Senin, 23 Mei 2016

Program Pengendalian CCP yang Tepat dan Efektif

Dalam proses penerapan HACCP di dalam perusahaan, proses pengendalian atas CCP adalah bagian penting untuk dijalankan. Lalu bagaimana program yang tepat bagi perusahaan dalam menjalankan  program pengendalian CCP di dalam perusahaan.

Tahap Pertama: Penetapan Batas Kritis Operasional
Proses penetapan batas kritis operasional disusun berdasarkan kriteria yang mudah untuk dilakukan dalam perusahaan.  Penetapan batas kritis operasional diusahakan berada pada titik yang lebih ketat dibandingkan dengan batas kritis hasil validasi dari referensi.

Tahap Kedua: Penetapan Program Monitoring
Pemastian bagaimana batas kritis operasional tersebut dijalankan adalah bagian yang penting.  Perusahaan dapat menyusun SOP (Standard Operating Procedure) terkait dengan tata cara pemantauan atas program monitoring tersebut.  Program Monitoring harus dijalankan dan disosialisasikan kepada personel operasional yang menjalankan kegiatan monitoring tersebut.

Tahap Ketiga: Program Verifikasi Program Monitoring
Proses pemeriksaan ulang atas kemampuan monitoring dapat mengendalikan batas kritis dijalankan perusahaan dengan berbagai macam cara. Salah satunya adalah melalui program kalibrasi, program verifikasi hasil akhir, dan program penanganan keluhan pelanggan.

Pastikan bahwa proses pengendalian CCP dalam perusahaan Anda dijalankan secara efektif. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam proses pengendalian CCP. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Minggu, 22 Mei 2016

Pelatihan FSSC Packaging

Dalam aturan pangan yang terbaru, perhatian dalam keamanan pangan bukan hanya berorientasi pada produk pangan saja namun juga sudah melibatkan pada produk kemasan.  Lalu bagaimana program pelatihan atas FSSC kemasan dijalankan dalam perusahaan.
Program pelatihan FSSC dalam perusahaan kemasan dapat dijalankan dengan menjalankan program pelatihan sebagai berikut.
(1) Pemahaman Prinsip Dasar PRP
Dalam program pelatihan ini, dilakukan proses penjelasan untuk dapat memastikan bahwa perusahaan memahami dasar-dasar persyaratan kemanan pangan (GMP dan SSOP) sesuai dengan ISO TS 22002:4.  
(2) Pemahaman HACCP Kemasan
Pada tahapan pelatihan ini, perusahaan diberikan penjelasan mengenai potensi bahaya-bahaya yang muncul terkait dengan proses produksi dan material yang dipergunakan.  Melakukan proses aplikasi prinsip-prinsip dasar yang dipersyaratkan kan dalam penyusunan HACCP.
(3) Pemahaman persyaratan dan standar ISO 22000 & ISO TS 22002:4
Perusahaan mendapatkan penjelasan klausul-klausul yang termuat dalam standar persyaratan ISO 22000 & ISO TS 22002:4.  Dimana perusahaan menjalankan proses pelatihan terkait dengan penyusunan dokumentasi yang dipersyaratkan dalam standar.
Lakukan proses pengembangan program sistem manajemen keamanan pangan yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pelatihan Praktis GMP Bagi Praktisi Industri Pangan

Saat ini banyak provider pelatihan menawarkan program pelatihan dengan sistem desk training (training yang dilakukan di ruangan dan meja).  Dalam beberapa hal, training jenis ini akan menjadi kurang efektif apabila berhadapan dengan para praktisi industri pangan. Dimana dalam proses pelatihan tersebut praktisi dihadapkan pada beberapa program praktis yang dijalankan untuk memberikan pengetahuan atas dasar-dasar GMP.

Berikut adalah silabus pelatihan GMP praktis yang dapat dijalankan oleh perusahaan.

(1) Program Pelatihan: Basic Principle of GMP
Di dalam pelatihan ini, dijelaskan secara mendasar dari prinsip-prinsip dasar GMP yang dapat menjelaskan bagaimana konsep tata cara pengolahan produk pangan yang aman dan benar dijalankan.  Prinsip dasar dijelaskan secara teoritis dan adaptif dengan kondisi lingkungan dari perusahaan.

(2) Program Pelatihan: Supervisory Leadership for Food Safety Management System
Ketaaatan atas prilaku pelaku proses selama kegiatan industri pangan dijalankan untuk memastikan bahwa kedisiplinan dan prilaku pelaku proses terkendali selama proses dan pelaksanaan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Sehingga prinsip atas dasar keamanan pangan dijalankan sebagai bentuk awareness dan bukan sebagai kewajiban yang mengekang.

(3) Program Pelatihan: Internal Audit GMP
Bagaimana memastikan penerapan GMP dijalankan perusahaan secara maksimal. Proses audit dilakukan untuk kemudian dilakukan  evaluasi mengenai penerapan GMP. Program pelatihan ini bertujuan untuk menghasilkan internal auditor-internal auditor dari program GMP.

Bagaimana program pelatihan GMP dijalankan di perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Jumat, 20 Mei 2016

Penerapan HACCP/ ISO 22000 pada Industri Sarang Burung Walet

Secara strategis, kebutuhan atas ekspor produk burung walet sangat tinggi.  Namun tidak dapat dipungkiri bahwa persyaratan kualitas dan keamanan pangan atas produk tersebut juga sangat tinggi. Sehingga mau tidak mau, pemilik industri sarang burung walet harus mempertimbangkan kesiapan dalam mengembangkan Sistam Jaminan Keamanan Pangan pada industrinya.

Lalu bagaimana penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan diberlakukan pada Industri Sarang Burung Walet? Berikut adalah penerapan yang dapat dijalankan oleh pelaku industri tersebut.

Tahap Pertama, Penerapan GMP & SSOP
Meskipun lokasi usaha berada dalam kondisi minimalis ataupun sederhana. Namun standar persyaratan Food Hygiene harus dapat terpenuhi. Bagaimana kondisi lingkungan, bangunan, peralatan maupun individu pekerja dapat memenuhi standar persyaratan yang ditetapkan.  Pemastian atas pest control maupun persyaratan standar keamanan pangan dapat terpenuhi.

Tahap Kedua, Pengendalian Bahaya Pangan
Bagaimana memastikan bahwa produk pangan yang dikonsumsi tersebut adalah aman untuk dikonsumsi dan dicegah dari resiko dimana mampu melampau limit/ batasan yang ditetapkan.  Pengendalian atas penggunaan bahan kimia tambahan dipastikan adalah jenis bahan kimia yang aman untuk dikonsumsi dan berada pada kisaran yang aman. Beberapa pelaku industri sarang burung walet terkadang menambahkan pewarna ataupun material pengawet lainnya untuk meningkatkan umur simpan.

Tahapan Ketiga, Pengawasan dan Pengetahuan
Dalam proses keamanan pangan pangan, harus dapat dipastikan bahwa karyawan yang bekerja mendapatkan pengawasan dan pengetahuan yang memadai atas keamanan pangan. Pengembangan dalam bentuk pelatihan maupun sosialisasi adalah penting untuk dijalankankan dalam memastikan bahwa keamanan pangan dapat terjalankan secara maksimal.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal atas Sistem Manajemen Keamanan Pangan dalam perusahaan Anda secara tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Senin, 02 Mei 2016

Mengimplementasikan PRP dalam Industri Kemasan

Dalam industri kemasan pangan, penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah penting untuk dijalankan.  Dan seperti industri pangan, industri kemasan juga diwajibkan untuk menjalankan PRP (Pre Requisite Program) atas standar keamanan pangan.

Lalu bagaimana langkah yang tepat untuk dapat mengimplementasikan keamanan pangan yang tepat dalam industri kemasan? Berikut adalah langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan.

Langkah Pertama, menjalankan program validasi atas PRP
Ada baiknya perusahaan melakukan validasi terkait dengan PRP yang akan dijalankan. Pemahaman atas faktor resiko serta referensi atas keamanan pangan dalam industri kemasan adalah penting untuk dipahami terlebih dahulu. Memastikan bahwa sistem ditetapkan berdasarkan rasio resiko dan terkendali untuk dapat memastikan bahwa keamanan pangan terpenuhi. Pemahaman atas analisis referensi terkait dengan bahan-bahan kimia yang dipergunakan juga adalah penting untuk dapat dipahami.

Langkah Kedua, Melakukan Proses Penyusunan SSOP dan GMP
Penetapan GMP dan SSOP harus dipastikan sesuai dengan tingkat resiko dan faktor keamanan yang muncul dalam Sistem Keamanan pangan tersebut.  Sangat penting bagi perusahaan untuk dapat memastikan bahwa aspek keamanan pangan baik itu sanitasi maupun regulasi personel hygiene adalah applicable dan dapat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan.

Langkah Ketiga, Melakukan proses verifikasi
PRP yang telah disusun harus dipastikan terverifikasi. Perusahaan harus dapat memastikan bahwa program verifikasi tersusun dan terealisasi sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

Bagaimana perusahaan Anda menjalankan Sistem Keamanan Pangan? Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengaplikasikan keamanan pangan dalam industri kemasan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)