Selasa, 31 Maret 2020

Mencegah Sabotase dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Perkembangan penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan menunjukkan bahwa aspek bahaya yang ada dalam keamanan pangan bukan hanya terdiri atas bahaya kimia, fisik dan biologi. Ancaman atas keamanan pangan bisa berasal dari sabotase yang memang dengan sengaja memberikan bahaya atas produk kepada konsumen.

Tidak sedikit kasus atas keamanan pangan muncul sebagai pelajaran penting bagaimana proses pengendalian atas sabotase tersebut dilakukan.  Sedikit berbeda dengan pengelolaan bahaya keamanan pangan lainnya, sabotase harus dilakukan proses evaluasi kajian atas potensi untuk melakukan pengendalian.  Lalu bagaimana cara yang efektif untuk mencegah kemunculan sabotase dalam keamanan pangan? Berikut ini langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan.

(1) Mengidentifikasi Potensi Ancaman
Melakukan proses pemeriksaan atas potensi yang muncul dalam ancaman.  Ada baiknya perusahaan melakukan proses risk assessment untuk mengukur potensi tersebut muncul. Risk assessment dapat dianalisis berdasarkan pada data yang berasal dari internal dan eksternal perusahaan.  Potensi atas komunikasi yang tidak efektif dapat meningkatkan nilai potensi ancaman tersebut muncul.

(2) Menetapkan Control Measure
Melakukan proses penetapan atas tindakan-tindakan yang dapat menghilangkan potensi tersebut. Proses penetapan seperti pengendalian akses, pengendalian karyawan atau penggunaan teknologi untuk meminimalkan resiko menjadi nilai yang penting untuk mengeliminasi resiko yang ada.

(3) Melakukan Pencatatan dan Kajian Atas Insiden
Setiap permasalahan yang muncul atas insiden yang ada pada kasus sabotasi harus dilakukan analisis penyebabnya untuk kemudian menetapkan tindakan perbaikan yang dilakukan. Pastikan bahwa tindakan perbaikan tersebut efektif sehingga tidak  menimbulkan kasus yang sama di kemudian hari.

Bagaiman perusahaan Anda mengelola Sistem Manajemen Keamanan Pangan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang efektif untuk mengelola Sistem Manajemen Keamanan Pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Senin, 30 Maret 2020

Memahami Konteks Organisasi dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Dalam penerapan ISO 22000 versi 2018, terdapat adanya penambahan yang terkait dengan konteks organisasi dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.  Penetapan atas konteks organisasi itu sendiri banyak terkait dengan perubahan yang terjadi pada ISO 9001 versi 2015.

Kebutuhan perusahaan untuk mampu menangkap issue internal dan eksternal yang terkait dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Mengapa diperlukan adanya penetapan issue internal dan eksternal tersebut?

Perusahaan membutuhkan adanya suatu improvement dan fleksibilitas untuk mengadopsi setiap perubahan. Penyusunan sistem secara prinsip juga harus memperhatikan kebutuhan serta informasi yang diharapkan pada sisi internal dan eksternal perusahaan. Dari konteks organisasi tersebut, perusahaan diharapkan dapat merancang desain sistem yang tepat dan efektif.

Melalui konteks organisasi, perusahaan dapat menjalankan strategi yang tepat untuk mengarahkan tujuan terkait dengan perubahan yang ada dalam organisasi, khususnya dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan.

Bagaimana perusahaan Anda menjalankan Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000 versi 2018? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengimplementasikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000 versi 2018. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Membedakan Validasi dan Verifikasi dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Dalam penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, baik itu HACCP, FSSC, ISO 22000 maupun BRC seringkali kita mendengar informasi terkait dengan validasi dan verifikasi.  Seringkali juga, terjadi kesalahan proses penafsiran terkait dengan verifikasi dan validasi itu sendiri. Lalu bagaimana cara membedakan validasi dan verifikasi.

Apa itu Verifikasi?

Verifikasi adalah proses pemeriksaan yang dilakukan untuk memastikan bahwa control measure (tindakan untuk menghilangkan bahaya) adalah efektif ditujukan untuk menghilangkan bahaya tersebut.  Verifikasi yang dijalankan dapat dilakukan dengan melakukan proses pengujian produk, kalibrasi, ataupun dengan internal audit.  Verifikasi itu sendiri dilakukan dalam periode tertentu setelah control measure dijalankan.

Apa itu Validasi?

Validasi adalah proses konfirmasi yang dilakukan untuk memastikan bahwa control measure yang ditetapkan adalah benar untuk menghilangkan bahaya tersebut.  Validasi itu sendiri dapat meruapakn referensi ataupun hasil pengujian/ penelitian yang dilakukan pada masa sebelumnya sebagai bentuk pemastian bahwa control measure yang dipilih adalah efektif. Validasi itu sendiri dilakukan sebelum pelaksanaan control measure dijalankan.  Proses validasi adalah termasuk proses verifikasi yang dijalankan untuk memastikan control measure pada periode berikutnya. Contohnya seperti pada proses penetapan shelf life, perusahaan bisa mempergunakan referensi daripada menunggu periode shelf life tersebut dijalankan.

Bagaimana perusahaan Anda menjalankan implementasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk menjalankan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)