Sabtu, 26 Oktober 2013

Penerapan IFS dalam Industri Pangan

Bagi industri pangan, Sistem Jaminan Keamanan Pangan, adalah hal yang penting, yang mana tidak dapat ditawar-tawar lagi.  Di dalam sistem sertifikasi keamanan pangan, tidak hanya terdiri atas sertifikasi ISO 22000, namun juga terdapat beberapa sistem sertifikasi yang lebih dipersyaratakan oleh GFSI (Global Food Safety Institute), seperti FSSC, BRC dan IFS.


Dibandingkan dengan BRC dan FSSC, sistem sertifikasi IFS adalah sistem sertifikasi yang jarang dijalankan.  Konsep dari penerapannya sama dengan BRC namun terdapat beberapa penambahan detail dari proses aplikasinya.  Apabila perusahaan ingin mengembangkan sertifikasi ini, maka terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan dalam proses penyusunan sistem sertifikasi IFS.

(1) Menyusun sistem manajemen mutu
Dimana perusahaan harus melakukan proses penyusunan sistem manajemen mutu dalam organisasi, untuk kemudian dijadikan sebagai panduan dalam konsep kualitas produk.

(2) Menyusun sistem manajemen keamanan pangan
Dalam tahapan proses ini, perusahaan membuat sistem dasar dari keamanan pangan yaitu GMP dan SSOP untuk kemudian melakukan proses penetapan standar HACCP untuk kemudian ditetapkan manual dari sistem keamanan pangan tersebut.

(3) Memastikan adanya pengendalian terhadap kontaminasi
Adalah hal yang penting dilakukan untuk memastikan adanya sistem pengendalian terhadap kontaminasi terhadap produk pangan yang berpotensi muncul.

Ingin menjalankan aplikasi IFS dalam perusahaan Anda, lakukan proses komunikasi dengan pihak referensi eksternal yang tepat untuk mendapatkan hasil yang maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Kamis, 17 Oktober 2013

Prinsip Dasar dalam Pest Control

Dalam industri pangan ataupun perikanan, permasalahan terhadap serangga adalah suatu permasalahan yang harus dipastikan terkendali dengan baik.  Sistem dan pemahaman terhadap tata cara pengendaliannya harus dipastikan dapat meminimalkan resiko kontaminasi serangga yang masuk ke dalam sistem operasional proses.
Berkaitan dengan aplikasi pest control, terdapat 5 prinsip dasar yang sebaiknya menjadi bagian penting untuk dikedepankan ketika melakukan proses penanganan terhadap pengendalian serangga.

(1) Konsep pencegahan

Adalah penting bagi suatu unit usaha dalam industri pangan untuk memastikan bahwa pencegahan diajalankan.  Proses mencegah serangga untuk masuk ke dalam area proses dapat dilakukan dengan cara menjalankan program sanitasi secara tepat dan optimal.  Pemastian untuk mencegah dapat dijalankan dengan cara mengoptimalkan aspek GMP pada bagunan, dimana area proses terlindungi dari resiko masuknya serangga dari lingkungan sekitar.

(2) Sistem dan prosedur
Adanya sistem dan prosedur yang memastikan adanya pemantauan secara berkala berkaitan dengan fungsi trapping dan aplikasi koreksi yang dijalankan.  Tahapan ini berguna untuk memastikan adanya suatu pengendalian terkait dengan adanya resiko masuknya serangga dan hewan pengganggu lainnya ke area kerja proses.

(3) Pelatihan dan kompetensi

Memastikan bahwa operator dan provider pelaksana kegiatan pest control telah memiliki aspek kompetensi dan sertifikasi yang memadai untuk mengakomodasi proses pencegahan terkait dengan penanganan serangga di lapangan.

(4) Analisis data

Proses inspeksi secara berkala dilakukan pada sistem yang telah dijalankan.  Adanya pencatatan sangat penting untuk mengumpulkan data-data terhadap program pest control yang telah dijalankan.  Statistika dapat digunakan untuk melakukan proses korelasi antara sistem yang dibuat dengan data yang didapat.

(5) Evaluasi Sistem

Memastikan efektifitas terkait dengan pelaksanaan program pest control. Penetapan tindakan perbaikan dilakukan berdasarkan data untuk dapat melihat bagaimana proses pest control dijalankan secara optimal.

Bagaimana dengan aplikasi pest control di perusahaan Anda? Lakukan pengembangan referensi eksternal yang tepat untuk mengaplikasikan program pest control sebagai nilai penting untuk mengoptimalkan pengendalian terhadap serangga. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Selasa, 15 Oktober 2013

Pemilihan Supplier Kemasan dalam Industri Pangan

Bagi industri pangan, kemasan adalah suatu hal penting sebagai proses perlindungan terhadap makanan/ produk itu sendiri.  Bahkan di beberapa produk pangan yang terkait erat dengan bisnis retail, kemasan adalah komponen utama dan termahal dalam penetapan komposisi nilai jual produk itu sendiri.
Melihat faktor strategisnya, banyak industri kemasan berlomba-lomba mengembangkan investasi dan produk untuk memasok produk pengemas.  Karena nilai kebutuhan nya adalah sangat tinggi, belum lagi apabila berbicara untuk aspek pengembangan dalam bidang food service seperti jasa katering dan restauran.
Apabila Anda adalah pelaku dalam industri pangan, ada baiknya perusahaan Anda melakukan proses evaluasi terhadap pemasok produk kemasan dalam industri Anda.  Terdapat faktor-faktor penting yang harus diperhatikan terkait dengan penetapan supplier untuk produk kemasan tersebut.

(1) Informasi Mengenai Komposisi Bahan Kimia dan Material Penyusun Komposisi Kemasan, dimana harus dipastikan bahwa komponen produksi dari kemasan tersebut sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Codex ataupun US FDA.  Pastikan status  bahan baku dilakukan sesuai dengan standar persyaratan karakteristik allergent dan non allergent.

(2) Pemastian operasional perusahaan
Melakukan proses pengendalian operasional yang terkait dengan status penggunaan bahan baku dan tata cara proses yang ditetapkan dalam perusahaan.  Dimana perusahaan harus memastikan bahwa proses produksi dijalankan dengan menggunakan bahan baku yang sesuai dengan standar persyaratan, yaitu diproduksi dengan menggunakan bahan baku yang tepat guna dan bukan berasal dari hasil daur ulang benda berbahaya.

(3) Sistem Operational Perusahaan

Melakukan proses pemeriksaan untuk memastikan adanya program sertifikasi manajemen keamanan pangan pada industri pemasok material kemasan Anda.  Pastikan pemasok Anda sudah menggunakan standar sistem HACCP, ISO 22000, brc ataupun FSSC untuk memastikan bahwa proses operasional dijalankan sesuai dengan standar persyaratan.

Untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan manajemen keamanan pangan di perusahaan Anda, lakukan penetapan referensi eksternal yang tepat untuk memastikan bahwa produk Anda terjamin dalam sistem yang efektif dan tepat guna. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Minggu, 13 Oktober 2013

Bagaimana Cara yang Efektif untuk Meningkatkan Kesadaran Keamanan Pangan Karyawan

Ketika suatu perusahaan makanan dan perikanan akan menjalankan program manajemen keamanan pangan, salah satu hal yang tersulit yang dialami adalah memastikan bahwa kesadaran keamanan pangan dijalankan pada level seluruh karyawan.  Namun apa pun tingkat kesulitannya, kesadaran keamanan pangan adalah mutlak untuk terimplementasi secara penuh pada seluruh komponen dari perusahaan.  Lalu bagaimana cara yang tepat untuk dapat memastikan kesadaran karyawan akan keamanan pangan teroptimalkan.

(1) Pelatihan
Perusahaan harus menetapkan program pelatihan yang tepat untuk karyawan, pelatihan didesain sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan dalam perusahaan itu sendiri.  Untuk memastikan bahwa kesadaran muncul, maka pastikan program pelatihan tersebut dijalankan bersama dengan suatu metode evaluasi yang tepat.

(2) Pengembangan peranan supervisor
Bagaimana proses pengembangan peranan supervisor dibutuhkan untuk memastikan bahwa fungsi leadership terjalankan dalam mengembangkan budaya positif yang terkait dengan keamanan pangan.  Peranan agent of change harus terpatri kuat pada peranan supervisor untuk lebih dapat mengoptimalkan kesadaran tersebut muncul.

(3) Reward and punsihment
Aplikasi terhadap penetapan fungsi reward and punishment yang tepat dapat dijalankan untuk memastikan proses optimalisasi dari kesadaran.  Perusahaan harus menetapkan aturan yang kuat dan fungsi disiplin sehingga perubahan budaya positif dapat muncul dalam internal perusahaan itu sendiri.

Lalu bagaimana dengan penerapannya di perusahaan Anda, lakukan proses penetapan sistem yang tepat agar kesadaran keamanan pangan di dalam perusahaan terinternalisasai menjadi suatu relasi pengembangan yang positif antara karyawan dan perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Jumat, 11 Oktober 2013

Perbedaan ISO 22000 dan BRC

Apakah perusahaan Anda ingin menjalankan proses sertifikasi keamanan pangan?  Jenis sertifikasi keamanan pangan seperti apa yang ingin Anda jalankan?  Banyak perusahaan mengalami kebingungan antara menggunakan BRC atau menggunakan ISO 22000, mana yang lebih baik dan apa perbedaannya.
ISO 22000 adalah suatu penerapan dari Sistem Manajemen Keamanan Pangan, yang mana tahapan prosesnya lebih berorientasi kepada aplikasi penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, dimana pendekatan manajemen dijalankan pada proses operasional yang terintegrasi mulai dari aspek Perencanaan, Realisasi, Pemeriksaan dan aksi tindak lanjut dari suatu penerapan Sistem Keamanan Pangan.  Lalu bagaimana suatu organisasi mengakomodasi sistem ini.  Salah satu hal yang paling penting adalah ISO 22000 adalah perusahaan harus memperhatikan kebutuhan dari kepentingan buyer.  Beberapa buyer membutuhkan BRC sebagai hal penting untuk memenuhi GFSI (Global Food Safety Institute), dimana ISO 22000 tidak masuk ke dalam sertifikasi sistem yang memenuhi persyaratan GFSI.

GFSI itu sendiri sangat banyak dibutuhkan oleh buyer yang memiliki strategi pengembangan pasar sampai dengan manajemen retail, sistem ISO 22000 tidak memunculkan aspek teknis yang dipersyaratkan terkecuali apabila penerapan ISO 22000 itu sendiri diarahkan kepada suatu strategi dengan FSSC 22000.  Proses penerapan ini adalah mengkombinasikan ISO 22000 dengan pendekatan ISO TS 22001.

Untuk BRC, konsep pendekatan sertifikasi yang bersifat teknis akan sangat membantu banyak perusahaan apabila ingin menerapkan Sistem Manajemen Mutu dan aspek pendekatan teknis yang dipersyaratkan oleh perusahaan.  Perusahaan sudah melakukan proses aplikasi terkait dengan pemenuhan konsep mutu dan aspek teknis dari Sistem Manajemen Keamanan Pangan.  (amarylliap@gmail.com, 08129369926)