Apakah perusahaan Anda pada saat ini akan menjalankan Sistem
Manajemen Keamanan Pangan? Lalu ketika perusahaan Anda bingung akan
memilih badan sertifikasi, point apa yang harus Anda lakukan dalam
memilih? Mengingat saat ini banyak sekali alternatif badan sertifikasi
yang dapat digunakan.
Sebagai bahan pertimbangan, ada baiknya perusahaan memperhatikan beberapa faktor yang penting sebelum memilih badan sertifikasi:
(1) Pertimbangan Konsumen
Sebelum
memilih badan sertifikasi ada baiknya perusahaan memperhatikan konsumen
yang akan menjadi sasaran tujuan atau yang dimiliki oleh perusahaan
saat ini. Tidak dapat dipungkiri proses pemilihan badan sertifikasi
akan mempengaruhi brand dari perusahaan. Apabila badan sertifikasi yang
dipilih adalah badan sertifikasi internasional, maka secara umum
perusahaan dapat diterima oleh konsumen. Karena bagaimana pun juga
tujuan sertifikasi salah satunya adalah membangun kepercayaan dari
konsumen.
(2) Pertimbangan Kualitas
Kualitas dari
badan sertifikasi lebih dapat ditentukan dari auditor yang digunakan.
Pastikan badan sertifikasi menyediakan auditor yang sangat kompeten dan
memiliki pengalaman yang cukup dalam ruang lingkup audit yang akan
dijalani. Banyak manfaat dan perbaikan akan didapatkan apabila
perusahaan menjalankan audit dengan tenaga ahli yang mumpuni.
(3) Pertimbangan Harga
Penting
dan sangat perlu untuk dievaluasi. Bagaimana perhitungan harga
dilakukan dan apabila memungkinkan bandingkan dengan badan sertifikasi
lainnya. Bukan nilai rupiahnya yang harus menjadi pertimbangan, namun
nilai jual yang sangat penting dan ruang lingkup sertifikasinya.
Lakukan
proses pencarian badan sertifikasi yang tepat untuk dapat memberikan
kontribusi terhadap bisnis perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com,
08129369926)
Sabtu, 31 Mei 2014
Senin, 26 Mei 2014
Program Pelatihan Food Hygiene untuk Pelaku Usaha Katering, Restauran & Cafe
Dalam mengembangkan aspek kompetitif yang terkait dengan Sistem
Manajemen Keamanan Pangan, adalah penting bagi usaha food service untuk
dapat mengedepankan pemahaman yang beraitan dengan konsep food hygiene
dan sanitasi. Dalam pelaksanaan program implementasi Sistem Manajemen
Keamanan pangan, faktor karyawan dapat menjadi penentu untuk dapat
memastikan terealisasinya PRP (Pre Requisite Program) sebagai penentu
aspek kritikal terhadap poses sanitasi dan food hygiene.
Program Pelatihan yang akan dijalankan merupakan satu (1) hari pelatihan, dengan pendekatan tema pelatihan sebagai berikut:
(1) Identifikasi aspek kebersihan pada area kerja
(2) Pengenalan Bahan Kimia untuk Proses Sanitasi
(3) Desain dan manajemen operasional sanitasi
(4) Dasar-dasar food hygiene dalam usaha food service
Diharapkan dengan pelatihan satu (1) hari ini karyawan dapat memahami pentingnya proses implementasi dari sanitasi dan food hygiene. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Program Pelatihan yang akan dijalankan merupakan satu (1) hari pelatihan, dengan pendekatan tema pelatihan sebagai berikut:
(1) Identifikasi aspek kebersihan pada area kerja
(2) Pengenalan Bahan Kimia untuk Proses Sanitasi
(3) Desain dan manajemen operasional sanitasi
(4) Dasar-dasar food hygiene dalam usaha food service
Diharapkan dengan pelatihan satu (1) hari ini karyawan dapat memahami pentingnya proses implementasi dari sanitasi dan food hygiene. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Sabtu, 24 Mei 2014
Mengoptimalkan Fungsi QC dalam Industri Pangan
Dalam industri pangan/ perikanan, adalah sangat krusial agar perusahaan memiliki QC sebagai fungsi evaluasi kualitas. Posisi penempatan QC agar lebih maksimal harus dijalankan sesuai dengan fungsinya yaitu melakukan pemeriksaan kualitas dengan cara sampling dengan metode yang tepat dan memastikan bahwa proses pemeriksaan efektif dijalankan. Adalah salah melihat bahwa kualitas adalah output yang dihasilkan oleh QC, kualitas adalah hasil efektif yang juga dijalankan oleh pihak produksi.
Pada perkembangannya, industri pangan/ perikanan yang telah menjalankan program Sistem Manajemen Keamanan Pangan, maka aplikasi dari penerapan fungsi QC dapat dimaksimalkan tidak hanya untuk kebutuhan inspeksi saja. Penerapan dapat dijalankan dengan mengoptimalkan fungsi:
(a) Verifikasi Titik Kendali Bahaya
Ada baiknya dalam setiap tahapan proses yang merupakan titik CCP / kendali kritis bahaya, maka QC Inspector menjalankan proses verifikasi terhadap pemantauan dari hasil pemeriksaan periodik. Proses verifikasi ini dijalankan agar dijalankan dua sisi pemeriksaan selain oleh pihak produksi agar tahapan proses ini dapat terjaga secara optimal.
(b) Verifikasi PRP
Dalam proses penerapan sistem operasional PRP yaitu sanitasi dan GMP, perlu adanya pemastian bahwa pengendalian operasional dan administrasi dijalankan sesuai dengan SOP. Setelah dipastikan telah dijalankan sesuai dengan SOP maka QC yang bersangkutan dapat melakukan proses uji validasi untuk memastikan bahwa sistem tersebut seduai dengan standar persyaratan.
(c) Trainer penerapan HACCP/ Sistem Keamanan Pangan
Fungsi QC dapat dioptimalkan sebagai tenaga pelatih untuk memastikan adanya konsistensi proses dan kedisiplinan dalam menjalankan Sistem Manajemen keamanan Pangan. Hal yang sangat perlu diingat adalah memastikan bahwa penerapan pelatihan tidak hanya pelatihan ruangan saja, tetapi juga di dalamnya adalah pelatihan yang langsung dijalankan di lapangan.
(d) Assessor dari Implementasi Sistem
QC dapat difokuskan untuk memastikan bahwa Sistem Manajemen Keamanan Pangan dijalankan dengan melakukan proses penilaian realisasi efektifitas aktual dengan sistem. Inspector QC dapat difasilitasi dengan checklist untuk dapat memastikan bahwa program pengembangan QC telah dijalankan sesuai dengan standar.
Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan efektif untuk dapat memastikan bahwa Sistem manajemen Keamanan pangan dalam perusahaan Anda telah efektif dijalankan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Pada perkembangannya, industri pangan/ perikanan yang telah menjalankan program Sistem Manajemen Keamanan Pangan, maka aplikasi dari penerapan fungsi QC dapat dimaksimalkan tidak hanya untuk kebutuhan inspeksi saja. Penerapan dapat dijalankan dengan mengoptimalkan fungsi:
(a) Verifikasi Titik Kendali Bahaya
Ada baiknya dalam setiap tahapan proses yang merupakan titik CCP / kendali kritis bahaya, maka QC Inspector menjalankan proses verifikasi terhadap pemantauan dari hasil pemeriksaan periodik. Proses verifikasi ini dijalankan agar dijalankan dua sisi pemeriksaan selain oleh pihak produksi agar tahapan proses ini dapat terjaga secara optimal.
(b) Verifikasi PRP
Dalam proses penerapan sistem operasional PRP yaitu sanitasi dan GMP, perlu adanya pemastian bahwa pengendalian operasional dan administrasi dijalankan sesuai dengan SOP. Setelah dipastikan telah dijalankan sesuai dengan SOP maka QC yang bersangkutan dapat melakukan proses uji validasi untuk memastikan bahwa sistem tersebut seduai dengan standar persyaratan.
(c) Trainer penerapan HACCP/ Sistem Keamanan Pangan
Fungsi QC dapat dioptimalkan sebagai tenaga pelatih untuk memastikan adanya konsistensi proses dan kedisiplinan dalam menjalankan Sistem Manajemen keamanan Pangan. Hal yang sangat perlu diingat adalah memastikan bahwa penerapan pelatihan tidak hanya pelatihan ruangan saja, tetapi juga di dalamnya adalah pelatihan yang langsung dijalankan di lapangan.
(d) Assessor dari Implementasi Sistem
QC dapat difokuskan untuk memastikan bahwa Sistem Manajemen Keamanan Pangan dijalankan dengan melakukan proses penilaian realisasi efektifitas aktual dengan sistem. Inspector QC dapat difasilitasi dengan checklist untuk dapat memastikan bahwa program pengembangan QC telah dijalankan sesuai dengan standar.
Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan efektif untuk dapat memastikan bahwa Sistem manajemen Keamanan pangan dalam perusahaan Anda telah efektif dijalankan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Langganan:
Postingan (Atom)