identifikasi alir proses
Adalah sangat penting untuk melakukan proses pembelajaran terhadap alir proses produksi yang ada untuk melakukan pengaturan sistem traceability yang ada.
Langkah kedua, melakukan proses penyusunan terkait dengan Sistem Traceability yang ada dalam perusahaan. Mulai dari pengaturan sistem di pemasok, proses penyimpanan, sistem pencatatan traceability produksi serta proses penyimpanan di gudang barang jadi. Sistem juga sebaiknya dapat mencakup adanya pengembangan terkait sistem return, sistem stock in place/ work in progress serta adanya reject.
Langkah ketiga, menjalankan konsep mass balanced untuk dapat lebih memastikan bahwa sistem traceability tersebut dapat dievaluasi secara tepat dan efektifif. Sistem traceability yang tepat dapat memastikan adanya kesesuaian antara data administrasi dengan data aktual.
Lakukan proses penyusunan sistem traceability yang tepat dalam industri anda, dan lakukan proses evaluasi untuk mendapatkan informasi status keefektifannya. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Lalu bagaimana internal perusahaan menyusun Sistem Traceability yang tepat dan efektif?
Langkah pertama, melakukan proses identifikasi alir proses
Adalah sangat penting untuk melakukan proses pembelajaran terhadap alir proses produksi yang ada untuk melakukan pengaturan sistem traceability yang ada.
Langkah kedua, melakukan proses penyusunan terkait dengan Sistem Traceability yang ada dalam perusahaan. Mulai dari pengaturan sistem di pemasok, proses penyimpanan, sistem pencatatan traceability produksi serta proses penyimpanan di gudang barang jadi. Sistem juga sebaiknya dapat mencakup adanya pengembangan terkait sistem return, sistem stock in place/ work in progress serta adanya reject.
Langkah ketiga, menjalankan konsep mass balanced untuk dapat lebih memastikan bahwa sistem traceability tersebut dapat dievaluasi secara tepat dan efektifif. Sistem traceability yang tepat dapat memastikan adanya kesesuaian antara data administrasi dengan data aktual.
Lakukan proses penyusunan sistem traceability yang tepat dalam industri anda, dan lakukan proses evaluasi untuk mendapatkan informasi status keefektifannya. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Langganan:
Postingan (Atom)