Kamis, 26 Desember 2013

Mekanisme Penanganan Keluhan Pelanggan dalam Industri Pangan

Banyak perusahaan makanan, belum memastikan sistem dan prosedur yang tepat berkaitan dengan tata cara proses penanganan keluhan pelanggan.  Ada baiknya perusahaan melakukan suatu penyusunan sistem atau konsep yang terkait dengan status penanganan keluhan pelanggan.
Proses pengendalian keluhan pelanggan adalah suatu tahapan atau proses penting yang sebaiknya menjadi perhatian terbesar dari perusahaan.  Khususnya apabila kasus keluhan tersebut sangat terkait dengan kasus keamanan pangan.  Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk memastikan proses penanganan keluhan tertangani dengan baik.

(1) Tentukan tim penanganan keluhan pelanggan

Tim ini memiliki tanggung jawab untuk melakukan proses identifikasi, dan apabila memungkinkan dapat melakukan proses survey ke pasar atau konsumen untuk kebutuhan memastikan bahwa keluhan tersebut tertangani dengan baik.  Tim memiliki tanggung jawab dan kompetensi yang memadai agar program investigasi yang dimaksud dapat dijalankan secara tepat dan optimal.

(2) Penetapan Prosedur Penanganan

Tetapkan aturan yang tepat mengenai tata cara dari proses penanganan keluhan pelanggan tersebut.  Pengaturan dan penetapan identifikasi serta proses penetapan tindakan perbaikan dan pencegahan terhadap keluhan yang muncul tersebut.

(3) Proses Penetapan Tindakan Perbaikan dan Pencegahan

Perusahaan harus menetapkan kebijakan terkait dengan tindakan koreksi yang ditimbulkan dari dampak kasus keluhan keamanan pangan ini.  Bagaimana proses pengendalian dijalankan untuk memastikan tidak terulang kembali, baik secara sistem maupun pemahaman karyawan.  Tindakan perbaikan dijalankan untuk menghilangkan penyebab-penyebab yang mengakibatkan keluhan muncul.

(4) Proses verifikasi dan pengendalian
Kendalikan dan pastikan bahwa sistem manajemen keamanan pangan dijalankan.  Adalah suatu hal yang penting dilakukan pemeriksaan dalam periode tertentu untuk memastikan bahwa sistem dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang ada.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat berkaitan dengan pelaksanaan Sistem Manajemen Keamanan Pangan di perusahaan Anda. Jaminan keamanan pangan adalah jaminan konsumen yang tidak bisa dinegosiasikan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Sabtu, 14 Desember 2013

5 Kesulitan dalam Mengelola Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Bagaimana suatu sistem manajemen keamanan pangan diimplementasikan? Banyak industri pangan, melihat proses implementasi sistem manajemen keamanan pangan adalah suatu proses "keterpaksaan". Sebab secara investasi dan kesiapan budaya perusahaan untuk menjalankan fungsi manajemen keamanan pangan belum terlengkapi secara tepat.

Berikut adalah catatan 5 hal yang menyebabkan kesulitan dalam melakukan penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.

(1) Pengembangan Sumber Daya Manusia
Kompetensi sumber daya manusia dan tidak disertai dengan komitmen perubahan strategi pengembangan kesadarannya bisa menyebabkan hilangnya tanggung jawab sumber daya manusia tersebut dalam menjalankan sistem.

(2) Pemahaman strategis Sistem Operational Procedure
Bagaimana suatu perusahaan melihat bahwa Standard Operating Procedure adalah hal penting yang perlu dipertimbangkan terkait dengan bagaimana proses PRP (Pre Requisite Program) dijalankan.  Standard Operating Procedure harus dapat memberikan gambaran mengenai kejelasan terhadap setiap tahapan yang dibuat berkaitan dengan program implementasi pencegaan resiko keamanan pangan.

(3) Ketidakpahaman dalam Membuat Rencana HACCP
Bagaimana suatu rencana HACCP dibuat, konsep dan fungsi efektif terkait dengan pengendaliannya gagal dipahami oleh tim.  Sehingga dalam proses pencegahan kontaminasi yang muncul tidak dapat dijalankan secara maksimal.

(4) Lay out operational yang tidak menunjang
Lay out produksi yang tidak dapat dipastikan mencegah kontaminasi dapat menyebabkan adanya kesulitan dalam mengimplementasikan program.  Tim akan merasa sulit karena potensi kontaminasi seperti tidak terkendali.

(5) Pemahaman konsep teknis keamanan pangan
Kurangnya kepedulian untuk menambah ilmu terkait dengan dasar-dasar keamanan pangan, dapat menyebabkan manajemen perusahaan mengalami kesulitan ketika akan menerapkan konsep strategis manajemen keamanan pangan.

Bagaimana dengan penerapan Manajemen Keamanan Pangan di dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat agar pelaksanaan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dapat dijalankan secara tepat dan optimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Minggu, 01 Desember 2013

Tahapan Penyusunan HACCP untuk Katering dan Food Service

Banyak perusahaan katering dan food service mengalami permasalahan ketika harus menyusun HACCP, mengapa?  Karena pelatihan yang dibuat selama ini, lebih banyak mengajarkan tata cara penyusunan HACCP untuk sektor food industry.  Sedangkan untuk sektor food service dan katering, sangat jarang untuk dibahas mengenai tata cara pembuatannya.

Lalu bagaimana proses penyusunan HACCP yang tepat dan efektif untuk sektor katering dan food service?

(1) Lakukan proses penyusunan kelompok produk
Sangat sulit untuk melakukan proses penyusunan Manual HACCP apabila berdasarkan seluruh kelompok menu yang ada.  Alangkah baiknya, apabila proses penyusunan manual HACCP tersebut ditetapkan sesuai dengan kelompok produk yang ada dalam menu.

(2) Analisis seluruh bahan baku yang terkait
Lakukan proses pemeriksaan terhadap seluruh bahan baku yang digunakan, untuk memastikan bahwa bahan baku yang ada telah teridentifikasi status bahaya yang berpotensi untuk memberikan kontribusi terkait dengan proses pengendalian dari proses yang ada.

(3) Menyusun PRP (Pre Requisite Program) dari Program HACCP
Dimana melakukan proses penyusunan terhadap PRP berupa SSOP dan GMP yang dibutuhkan terkait dengan proses produksi.  Perencanaan yang ada harus dipastikan dibuat secara efektif agar dapat secara maksimal dapat diimplementasikan ke dalam suatu kebutuhan operasional secara tepat dan tidak berlebihan.

Lakukan pengembangan dan penyusunan HACCP untuk katering dan food service untuk mengoptimalkan bisnis Anda.  Lakukan pencarian eksternal yang tepat untuk dapat mendampingi perusahaan Anda dalam mengimplementasikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Minggu, 17 November 2013

Pentingnya Perusahaan Kemasan Memiliki Sertifikasi HACCP

Dalam konsep keamanan pangan, adalah sangat penting untuk mengendalikan seluruh resiko yang muncul bagi produk pangan itu sendiri.  Adalah hal yang penting dalam industri pangan untuk dapat mengendalikan keamanan pangan pada seluruh aspek/ segi operasional yang dimiliki. Termasuk di dalamnya adalah aspek dari industri kemasan yang mendukung produk pangan itu sendiri.

Terdapat beberapa hal yang menjadi pertimbangan untuk mengembangkan sistem manajemen keamanan pangan pada industri kemasan:

(1) Kemasan posisi inner/ primer
Kemasan ini adalah kemasan yang merupakan material pengemas yang sangat penting karena mengalami kontak langsung dengan produk pangan.  Produk pangan yang sudah diolah dengan memperhatikan suatu bentuk jaminan keamanan pangan khusus tentunya harus dipastikan juga terkemas dalam kemasan yang tidak mencemari produk.

(2) Kemasan luar (outer)
Meskipun tidak secara langsung memiliki kontak langsung dengan produk pangan, adalah hal yang sangat penting untuk lebih memperhatikan keamanan pangan dari kemasan khusus untuk produk ready to eat.  Dalam beberapa hal, kemasan yang digunakan harus lebih memperhatikan resiko terhadap keamanan pangan.  Mengingat bahwa produk ready to eat adalah jenis produk yang sangat bersiko tinggi akibat tidak ada pengolahan lanjutan setelah sampai di konsumen.

Apakah perusahaan Anda adalah produsen kemasan untuk industri pangan? Mulailah untuk menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, untuk lebih meningkatkan nilai dari produk yang Anda supply. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Sabtu, 09 November 2013

Pentingnya Pelatihan ISO 9001 pada Industri Air Mineral Dalam Kemasan

Berkaitan dengan adanya pembaharuan peraturan pemerintah yang berhubungan dengan penerbitan SNI bagi perusahaan air minum dalam kemasan untuk mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2008.  Bagi perusahaan air minum dalam kemasan ada baiknya untuk mengadakan pelatihan mengenai persyaratan ISO 9001 untuk industri Air Minum dalam Kemasan.

Pelatihan yang dijalankan selama dua hari akan membahas mengenai pemahaman terhadap klausul-klausul ISO 9001, proses penyusunan dokumentasi dan catatan mutu sesuai dengan persyaratan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001, serta bagaimana melakukan program implementasi klausul ISO 9001 dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengimplementasikan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 dalam perusahaan secara tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Kamis, 07 November 2013

Training FSSC Untuk Industri Pangan/ Perikanan

Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah suatu bentuk konsep yang penting dan utama dalam industri pangan/perikanan.  Selain memiliki sistem HACCP, disarankan juga dalam industri  pangan/perikanan untuk melakukan proses set up FSSC (Food Safety System Certification).  Lalu apa yang menjadi nilai penting dari program pelatihan ini.

(1) Peserta training dapat melakukan proses pembuatan sistem manajemen ISO 22000
(2) Peserta training dapat memahami GMP, SSOP maupun penetapan sistem HACCP  dalam Industri Perikanan
(3) Peserta training dapat memahami ISO TS-22000-1
(4) Peserta training dapat melakukan proses penyusunan dokumen ISO 22000

Pelatihan yang dilakukan berdurasi dua (2) hari dengan detail program pelatihan yang dijalankan adalah sebagai berikut:

Hari Pertama

Pemahaman konsep keamanan pangan dalam industri perikanan
Pemahaman GMP, SSOP dan HACCP
Pemahaman tahapan penyusunan manual HACCP
Pemahaman tahapan penyusunan dokumen GMP dan SSOP
Proses evaluasi sistem

Hari Kedua
Pemahaman ISO 22000
Pemahaman ISO TS-22000-1
Pemahaman FSSC
Proses penyusunan dokumen ISO 22000

Pengembangan sistem manajemen keamanan pangan adalah bentuk komitmen tentang bagaimana industri anda menjamin kualitas dan keamanan konsumen. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Training FSSC Untuk Industri Pangan/ Perikanan

Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah suatu bentuk konsep yang penting dan utama dalam industri perikanan.  Selain memiliki sistem HACCP, disarankan juga dalam industri perikanan untuk melakukan proses set up FSSC (Food Safety System Certification).  Lalu apa yang menjadi nilai penting dari program pelatihan ini.

(1) Peserta training dapat melakukan proses pembuatan sistem manajemen ISO 22000
(2) Peserta training dapat memahami GMP, SSOP maupun penetapan sistem HACCP  dalam Industri Perikanan
(3) Peserta training dapat memahami ISO TS-22000-1
(4) Peserta training dapat melakukan proses penyusunan dokumen ISO 22000

Pelatihan yang dilakukan berdurasi dua (2) hari dengan detail program pelatihan yang dijalankan adalah sebagai berikut:

Hari Pertama

Pemahaman konsep keamanan pangan dalam industri perikanan
Pemahaman GMP, SSOP dan HACCP
Pemahaman tahapan penyusunan manual HACCP
Pemahaman tahapan penyusunan dokumen GMP dan SSOP
Proses evaluasi sistem

Hari Kedua
Pemahaman ISO 22000
Pemahaman ISO TS-22000-1
Pemahaman FSSC
Proses penyusunan dokumen ISO 22000

Pengembangan sistem manajemen keamanan pangan adalah bentuk komitmen tentang bagaimana industri anda menjamin kualitas dan keamanan konsumen. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Training FSSC Untuk Industri Pangan/ Perikanan

Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah suatu bentuk konsep yang penting dan utama dalam industri perikanan.  Selain memiliki sistem HACCP, disarankan juga dalam industri perikanan untuk melakukan proses set up FSSC (Food Safety System Certification).  Lalu apa yang menjadi nilai penting dari program pelatihan ini.

(1) Peserta training dapat melakukan proses pembuatan sistem manajemen ISO 22000
(2) Peserta training dapat memahami GMP, SSOP maupun penetapan sistem HACCP  dalam Industri Perikanan
(3) Peserta training dapat memahami ISO TS-22000-1
(4) Peserta training dapat melakukan proses penyusunan dokumen ISO 22000

Pelatihan yang dilakukan berdurasi dua (2) hari dengan detail program pelatihan yang dijalankan adalah sebagai berikut:

Hari Pertama

Pemahaman konsep keamanan pangan dalam industri perikanan
Pemahaman GMP, SSOP dan HACCP
Pemahaman tahapan penyusunan manual HACCP
Pemahaman tahapan penyusunan dokumen GMP dan SSOP
Proses evaluasi sistem

Hari Kedua
Pemahaman ISO 22000
Pemahaman ISO TS-22000-1
Pemahaman FSSC
Proses penyusunan dokumen ISO 22000

Pengembangan sistem manajemen keamanan pangan adalah bentuk komitmen tentang bagaimana industri anda menjamin kualitas dan keamanan konsumen. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Training FSSC Untuk Industri Pangan/ Perikanan

Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah suatu bentuk konsep yang penting dan utama dalam industri perikanan.  Selain memiliki sistem HACCP, disarankan juga dalam industri perikanan untuk melakukan proses set up FSSC (Food Safety System Certification).  Lalu apa yang menjadi nilai penting dari program pelatihan ini.

(1) Peserta training dapat melakukan proses pembuatan sistem manajemen ISO 22000
(2) Peserta training dapat memahami GMP, SSOP maupun penetapan sistem HACCP  dalam Industri Perikanan
(3) Peserta training dapat memahami ISO TS-22000-1
(4) Peserta training dapat melakukan proses penyusunan dokumen ISO 22000

Pelatihan yang dilakukan berdurasi dua (2) hari dengan detail program pelatihan yang dijalankan adalah sebagai berikut:

Hari Pertama

Pemahaman konsep keamanan pangan dalam industri perikanan
Pemahaman GMP, SSOP dan HACCP
Pemahaman tahapan penyusunan manual HACCP
Pemahaman tahapan penyusunan dokumen GMP dan SSOP
Proses evaluasi sistem

Hari Kedua
Pemahaman ISO 22000
Pemahaman ISO TS-22000-1
Pemahaman FSSC
Proses penyusunan dokumen ISO 22000

Pengembangan sistem manajemen keamanan pangan adalah bentuk komitmen tentang bagaimana industri anda menjamin kualitas dan keamanan konsumen. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Training FSSC Untuk Industri Pangan/ Perikanan

Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah suatu bentuk konsep yang penting dan utama dalam industri perikanan.  Selain memiliki sistem HACCP, disarankan juga dalam industri perikanan untuk melakukan proses set up FSSC (Food Safety System Certification).  Lalu apa yang menjadi nilai penting dari program pelatihan ini.

(1) Peserta training dapat melakukan proses pembuatan sistem manajemen ISO 22000
(2) Peserta training dapat memahami GMP, SSOP maupun penetapan sistem HACCP  dalam Industri Perikanan
(3) Peserta training dapat memahami ISO TS-22000-1
(4) Peserta training dapat melakukan proses penyusunan dokumen ISO 22000

Pelatihan yang dilakukan berdurasi dua (2) hari dengan detail program pelatihan yang dijalankan adalah sebagai berikut:

Hari Pertama

Pemahaman konsep keamanan pangan dalam industri perikanan
Pemahaman GMP, SSOP dan HACCP
Pemahaman tahapan penyusunan manual HACCP
Pemahaman tahapan penyusunan dokumen GMP dan SSOP
Proses evaluasi sistem

Hari Kedua
Pemahaman ISO 22000
Pemahaman ISO TS-22000-1
Pemahaman FSSC
Proses penyusunan dokumen ISO

Pengembangan sistem manajemen keamanan pangan adalah bentuk komitmen tentang bagaimana industri anda menjamin kualitas dan keamanan konsumen. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Training FSSC Untuk Industri Pangan/ Perikanan

Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah suatu bentuk konsep yang penting dan utama dalam industri perikanan.  Selain memiliki sistem HACCP, disarankan juga dalam industri perikanan untuk melakukan proses set up FSSC (Food Safety System Certification).  Lalu apa yang menjadi nilai penting dari program pelatihan ini.

(1) Peserta training dapat melakukan proses pembuatan sistem manajemen ISO 22000
(2) Peserta training dapat memahami GMP, SSOP maupun penetapan sistem HACCP  dalam Industri Perikanan
(3) Peserta training dapat memahami ISO TS-22000-1
(4) Peserta training dapat melakukan proses penyusunan dokumen ISO 22000

Pelatihan yang dilakukan berdurasi dua (2) hari dengan detail program pelatihan yang dijalankan adalah sebagai berikut:

Hari Pertama

Pemahaman konsep keamanan pangan dalam industri perikanan
Pemahaman GMP, SSOP dan HACCP
Pemahaman tahapan penyusunan manual HACCP
Pemahaman tahapan penyusunan dokumen GMP dan SSOP
Proses evaluasi sistem

Hari Kedua
Pemahaman ISO 22000
Pemahaman ISO TS-22000-1
Pemahaman FSSC
Proses penyusunan dokumen ISO

Pengembangan sistem manajemen keamanan pangan adalah bentuk komitmen tentang bagaimana industri anda menjamin kualitas dan keamanan konsumen. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Training FSSC Untuk Industri Pangan/ Perikanan

Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah suatu bentuk konsep yang penting dan utama dalam industri perikanan.  Selain memiliki sistem HACCP, disarankan juga dalam industri perikanan untuk melakukan proses set up FSSC (Food Safety System Certification).  Lalu apa yang menjadi nilai penting dari program pelatihan ini.

(1) Peserta training dapat melakukan proses pembuatan sistem manajemen ISO 22000
(2) Peserta training dapat memahami GMP, SSOP maupun penetapan sistem HACCP  dalam Industri Perikanan
(3) Peserta training dapat memahami ISO TS-22000-1
(4) Peserta training dapat melakukan proses penyusunan dokumen ISO 22000

Pelatihan yang dilakukan berdurasi dua (2) hari dengan detail program pelatihan yang dijalankan adalah sebagai berikut:

Hari Pertama

Pemahaman konsep keamanan pangan dalam industri perikanan
Pemahaman GMP, SSOP dan HACCP
Pemahaman tahapan penyusunan manual HACCP
Pemahaman tahapan penyusunan dokumen GMP dan SSOP
Proses evaluasi sistem

Hari Kedua
Pemahaman ISO 22000
Pemahaman ISO TS-22000-1
Pemahaman FSSC
Proses penyusunan dokumen ISO

Pengembangan sistem manajemen keamanan pangan adalah bentuk komitmen tentang bagaimana industri anda menjamin kualitas dan keamanan konsumen. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Training FSSC Untuk Industri Pangan/ Perikanan

Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah suatu bentuk konsep yang penting dan utama dalam industri perikanan.  Selain memiliki sistem HACCP, disarankan juga dalam industri perikanan untuk melakukan proses set up FSSC (Food Safety System Certification).  Lalu apa yang menjadi nilai penting dari program pelatihan ini.

(1) Peserta training dapat melakukan proses pembuatan sistem manajemen ISO 22000
(2) Peserta training dapat memahami GMP, SSOP maupun penetapan sistem HACCP  dalam Industri Perikanan
(3) Peserta training dapat memahami ISO TS-22000-1
(4) Peserta training dapat melakukan proses penyusunan dokumen ISO 22000

Pelatihan yang dilakukan berdurasi dua (2) hari dengan detail program pelatihan yang dijalankan adalah sebagai berikut:

Hari Pertama

Pemahaman konsep keamanan pangan dalam industri perikanan
Pemahaman GMP, SSOP dan HACCP
Pemahaman tahapan penyusunan manual HACCP
Pemahaman tahapan penyusunan dokumen GMP dan SSOP
Proses evaluasi sistem

Hari Kedua
Pemahaman ISO 22000
Pemahaman ISO TS-22000-1
Pemahaman FSSC
Proses penyusunan dokumen ISO

Pengembangan sistem manajemen keamanan pangan adalah bentuk komitmen tentang bagaimana industri anda menjamin kualitas dan keamanan konsumen. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Training FSSC Untuk Industri Pangan/ Perikanan

Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah suatu bentuk konsep yang penting dan utama dalam industri perikanan.  Selain memiliki sistem HACCP, disarankan juga dalam industri perikanan untuk melakukan proses set up FSSC (Food Safety System Certification).  Lalu apa yang menjadi nilai penting dari program pelatihan ini.

(1) Peserta training dapat melakukan proses pembuatan sistem manajemen ISO 22000
(2) Peserta training dapat memahami GMP, SSOP maupun penetapan sistem HACCP  dalam Industri Perikanan
(3) Peserta training dapat memahami ISO TS-22000-1
(4) Peserta training dapat melakukan proses penyusunan dokumen ISO 22000

Pelatihan yang dilakukan berdurasi dua (2) hari dengan detail program pelatihan yang dijalankan adalah sebagai berikut:

Hari Pertama

Pemahaman konsep keamanan pangan dalam industri perikanan
Pemahaman GMP, SSOP dan HACCP
Pemahaman tahapan penyusunan manual HACCP
Pemahaman tahapan penyusunan dokumen GMP dan SSOP
Proses evaluasi sistem

Hari Kedua
Pemahaman ISO 22000
Pemahaman ISO TS-22000-1
Pemahaman FSSC
Proses penyusunan dokumen ISO

Pengembangan sistem manajemen keamanan pangan adalah bentuk komitmen tentang bagaimana industri anda menjamin kualitas dan keamanan konsumen. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Rabu, 06 November 2013

Mengendalikan Pemasok dalam Industri Pangan

Banyak perusahaan yang melihat bahwa hubungan antara supplier dan perusahaan hanya dipastikan terprioritas pada keuntungan perusahaan saja, padahal terdapat aspek strategis yang penting yang perlu untuk dioptimalkan terkait dengan pengembangan strategi pada pemasok.

Dengan berkembangnya manajemen dari pemasok, secara pasti perusahaan juga menjalani suatu keuntungan dan perbaikan kualitas yang mampu masuk ke dalam pengembangan usahanya.  Bagaimana perusahaan dapat menyusun sistem yang dapat mengembangkan nilai strategis dari pengembangan pemasok?

(1) Penerapan Sistem Seleksi yang Tepat
Dengan sistem seleksi yang tepat, perusahaan dapat secara obyektif dan strategis memilih pemasok yang akan masuk ke area proses operasional.  Apabila secara bisnis, pemasok tersebut adalah pemasok tunggal yang sulit untuk tergantikan maka proses seleksi dapat dijalankan dengan sistem klasifikasi nilai/ grade.

(2) Program Pelatihan
Mengaplikasikan program pelatihan terintegrasi dan terpadu untuk dapat mengoptimalkan kapasitas dan kompetensi dari pemasok.  Perusahaan ada baiknya meminta pemasok untuk menerapkan Sistem Manajemen Mutu, seperti ISO 9001 untuk dapat membantu meningkatkan kualitas dan menjamin konsistensi kualitas dari output produk yang ada pada pemasok.

(3) Audit Pemasok
Menjalankan fungsi audit sistem yang dijalankan oleh pemasok juga dapat membantu perusahaan untuk mendapatkan hasil/output produk yang berkualitas baik.  Ada baiknya kegiatan audit pemasok ini disusun dengan kriteria-kriteria yang mencakup dalam kegiatan sistem manajemen operasional perusahaan.

(4) Evaluasi Pemasok
Melakukan program evaluasi untuk dapat memastikan adanya pengukuran yang tepat terhadap kinerja pemasok selama pemasok tersebut menjalankan fungsi pasokan ke perusahaan.

Kembangkan sistem Supplier Development Program secara tepat, selain dapat membantu usaha Anda, sistem ini juga dapat membantu jaminan terhadap komitmen operasional pada usaha Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Sabtu, 26 Oktober 2013

Penerapan IFS dalam Industri Pangan

Bagi industri pangan, Sistem Jaminan Keamanan Pangan, adalah hal yang penting, yang mana tidak dapat ditawar-tawar lagi.  Di dalam sistem sertifikasi keamanan pangan, tidak hanya terdiri atas sertifikasi ISO 22000, namun juga terdapat beberapa sistem sertifikasi yang lebih dipersyaratakan oleh GFSI (Global Food Safety Institute), seperti FSSC, BRC dan IFS.


Dibandingkan dengan BRC dan FSSC, sistem sertifikasi IFS adalah sistem sertifikasi yang jarang dijalankan.  Konsep dari penerapannya sama dengan BRC namun terdapat beberapa penambahan detail dari proses aplikasinya.  Apabila perusahaan ingin mengembangkan sertifikasi ini, maka terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan dalam proses penyusunan sistem sertifikasi IFS.

(1) Menyusun sistem manajemen mutu
Dimana perusahaan harus melakukan proses penyusunan sistem manajemen mutu dalam organisasi, untuk kemudian dijadikan sebagai panduan dalam konsep kualitas produk.

(2) Menyusun sistem manajemen keamanan pangan
Dalam tahapan proses ini, perusahaan membuat sistem dasar dari keamanan pangan yaitu GMP dan SSOP untuk kemudian melakukan proses penetapan standar HACCP untuk kemudian ditetapkan manual dari sistem keamanan pangan tersebut.

(3) Memastikan adanya pengendalian terhadap kontaminasi
Adalah hal yang penting dilakukan untuk memastikan adanya sistem pengendalian terhadap kontaminasi terhadap produk pangan yang berpotensi muncul.

Ingin menjalankan aplikasi IFS dalam perusahaan Anda, lakukan proses komunikasi dengan pihak referensi eksternal yang tepat untuk mendapatkan hasil yang maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Kamis, 17 Oktober 2013

Prinsip Dasar dalam Pest Control

Dalam industri pangan ataupun perikanan, permasalahan terhadap serangga adalah suatu permasalahan yang harus dipastikan terkendali dengan baik.  Sistem dan pemahaman terhadap tata cara pengendaliannya harus dipastikan dapat meminimalkan resiko kontaminasi serangga yang masuk ke dalam sistem operasional proses.
Berkaitan dengan aplikasi pest control, terdapat 5 prinsip dasar yang sebaiknya menjadi bagian penting untuk dikedepankan ketika melakukan proses penanganan terhadap pengendalian serangga.

(1) Konsep pencegahan

Adalah penting bagi suatu unit usaha dalam industri pangan untuk memastikan bahwa pencegahan diajalankan.  Proses mencegah serangga untuk masuk ke dalam area proses dapat dilakukan dengan cara menjalankan program sanitasi secara tepat dan optimal.  Pemastian untuk mencegah dapat dijalankan dengan cara mengoptimalkan aspek GMP pada bagunan, dimana area proses terlindungi dari resiko masuknya serangga dari lingkungan sekitar.

(2) Sistem dan prosedur
Adanya sistem dan prosedur yang memastikan adanya pemantauan secara berkala berkaitan dengan fungsi trapping dan aplikasi koreksi yang dijalankan.  Tahapan ini berguna untuk memastikan adanya suatu pengendalian terkait dengan adanya resiko masuknya serangga dan hewan pengganggu lainnya ke area kerja proses.

(3) Pelatihan dan kompetensi

Memastikan bahwa operator dan provider pelaksana kegiatan pest control telah memiliki aspek kompetensi dan sertifikasi yang memadai untuk mengakomodasi proses pencegahan terkait dengan penanganan serangga di lapangan.

(4) Analisis data

Proses inspeksi secara berkala dilakukan pada sistem yang telah dijalankan.  Adanya pencatatan sangat penting untuk mengumpulkan data-data terhadap program pest control yang telah dijalankan.  Statistika dapat digunakan untuk melakukan proses korelasi antara sistem yang dibuat dengan data yang didapat.

(5) Evaluasi Sistem

Memastikan efektifitas terkait dengan pelaksanaan program pest control. Penetapan tindakan perbaikan dilakukan berdasarkan data untuk dapat melihat bagaimana proses pest control dijalankan secara optimal.

Bagaimana dengan aplikasi pest control di perusahaan Anda? Lakukan pengembangan referensi eksternal yang tepat untuk mengaplikasikan program pest control sebagai nilai penting untuk mengoptimalkan pengendalian terhadap serangga. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Selasa, 15 Oktober 2013

Pemilihan Supplier Kemasan dalam Industri Pangan

Bagi industri pangan, kemasan adalah suatu hal penting sebagai proses perlindungan terhadap makanan/ produk itu sendiri.  Bahkan di beberapa produk pangan yang terkait erat dengan bisnis retail, kemasan adalah komponen utama dan termahal dalam penetapan komposisi nilai jual produk itu sendiri.
Melihat faktor strategisnya, banyak industri kemasan berlomba-lomba mengembangkan investasi dan produk untuk memasok produk pengemas.  Karena nilai kebutuhan nya adalah sangat tinggi, belum lagi apabila berbicara untuk aspek pengembangan dalam bidang food service seperti jasa katering dan restauran.
Apabila Anda adalah pelaku dalam industri pangan, ada baiknya perusahaan Anda melakukan proses evaluasi terhadap pemasok produk kemasan dalam industri Anda.  Terdapat faktor-faktor penting yang harus diperhatikan terkait dengan penetapan supplier untuk produk kemasan tersebut.

(1) Informasi Mengenai Komposisi Bahan Kimia dan Material Penyusun Komposisi Kemasan, dimana harus dipastikan bahwa komponen produksi dari kemasan tersebut sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Codex ataupun US FDA.  Pastikan status  bahan baku dilakukan sesuai dengan standar persyaratan karakteristik allergent dan non allergent.

(2) Pemastian operasional perusahaan
Melakukan proses pengendalian operasional yang terkait dengan status penggunaan bahan baku dan tata cara proses yang ditetapkan dalam perusahaan.  Dimana perusahaan harus memastikan bahwa proses produksi dijalankan dengan menggunakan bahan baku yang sesuai dengan standar persyaratan, yaitu diproduksi dengan menggunakan bahan baku yang tepat guna dan bukan berasal dari hasil daur ulang benda berbahaya.

(3) Sistem Operational Perusahaan

Melakukan proses pemeriksaan untuk memastikan adanya program sertifikasi manajemen keamanan pangan pada industri pemasok material kemasan Anda.  Pastikan pemasok Anda sudah menggunakan standar sistem HACCP, ISO 22000, brc ataupun FSSC untuk memastikan bahwa proses operasional dijalankan sesuai dengan standar persyaratan.

Untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan manajemen keamanan pangan di perusahaan Anda, lakukan penetapan referensi eksternal yang tepat untuk memastikan bahwa produk Anda terjamin dalam sistem yang efektif dan tepat guna. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Minggu, 13 Oktober 2013

Bagaimana Cara yang Efektif untuk Meningkatkan Kesadaran Keamanan Pangan Karyawan

Ketika suatu perusahaan makanan dan perikanan akan menjalankan program manajemen keamanan pangan, salah satu hal yang tersulit yang dialami adalah memastikan bahwa kesadaran keamanan pangan dijalankan pada level seluruh karyawan.  Namun apa pun tingkat kesulitannya, kesadaran keamanan pangan adalah mutlak untuk terimplementasi secara penuh pada seluruh komponen dari perusahaan.  Lalu bagaimana cara yang tepat untuk dapat memastikan kesadaran karyawan akan keamanan pangan teroptimalkan.

(1) Pelatihan
Perusahaan harus menetapkan program pelatihan yang tepat untuk karyawan, pelatihan didesain sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan dalam perusahaan itu sendiri.  Untuk memastikan bahwa kesadaran muncul, maka pastikan program pelatihan tersebut dijalankan bersama dengan suatu metode evaluasi yang tepat.

(2) Pengembangan peranan supervisor
Bagaimana proses pengembangan peranan supervisor dibutuhkan untuk memastikan bahwa fungsi leadership terjalankan dalam mengembangkan budaya positif yang terkait dengan keamanan pangan.  Peranan agent of change harus terpatri kuat pada peranan supervisor untuk lebih dapat mengoptimalkan kesadaran tersebut muncul.

(3) Reward and punsihment
Aplikasi terhadap penetapan fungsi reward and punishment yang tepat dapat dijalankan untuk memastikan proses optimalisasi dari kesadaran.  Perusahaan harus menetapkan aturan yang kuat dan fungsi disiplin sehingga perubahan budaya positif dapat muncul dalam internal perusahaan itu sendiri.

Lalu bagaimana dengan penerapannya di perusahaan Anda, lakukan proses penetapan sistem yang tepat agar kesadaran keamanan pangan di dalam perusahaan terinternalisasai menjadi suatu relasi pengembangan yang positif antara karyawan dan perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Jumat, 11 Oktober 2013

Perbedaan ISO 22000 dan BRC

Apakah perusahaan Anda ingin menjalankan proses sertifikasi keamanan pangan?  Jenis sertifikasi keamanan pangan seperti apa yang ingin Anda jalankan?  Banyak perusahaan mengalami kebingungan antara menggunakan BRC atau menggunakan ISO 22000, mana yang lebih baik dan apa perbedaannya.
ISO 22000 adalah suatu penerapan dari Sistem Manajemen Keamanan Pangan, yang mana tahapan prosesnya lebih berorientasi kepada aplikasi penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, dimana pendekatan manajemen dijalankan pada proses operasional yang terintegrasi mulai dari aspek Perencanaan, Realisasi, Pemeriksaan dan aksi tindak lanjut dari suatu penerapan Sistem Keamanan Pangan.  Lalu bagaimana suatu organisasi mengakomodasi sistem ini.  Salah satu hal yang paling penting adalah ISO 22000 adalah perusahaan harus memperhatikan kebutuhan dari kepentingan buyer.  Beberapa buyer membutuhkan BRC sebagai hal penting untuk memenuhi GFSI (Global Food Safety Institute), dimana ISO 22000 tidak masuk ke dalam sertifikasi sistem yang memenuhi persyaratan GFSI.

GFSI itu sendiri sangat banyak dibutuhkan oleh buyer yang memiliki strategi pengembangan pasar sampai dengan manajemen retail, sistem ISO 22000 tidak memunculkan aspek teknis yang dipersyaratkan terkecuali apabila penerapan ISO 22000 itu sendiri diarahkan kepada suatu strategi dengan FSSC 22000.  Proses penerapan ini adalah mengkombinasikan ISO 22000 dengan pendekatan ISO TS 22001.

Untuk BRC, konsep pendekatan sertifikasi yang bersifat teknis akan sangat membantu banyak perusahaan apabila ingin menerapkan Sistem Manajemen Mutu dan aspek pendekatan teknis yang dipersyaratkan oleh perusahaan.  Perusahaan sudah melakukan proses aplikasi terkait dengan pemenuhan konsep mutu dan aspek teknis dari Sistem Manajemen Keamanan Pangan.  (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Senin, 30 September 2013

Pelatihan Audit Internal BRC Versi 6

Perusahaan industri pangan, melihat bahwa investasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah suatu bentuk investasi yang mahal.  Namun apakah perusahaan itu sendiri sudah melakukan proses perhitungan kualitas mutu dari ketiadaan sistem serta dampakanya dalam organisasi. Suatu konsep investasi yang sangat menguntungkan untuk suatu keputusan jangka panjang.

BRC sebagai salah satu Sistem Manajemen Keamanan yang sudah dipercaya oleh GFSI (Global Food Safety Institute) merupakan suatu sistem yang sangat tepat untuk diaplikasikan oleh perusahaan, khususnya untuk industri perikanan dan industri yang terkait erat dengan aspek retail.  Dalam Sistem BRC, perusahaan harus dapat memastikan bahwa Sistem Manajemen Keamanan Pangan terpenuhi sesuai dengan peraturan salah satunya adalah dengan memastikan adanya tim auditor yang kuat dan optimal dalam memastikan adanya program audit intensif dalam perusahaan.  Lalu bagaimana langkah yang harus dijalankan oleh tim BRC yang ada dalam internal perusahaan?

Langkah yang paling penting adalah dengan mengikuti program pelatihan audit BRC.  Dalam kegiatan audit BRC ini, harus dapat dipastikan bahwa aplikasi dan pengembangan program BRC dijalankan secara tepat dan efektif untuk dapat mengoptimalkan fungsi auditor.

Program pelatihan yang ditawarkan adalah terdiri atas 3 hari pelatihan, yaitu:
(1) Hari pertama
    - Pemahaman klausul-klausul yang ada dalam BRC
    -  Proses penyusunan checklist BRC
(2) Hari kedua
    - Workshop audit internal BRC
    - Proses implementasi kegiatan BRC
    - Simulasi audit
(3) Hari ketiga
    - Teknik penyusunan laporan
    - Proses verifikasi hasil audit
Diharapkan dengan mengikuti 3 hari pelatihan ini, perusahaan dapat memiliki auditor yang kompeten dalam menjalankan proses audit. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Sabtu, 21 September 2013

Pelatihan HACCP untuk Industri Plastik

Tantangan terbesar dalam industri kemasan saat ini adalah bagaimana industri ini dapat mengakomodasi kebutuhan keamanan pangan bagi industri pangan.  Dimana selain bahan baku, kemasan juga memberikan dampak resiko terhadap keamanan pangan dalam produk pangan.  Beberapa bahaya diidentifikasi dapat muncul dari kemasan yang tidak sesuai dengan standar.  Salah satunya adalah bahaya kimia, dimana komponen-komponen bahaya pangan tersebut dapat berintegras dan mengkontaminasi produk pangan.

Akhirnya, beberapa industri pangan mempersyaratkan bahwa kemasan khusus kemasan primer yang menyentuh pada produk harus memenuhi standar persyaratan keamanan pangan. Salah satunya adalah persyaratan keamanan pangan harus dapat dipastikan sudah memiliki sertifikasi HACCP.  Namun sebelum melakukan proses sertifikasi HACCP, ada baiknya dilakukan program pelatihan HACCP untuk industri pangan.

Pelatihan HACCP untuk industri plastik dilakukan dua hari pelatihan, dengan silabus sebagai berikut:
Hari Pertama
(1) Pemahaman mengenai HACCP, GMP dan SSOP
(2) Pengenalan karakter plastik dan jenis plastik
(3) Dasar-dasar HACCP
(4) Langkah-langkah membuat HACCP Manual
Hari Kedua
(1) Workshop menyusun manual HACCP
(2) Proses pembuatan SOP untuk Sanitasi dan GMP
(3) Kerja Berkelompok

Pelatihan yang efektif dapat menghasilkan sumber daya manusia yang dapat mengoptimalkan kinerja sistem manajemen keamanan pangan dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pest Clean: Solusi Terintegrasi Pest Control

Penanganan terhadap hama pada saat ini merupakan tantangan terbesar pada seluruh industri makanan.  Kondisi lingkungan sekitar yang tidak ideal dapat membentuk kontaminasi hama menjadi masalah terbesar bagi banyak industri makanan khususnya perikanan.  Penanganan yang salah justru dapat menyebabkan penanganan hama memakan biaya yang cukup mahal dan tidak efektif.  Lalu bagaimana solusi dari permasalahan tersebut?

(1) Pelajari lay out dan kondisi infrastruktur area kerja Anda
Hal yang sangat penting untuk diperhatikan bahwa lay out serta area kerja dari suatu infrastruktur harus sangat menunjang dari potensi adanya kontaminasi serangga.  Menjadi suatu hal yang penting dan kritikal dari suatu aplikasi keamanan pangan bahwa syarat minimal dari lay out serta infrastruktur harus sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan.  Penyimpangan dalam proses penetapan lay out dan infrastrastruktur menyebabkan kondisi area kerja tidak memebuhi persyaratan yang ditetapkan dan menyebabkan permasalahan besar dalam proses pencegahan hama.

(2) Memastikan proses sanitasi tepat dan efektif

Bagaimana memastikan bahwa suatu proses tersebut dapat dijalankan dengan menggunakan program sanitasi yang tepat, potensi kemunculan hama untuk berinfestasi dalam suatu area menjadi rendah.  Dengan program sanitasi yang tepat guna, perusahaan juga menurunkan nilai investasi untuk proses pengendalian hama.

(3) Pengembangan Pest Control

Program pest control secara prinsip dilakukan untuk menghilangkan potensi hama di area proses, tidak hanya indoor saja tapi juga meliputi outdoor.  Dimana apabila potensi tersebut tidak ada, proses pencegahan hama untuk berkeliaran dalam area proses secara tidak terkendali diminimalkan.  Kondisi operasional menjadi suatu konsep penting bagaimana pola pengendalian terhadap serangga dikendalikan secara tepat dan optimal, beberapa provider pest control menggunakan racun untuk mencegah adanya hama yang masuk ke area, ada yang menggunakan isolasi bertahap dalam radius area tertentu dan ada pula yang menggunakan sistem pengendalian tanpa racun yang menggunakan trapping (perangkap).

Clean Pest adalah strategi pengendalian hama yang dilakukan dengan menggunakan metode non racun, dimana aspek trapping yang dimulai dengan pemetaan dari area yang tepat menjadi fungsi yang tepat dalam memastikan metode ini dapat berjalan secara efektif.
Langkah pengembangan dari suatu pengendalian hama menjadi salah satu bagian penting dalam prinsip keamanan pangan.  Ada baiknya perusahaan melakukan proses pengendalian keamanan pangan yang tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Sabtu, 22 Juni 2013

Pengembangan Program BRC dalam Industri Pangan

Dalam kondisi kompetitif seperti saat ini, proses dan penanganan Sistem Keamanan Pangan menjadi penting untuk dapat menjadi lebih unggul dibandingkan dengan industri lainnya.  Kualitas produk dan daya saing harga yang menjadi pertimbangan penting tidaklah menjadi hal utama lagi, apabila keamanan pangan yang dimiliki tidak sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan. 
Banyak kasus menunjukkan bahwa konsep terhadap Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah investasi yang mahal, dan tidak memberikan efek signifikan dalam perusahaan.  Apabila muncul paradigma seperti yang dimaksud, besar kemungkinan perusahaan itu hanya mengejar sertifikasinya saja bukan kepada perbaikan berkelanjutan. Berikut adalah lima (5) manfaat dari proses aplikasi BRC dalam perusahaan industri pangan.

(1) Memberikan suatu bentuk Sistem Manajemen Mutu
Secara prinsip hal yang paling mendasari dari semua sistem adalah konsep kekuatan mutu, dimana perusahaan diminta untuk mendefinisikan aspek mutu yang dimiliki dari perusahaan itu untuk kemudian dikembangkan ke dalam status penanganan implementasi organisasi.  Banyak hal yang menarik apabila ingin dilihat dalam bentuk aplikasi ini adalah adaptasi dari ISO 9001:2008.  Dimana secara tidak langsung dengan perusahaan menerapkan sistem BRC maka perusahaan tersebut akan menerapkan ISO 9001.

(2) Mengembangkan struktur sistem keamanan pangan yang teknis
Berbeda dengan ISO 22000, secara teknis GFSI (Global Food Safety Initiative) mengklaim bahwa BRC adalah salah satu sistem yang disetujui dalam penerapan operasional nya dibandingkan dengan ISO 22000.  Secara otomatis apabila perusahaan Anda menerapkan BRC maka perusahaan Anda itu sendiri mengembangkan konsep GFSI.

(3) Aplikasi dan pengembangan manajemen operasional lingkungan hidup
Dalam BRC sistem pengendalian dan penanganan limbah menjadi suatu operasional dari tatanan pengendalian lingkungan hidup.  Nilai kepatuhan yang menjadi suatu standar persyaratan membuat perusahaan secara tidak langsung dapat mengaplikasikan program ISO 14001 ke dalam manajemen operasional perusahaan melalui BRC.

(4) Pembentukan budaya perusahaan
Dalam strategi BRC aspek pelatihan dan kompetensi merupakan persyaratan yang utama.  Dimana suatu unsur pengembangan budaya perusahaan menjadi titik tolak yang penting suatu sistem tersebut diaplikasikan. Program evaluasi pelatihan dan pengembangan sistem kompetensi menjadi persyaratan utama yang paling penting dalam proses aplikasi.

(5) Sistematis pencatatan
Program BRC menuntut adanya tahapan pencatatan yang urut dan sistematis sehingga tahapan operasional baik untuk kebutuhan kualitas maupun keamanan pangan menjadi nilai terpenting dalam aplikasi implementasi program BRC tersebut.

Tertarik untuk menerapkan program BRC dalam mengembangkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dalam perusahaan Anda.  Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mendukung implementasi sistem dalam perusahaan Anda. (Amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Jumat, 29 Maret 2013

Proses Implementasi BRC pada Industri Perikanan

Pengembangan industri pangan yang kompetitif membutuhkan adanya pengenalan terhadap Standar Manajemen Internasional yang tepat dan dikenal oleh banyak negara internasional.  Salah satunya adalah BRC (British Retail Consortium), dimana BRC ini merupakan salah satu sertifikasi internasional yang cukup bergengsi yang sangat dikenal memiliki kualitas kelayakan sistem yang sangat optimal.
Lalu bagaiman praktek yang tepat dalam menjalankan aplikasi sistem BRC di dalam perusahaan Anda?

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mempelajari standar dari Sistem BRC itu sendiri. Proses mempelajarinya dapat dilakukan dengan melakukan aplikasi download ke dalam situs resmi BRC untuk kemudian mendapatkan standar yang dimaksud.  Proses pembelajaran harus dilakukan dengan tepat, sangat optimal apabila proses pembelajaran dijalankan oleh individu yang sudah memiliki konsep dan pengalaman yang kuat di dalam bidang keamanan pangan.  Namun apabila kompetensi belum memadai, tidak ada salahnya menggunakan jasa pihak ketiga yang berpengalaman di dalam bidang proses implementasi BRC itu sendiri.

Langkah kedua adalah melakukan proses penyusunan dokumen yang berhubungan dengan konsep BRC itu sendiri, di dalam langkah dan proses ini dijalankan suatu pembentukan prosedur dan penyusunan dokumen yang menjadi persyaratan wajib untuk kebutuhan dari sistem BRC dan yang akan menjadi panduan dalam kegiatan operasional yang dijalankan di lapangan.

Langkah ketiga membentuk tim audit internal, tim ini akan memiliki tanggung jawab lengkap dalam memastikan bahwa sistem keamanan pangan yang berbasiskan BRC dapat dijalankan secara maksimal di dalam perusahaan.  Akan menjadi suatu proses penting untuk memastikan bahwa tanggung jawab kompetensi dari personel yang mengaplikasikan BRC tersebut dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

Proses implementasi BRC tersendiri tidak terlepas dari pengaruh akan kebutuhan dari Sistem Manajemen Mutu dan Keamanan Pangan, suatu komitmen manajemen menjadi bagian yang penting bahwa BRC dijalankan secara efektif.  Sudahkan perusahaan Anda berkomitmen dalam menjalankan proses penanganan implementasi yang dimaksud. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Minggu, 27 Januari 2013

Perlukah Adanya Ahli Keamanan Pangan dalam Industri Perikanan

Masalah pro kontra yang terkait dengan kebutuhan akan adanya ahli khusus keamanan pangan khusus perikanan menimbulkan banyak pro dan kontra. Kebutuhan akan spesialistik ahli keamanan pangan pada bidang ini, tidak dinyana dipertanyakan oleh ahli keamanan pangan yang bersifat general. Terdapat banyak alasan yang mendasari tujuan mengapa dibutuhkan adanya ahli keamanan pangan khusus untuk di bidang ini, lalu apa yang terjadi apabila perusahaan perikanan tidak memiliki individu yang ahli dalam secara kompetensi untuk menjamin bahwa keamanan pangan sesuai dengan persyaratan yang ada?

Hal yang banyak dilupakan oleh pelaku industri perikanan, bahwa konsep bisnis dalam bidang perikanan harus mengikuti persyaratan yang sudah ditetapkan dalam aturan pemerintah. Salah satu hal yang terpenting adalah adanya kewajiban untuk memiliki sertifikasi HACCP. Akibatnya, dalam proses penyusunan manual HACCP, hal yang terpenting adalah bukan hanya bagaimana dokumen terbentuk tapi bagaimana suatu Sistem Manajemen Keamanan Pangan diaplikasikan dalam manajemen operasionalnya.

Hal yang paling penting dalam proses aplikasi adalah selain kompetensi pelatihan, juga pengalaman untuk dapat mengaplikasikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan secara tepat dan efektif. Kemampuan untuk menginterpretasikan kebutuhan persyaratan khusus, seperti BRC (British Retail Consortium) ataupun IFS (Integrated Featured Standards) adalah hal penting dimana pengalaman yang menentukan implementasi yang tepat dan ideal. Menjadi penting bagi perusahaan untuk dapat mengembangkan seluruh karyawan memiliki aspek kompetensi keamanan pangan, agar sinergi keamanan pangan dapat menjadi budaya positif dalam perusahaan. Tertarik untuk mengembangkan kompetensi karyawan Anda, lakukan pengembangan program pelatihan keamanan pangan untuk internal perusahaan agar dapat menghasilkan nilai optimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pelatihan HACCP untuk Jasa Katering dan Food Service

Banyak perusahaan penyedia makanan, khususnya untuk penyedia jasa pelayanan terhadap layanan pengolahan makanan siap saji seperti katering, restauran dan hotel belum menyadari betapa pentingnya penerapan sistem HACCP dalam aplikasi dan operasional pengelolaan manajemen jasa penyedia jasa pengelola produk makanan.

Bagaimana bentuk pelatihan yang sebaiknya dilakukan agar pelaku jasa penyedia katering dan food service ini dapat memahami secara detail mengenai konsep HACCP.

Pelatihan itu sendiri harus dapat menjelaskan:

(1) Pengertian mengenai HACCP
Keunikan dari HACCP yang merupakan modifikasi antara suatu bentuk konsep pengembangan saintis (keilmuan) yang dipandu dengan manajemen adalah suatu konsep menarik untuk melihat bagaimana suatu teori diimplementasi dan dikelola dalam manajemen operasional industri pangan.

(2) Pemahaman Teknik dan Prinsip HACCP
Bagaimana peserta pelatihan harus dapat memahami teknik penyusunan dan aplikasi penerapan HACCP ke dalam manajemen operasional yang ditetapkan dalam perusahaan.  Sisi menarik dari suatu konsep pengelolaan manajemen inilah yang menjadi nilai penting karena prinsip dan teknik ini akan berbeda dalam proses aplikasinya pada tiap industri yang ada.

(3) Kesadaran Keamanan Pangan
Hal yang paling penting yang harusnya disadari oleh suatu industri jasa katering adalah melihat kepentingan keamanan pangan sebagai bentuk pengembangan manajemen operasional yang harus diaplikasikan di dalam perusahaan.

Walaupun tidak melanjutkan ke dalam bentuk mekanisme sertifikasi, namun ada baiknya suatu perusahaan industri jasa penyedia makanan menggunakan sistem HACCP sebagai nilai lebih dalam konsep kompetitif dalam bisnis dan kepuasan pelanggan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Implementasi ISO: Bukan Hanya Sekedar Sertifikasi

Banyak perusahaan yang salah dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan proses pengambilan sertifikat ISO, dimana perusahaan-perusahaan tersebut melakukan proses pengambilan sertifikat hanya untuk kebutuhan tertentu saja yang nota bene untuk mengembangkan pemasaran usaha mereka bukan kepada peningkatan terhadap internal perusahaan.  Lalu apa manfaat dari suatu program sertifikasi itu sendiri?

(1) Proses penyusunan sistem dalam perusahaan

Standar dari ISO itu sendiri merupakan suatu bentuk pengembangan dari suatu sistem operasional dalam perusahaan.  Dimana sistem yang sudah dibentuk dipastikan teraudit untuk dapat terevaluasi sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan berdasarkan kriteria yang dipersyaratkan dalam Standar ISO itu sendiri.

(2) Proses pengukuran proses kerja

Dalam penerapan ISO, evaluasi dengan metode terukur menjadi suatu bentuk persyaratan untuk dapat melihat bahwa budaya untuk memastikan perbaikan secara terus menerus dilakukan.  Proses evaluasi dilakukan secara rutin sebagai bentuk untuk memastikan bahwa proses tindak lanjut dijalankan untuk memastikan pencapaian target berikutnya dapat secara terus menerus dijalankan.

(3) Perbaikan pengembangan budaya perusahaan
Penerapan ISO, dapat memberikan dampak positif dalam arti pengembangan profesionalisme dan memastikan adanya budaya pembelajaran yang tidak pernah berhenti dalam perusahaan.  Budaya pembelajaran ini dijalankan untuk dapat memastikan bagaimana suatu perusahaan dapat menyusun suatu mekanisme perbaikan agar perbaikan dari unit usaha dapat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan.

Bagamana dengan perusahaan Anda sendiri, apabila perusahaan Anda sudah menjalankan implementasi sistem ada baiknya dilakukan refreshment implementasi agar target dari aplikasi penerapan sistem tidak hanya sekedar sertifikasi saja.  (Amarylliap@gmail.com, 08129369926)