Dalam proses penanganan keamanan pangan, salah satu hal yang terpenting terkait dengan proses pengendalian keamanan pangan adalah allergent. Dimana allergen adalah bahan protein yang bagi beberapa konsumen adalah bersifat asing dan dapat menimbulkan reaksi penolakan pada konsumen. Bahkan ditemukan beberapa kondisi konsumen bisa mengalami reaksi yang kuat bahkan dapat menyebabkan kematian. Mengingat tingkat resikonya, dalam pengelolaan keamanan pangan, konsep pengendalian resiko menjadi bagian penting ditetapkan sebagai bahaya.
(1) Pengendalian Bahan Baku
Memastikan komposisi yang terkait dengan bahan baku adalah bagian yang terpenting untuk dapat diidentifikasi terkait dengan isis bahan baku serta komposisi yang ada. Memastikan kembali bahwa seluruh status komponen bahan pangan terkendali. Hal yang pasti untuk tidak boleh dilewatkan adalah memahami konsep allergen berdasarkan pada regulasi yang telah ditetapkan.
(2) Pengendalian Proses
Memastikan bahwa penanganan serta penggunaan peralatan dilakukan pemisahan yang tepat, sehingga kontaminan yang mengandung allergen tidak mendapatkan cemaran antara allergen. Bagaimana proses dipastikan terkendali dengan batasan komponen allergen yang ada. Pemastian bahwa sanitasi dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan untuk mencegah adanya kontaminasi benda asing ataupun material lain yang dapat mengendalikan resiko allergen.
(3) Pengendalian Label
Melakukan proses pengendalian atas status label yang dipergunakan. Label adalah sebagai bagian penting dalam pemberian tanda terkait dengan status allergen dalam produk.
Lalu bagaimana dengan proses pengendalian atas aspek allergen yang dijalankan dalam perusahaan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan pengendalian keamanan pangan dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar