Apakah perusahaan Anda ingin menjalankan proses sertifikasi keamanan
pangan? Jenis sertifikasi keamanan pangan seperti apa yang ingin Anda
jalankan? Banyak perusahaan mengalami kebingungan antara menggunakan
BRC atau menggunakan ISO 22000, mana yang lebih baik dan apa
perbedaannya.
ISO 22000 adalah suatu penerapan dari Sistem
Manajemen Keamanan Pangan, yang mana tahapan prosesnya lebih
berorientasi kepada aplikasi penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan,
dimana pendekatan manajemen dijalankan pada proses operasional yang
terintegrasi mulai dari aspek Perencanaan, Realisasi, Pemeriksaan dan
aksi tindak lanjut dari suatu penerapan Sistem Keamanan Pangan. Lalu
bagaimana suatu organisasi mengakomodasi sistem ini. Salah satu hal
yang paling penting adalah ISO 22000 adalah perusahaan harus
memperhatikan kebutuhan dari kepentingan buyer. Beberapa buyer
membutuhkan BRC sebagai hal penting untuk memenuhi GFSI (Global Food
Safety Institute), dimana ISO 22000 tidak masuk ke dalam sertifikasi
sistem yang memenuhi persyaratan GFSI.
GFSI itu sendiri sangat
banyak dibutuhkan oleh buyer yang memiliki strategi pengembangan pasar
sampai dengan manajemen retail, sistem ISO 22000 tidak memunculkan aspek
teknis yang dipersyaratkan terkecuali apabila penerapan ISO 22000 itu
sendiri diarahkan kepada suatu strategi dengan FSSC 22000. Proses
penerapan ini adalah mengkombinasikan ISO 22000 dengan pendekatan ISO TS
22001.
Untuk BRC, konsep pendekatan sertifikasi yang bersifat
teknis akan sangat membantu banyak perusahaan apabila ingin menerapkan
Sistem Manajemen Mutu dan aspek pendekatan teknis yang dipersyaratkan
oleh perusahaan. Perusahaan sudah melakukan proses aplikasi terkait
dengan pemenuhan konsep mutu dan aspek teknis dari Sistem Manajemen
Keamanan Pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar