Banyak yang melihat bahwa keamanan pangan lebih terfokusi pada sektor produksi/industri pengolahan produk pangan. Namun, secara prinsip penerapan keamanan pangan terbentuk juga meliputi kepada rantai pangan. Rantai pengan ini juga masuk ke dalam ranah supply chain, yang salah satunya adalah penanganan keamanan pangan untuk area pergudangan dan pendistribusian.
Sudah sepaturnya sistem pergudangan dan distribusi pangan yang memfasilitasi produk pangan memenuhi standar persyaratan keamanan pangan yang efektif. Bahkan tidak sedikit sistem manajemen bersertifikasi, seperti BRC, FSCC dan ISO 22000 yang mengakomodir bagian ini. Untuk dapat lebih mengoptimalkan bisnis terkait dengan pergudangan dan distribusi, tidak ada salahnya perusahaan mulai mempertimbangkan proses sertifikasi yang terkait dengan sektor yang dimaksud. Lalu bagaimana proses pengembangan ini akan dijalankan.
Langkah 1: Mendesain Lay Out Gudang
Sistem pergudangan sebaiknya didesain dengan tepat, akomodasi yang penting adalah terkait dengan bagaimana alir barang serta personel yang bertanggung jawab dalam gudang itu berjalan. Sistem pencegahan atas kontaminasi silang harus dikembangkan untuk dapat memastikan bahwa produk yang tersimpan dalam gudang tidak rusak atau terkontaminasi. Mempertimbangkan karaktertisik bahan baku serta material yang dilakukan proses penyimpanan pada gudang.
Langkah 2: Mengelola Resiko
Pengelolaan resiko atas produk menjadi bagian yang penting untuk dipastikan dijalankan. Resiko yang menjadi kriteria pengendalian adalah yang terkait dengan keamanan pangan, fraud maupun pemalsuan. Setiap resiko harus teridentifikasi untuk kemudian dilakukan proses pengenalian lebih lanjut.
Langkah 3: Pelatihan dan Awareness
Memastikan bahwa setiap karyawan yang bekerja mendapatkan pemahaman yang efektif atas pelatihan keamanan pangan. Pembentukan kesadaran dijalankan melalui budaya yang tepat serta pendesaianan sistem kompetensi yang akurat sehingga pengembangan atas Sistem Manajemen Keamanan Pangan dapat berjalan dengan efektif.
Langkah 4: Penyusunan Dokumen
Menetapkan dokumen dan sistem yang dapat membentuk proses perusahaan berjalan sesuai dengan persyaratan keamanan pangan termasuk di dalamnya bagaimana sistem berjalan konsiten dan dapat teraudit.
Bagaimana langkah yang digambarkan di atas? Dalam penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, pemahaman penting harus dapat dipastikan untuk dapat memastikan bahwa sistem adalah salah satu penunjang nilai kompetitif positif dalam bisnis. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat dalam pengembangan desain keamanan pangan dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar