Kamis, 17 September 2015

Pengndalian Bahaya dalam Industri Pangan

Dalam industri pangan, adalah sangat penting bagi perusahaan untuk menyusun sistem pengendalian yang terkait dengan Resiko Keamanan Pangan. Bagi beberapa perusahaan proses pengendalian atas resiko tersebut dapat dijalankan dengan menggunakan beberapa cara / proses pendekatan.

Berikut adalah beberapa tahapan yang dapat dilakukan oleh perusahaan terkait dengan proses pengendalian atas resiko yang dijalankan.

(1) Pengendalian PRP ( Pre Requisite Program)
Pre Requisite Program adalah landasar dasar dan utama dari proses pengendalian atas manajemen keamanan pangan. PRP sebaiknya direncanakan dengan baik, terkait dengan anggaran baik dalam proses pembuatan awal ataupun pengendalian lanjutannya. Apabila PRP yang dijalankan tersebut memiliki banyak kelehaman maka perusahaan tentu akan akan mengalami tingginya nilai biaya yang harus diinvestasikan terkait dengan program pengendalian resiko.

Proses penanganan PRP ini bertujuan untuk melakukan proses pengendalian atas pencegahan atas meningkatkan keseriusan akan bahaya yang ada dalam produk pangan.  Pencegahan tersebut dapat dilakukan dengan meminimalkan resiko yang muncul atau mengurangi frekuensi kejadian atas kemunculan resiko tersebut.

(2) Pengendalian CCP (Critical Control Point)
Proses pengendalian ini sudah memasuki ranah atas bahaya yag muncul dalam klasifikasi signifikan. Proses pengendalian atas CCP ini bertujuan untuk memastikan bahwa bahaya yang signifikan tersebut dapat tercegah secara langsung.

Pastikan proses produksi pangan Anda terlindungi secara maksimal. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan optimal terkait dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar